Ilustrasi. [Shutterstock]
Kala pesohor memoles wajahnya dengan topeng kebaikan
Panggung layar kaca penuh riuh sanjungan
Menutupi perangai jahatnya yang luar biasa
Tepukan tangan tiada hentinya tersematkan
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Kenapa Harga RAM Mahal di 2026? Ini 4 Faktor Utama Penyebabnya
-
Perselingkuhan Artis dan Standar Ganda: Mengapa Kita Gemar Melempar Batu Lewat Jempol?
-
Menyoal Label Eksotis: Warisan Kolonial dalam Standar Kecantikan Modern
-
Ceu Surti: Suara Cempreng dari Kupitan
-
Buku If All the World Were: Refleksi Lembut Soal Kepergian Orang Terkasih