Ilustrasi. [Shutterstock]
Kala pesohor memoles wajahnya dengan topeng kebaikan
Panggung layar kaca penuh riuh sanjungan
Menutupi perangai jahatnya yang luar biasa
Tepukan tangan tiada hentinya tersematkan
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi
-
Sutradara Cyberpunk: Edgerunners Garap Anime Komedi-Slice of Life Null Meta
-
AI Memang Pintar Susun Anggaran, tapi Literasi Keuangan Tak Boleh Ketinggalan
-
East of Eden: Potret Adaptasi Sastra Paling Indah Karya John Steinbeck
-
Belajar Memaknai Perjuangan Orang Tua Lewat Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu