Suara alam kini mulai memanggil.
Amarah yang akan ditumpahkan pada seluruh penjuru jagad raya ini.
Isi perut bumi yang memanas dan akan membakar siapa saja.
Hingga semua yang bernyawa pun akan hancur lebur.
Itu tanda-tanda alam bahwa ia akan mengakhiri hidupnya.
Suatu informasi kalau akhir zaman amatlah dekat.
Tak ada yang dapat lari dari musibah itu.
Kehancuran akan merajalela dan melenyapkan sampai ke akar-akarnya.
Alam yang tak bersahabat tanda Tuhan akan murka.
Tuhan yang selalu memberi peringatan.
Selalu mengingatkan kalau manusia janganlah bertindak semaunya saja.
Karena yang kuasa hanyalah Tuhan semata, tak ada yang lain.
Apakah dengan tanda-tanda kehancuran, manusia tidak akan sombong lagi?
Mesti itu menjadi ciutan agar manusia dapat memperbaiki diri.
Mendongkrak para manusia yang tak kenal penciptanya.
Memukul manusia yang angkuh dan sombong.
Meneropong manusia yang egois dan tak punya rasa saling peduli.
Ya, mesti para menusia sadar kalau kekuatan Tuhan tidak ada tandingannya.
Kekuatan manusia tidak akan ada kalau bukan Tuhan yang berkehendak.
Alam beserta isinya ini jelas sudah menjadi tanda-tanda kebesaran Tuhan.
Lalu, kenapa masih ada manusia yang tidak sadarkan diri?
Perlu kita selalu mengingat pada Yang Kuasa.
Perlu kita selalu menyembah sesuai ketentuan.
Ini adalah hukum yang sudah pasti.
Manusia memang diciptakan untuk menyembah pada penciptanya.
Yang kuasa teteplah Kuasa, Tuhan Semesta Alam.
Jangan menunggu sampai kehancuran mendekat.
Karena penyesalan pasti selalu datang dari belakang.
Gubuk Marhaenis, 20 Agustus 2021
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
Menlu Sugiono Pastikan Belum Ada WNI yang Menjadi Korban Jiwa dalam Musibah Gempa Myanmar
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
-
Myanmar Umumkan 7 Hari Masa Berkabung, Min Aung Hlaing Minta Bantuan Malaysia Pasca Gempa Maut!
-
Telan Korban Jiwa 1.700 Orang, Ini Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentang Gempa Myanmar
-
Korban Tewas Gempa Myanmar Naik Jadi 1.700, Pusat Kremasi di Mandalay Sampai Kewalahan
Sastra
Terkini
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'