Lanskap masjid senja hari yang membawa damai [Shutterstock]
Lemah ragaku suasana batin yang kian kalut
Dalam doaku terpanjat segala ampunan atas dosaku
Kuingin menggapai sentuhan-Mu dalam dekapan kasih
Seolah diri ini tertegur dengan rahmat dan kasih sayang-Mu
Aku yang terhanyut dalam banjir kenistaan
Yang berlumuran hitam legamnya kotoran durjana
Yang selalu mengundang angkara murka-Mu
Kuharap getaran kalbuku kan menuntun kembali pada-Mu
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan
-
Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Kala Kota jadi Ruang Sepi: Membaca Antologi Apakah Kota Ini Kamar Tidurku?
-
Ajaklah Tuhan ke Tanah Jawa: Antara Fakta Sejarah dan Hubungan Spiritual
Sastra
Terkini
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Stop 'Check Out' Spontan! Ini Alasan Kenapa Payday Kamu Justru Bikin Rumah Berantakan
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan
-
Boyfriend Material Vibes, 5 Ide Pose Mirror Selfie Ala Dokyeom SEVENTEEN!