Ilustrasi. [Shutterstock]
Kala pesohor memoles wajahnya dengan topeng kebaikan
Panggung layar kaca penuh riuh sanjungan
Menutupi perangai jahatnya yang luar biasa
Tepukan tangan tiada hentinya tersematkan
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Membaca Gadis Minimarket: Satire Tajam Tentang Standar Ganda Masyarakat
-
Potret Generasi Sandwich dan Tekanan Finansial Menjelang Hari Raya
-
4 Milky Toner Mengandung Ceramide yang Ampuh Perkuat Skin Barrier
-
Di Balik Retorika Perang Narkoba: Ketimpangan Hukum dan Celah Struktural
-
Ramadan dan Kesempatan Kedua: Momentum Reset Diri yang Sering Terlupakan