Lanskap masjid senja hari yang membawa damai [Shutterstock]
Lemah ragaku suasana batin yang kian kalut
Dalam doaku terpanjat segala ampunan atas dosaku
Kuingin menggapai sentuhan-Mu dalam dekapan kasih
Seolah diri ini tertegur dengan rahmat dan kasih sayang-Mu
Aku yang terhanyut dalam banjir kenistaan
Yang berlumuran hitam legamnya kotoran durjana
Yang selalu mengundang angkara murka-Mu
Kuharap getaran kalbuku kan menuntun kembali pada-Mu
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Satire atas Agama, Sosial, Budaya, dan Politik dalam 'Robohnya Surau Kami'
-
Buku Berburu Rente: Potret Gelap Subsidi Pupuk dan Nasib Petani Indonesia
-
Yang Terlupakan dan Dilupakan, Upaya Melawan Sunyi dalam Sejarah Perempuan
-
Deru Gunung Karya Yasunari Kawabata: Potret Kehidupan dalam Sastra Jepang
-
Kitchen Karya Banana Yoshimoto: Menemukan Harapan di Tengah Kehampaan
Sastra
Terkini
-
Paspor Kuat Itu Bukan Cuma soal Visa: Tentang Privilege dan Martabat Global
-
Kartu Pokemon Milik Logan Paul Laku Fantastis, Tembus Rp277 Miliar
-
Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai
-
Pertemuan di Masjid Kota
-
Di Balik Nasi Sisa Sahur: Refleksi Emak-Emak tentang Ramadan dan Kesederhanaan