Mempelajari sejarah memang terkesan berat dan membosankan. Tak jarang mempelajari sejarah dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai pelajaran yang tidak penting. Padahal dengan mempelajari sejarah, kita akan dibentuk untuk memiliki karakter yang bijaksana.
Mempelajari apa yang terjadi di masa lalu dan menata kehidupan saat ini untuk menyambut kehidupan masa mendatang yang lebih baik, serta terbiasa memandang fenomena yang terjadi dalam kehidupan dari berbagai sudut pandang merupakan manfaat dari mempelajari sejarah.
Namun jika kita menemukan sebuah buku yang berisi tulisan-tulisan sejarah dan menyajikannya dengan ringan, maka pelajaran sejarah tidak lagi menjadi hal yang membosankan.
Nah jika kalian baru saja ingin mempelajari sejarah, tapi tidak bisa menemukan buku sejarah yang ringan untuk dibaca, mungkin buku karya Ong Hok Ham yang berjudul “Wahyu yang Hilang Negeri yang Guncang” bisa menjadi salah satu pilihan bacaan untuk kalian.
Buku ini berisi tujuh puluh kolom Ong Hok Ham yang tayang di majalah Tempo dari tahun 1976 sampai tahun 2002. Ong Hok Ham merupakan sejarawan sekaligus pensiunan pengajar di Jurusan Sejarah di Universitas Indonesia. Dia meraih gelar doktor dari Yale University pada tahun 1975. Jadi kualitas buku yang ditulis oleh sejarawan kawakan ini tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.
Dalam buku yang terdiri dari kumpulan kolom ini, Ong Hok Ham membahas tentang berbagai hal mengenai sejarah Indonesia. Mulai dari mitos-mitos kekuasaan seperti mitos raja-raja dan ratu adil, perekonomian, tentara dan perang, politik, dan masalah kebangsaan.
Meskipun buku ini adalah buku non fiksi, tapi cukup ringan untuk dibaca. Karena bahasa yang digunakan tidak terlalu formal. Jadi bagi kalian yang belum terbiasa membaca buku sejarah, tidak perlu khawatir. Buku ini cukup tebal, jumlah halamannya 438 halaman.
Buku ini cocok sekali dibaca bagi kalian yang menyukai sejarah terutama sejarah Indonesia. Selain itu, desain cover buku yang berasal dari sebuah lukisan bertema pedesaan membuat sampul buku ini terlihat menarik dan indah.
Baca Juga
-
Ulasan Buku Gie dan Surat-Surat yang Tersembunyi
-
Ulasan Buku Guns, Germs, & Steel, Mencari Tahu Faktor Bangsa yang Maju
-
Ulasan Buku Sejarah Australia, Berdirinya Negara Melalui Commonwealth Of Australia.
-
Ulasan Buku Memburu Muhammad, Memetik Hikmah dari Kisah-kisah Islami
-
Ulasan Buku Serdadu Afrika di Hindia Belanda 1831-1945
Artikel Terkait
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
Ulasan Manga Sesame Salt and Pudding: Potret Romantis Pernikahan Beda Usia
Ulasan
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
Terkini
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga