Bagi sebagian orang, memiliki kartu kredit memang menguntungkan. Namun tunggu dulu, apabila Anda tidak bijak dalam menggunakannya, maka akan merugikan diri Anda.
Dalam buku berjudul Cerdas Menggunakan Kartu Kredit (2016) Chandra Restu Kurniawan menjelaskan beberapa tips cara menggunakan kartu kredit secara bijak. Berikut penjelasannya:
Tips pertama, kartu kredit itu bagai pisau bermata dua. Uang plastik ini akan berguna jika Anda bisa bersikap disiplin dalam menggunakannnya. Kalau ceroboh atau tak terkontrol membelanjakannya, bencana menanti Anda. Artinya, jika digunakan secara bijaksana dan disiplin, akan banyak gunanya. Namun, bisa mecelakakan kalau digunakan secara kurang hati-hati.
Tips berikutnya, tinggalkan kartu kredit Anda di rumah. Sebaiknya bawalah kartu kredit Anda hanya jika Anda telah berencana untuk berbelanja atau melakukan transaksi. Tidak perlu dibawa setiap hari, apalagi jika memiliki kartu kredit lebih dari satu. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko belanja impulsif (tanpa perencanaan) atau risiko kehilangan dompet Anda.
Tips berikutnya, hati-hati bunga berbunga. Jangan membiasakan selalu punya saldo utang setiap saat dari bulan ke bulan. Saldo utang akan terus terbebani bunga yang sifatnya bunga berbunga. Bila pemakaian Anda tak terlalu besar, lunaskanlah dulu. Menurut saya, alangkah lebih baik bila Anda tak menggunakan kartu kredit untuk tujuan berutang. Intinya, hindari berutang lewat kartu kredit atau berutang yang berbunga.
Penting dipahami di sini, jangan menjadikan kartu kredit sebagai alat untuk berutang, tetapi gunakan sebagai alat pembayaran tanpa uang tunai. Anda harus sadar, fungsi kartu kredit adalah sebagai pengganti sementara uang tunai (Cerdas Menggunakan Kartu Kredit, halaman 111).
Tentu masih ada beberapa tips atau cara lainnya dalam menggunakan kartu kredit dengan bijak yang dipaparkan oleh Chandra Restu Kurniawan dalam buku “Cerdas Menggunakan Kartu Kredit” ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat.
***
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Film Warga Rusun 609: Kisah Hantu Gentayangan di Rumah Susun Tua
-
Harapan Hingga Kehancuran: Kesegaran Unik dalam Resident Evil (2026)
-
Review Reborn Rookie: Ketika Kehilangan Segalanya Membawa Perubahan Baik
-
Review Lagu Sesi Potret: Penyesalan Perantau yang Sering Menunda Pulang
-
Review Serial Ted Lasso Season 3: Akhir Kisah Persahabatan Roy dan Jamie
Terkini
-
Kisah Pak Rejo PLTMH Kedungrong, Modal Otodidak Wujudkan Listrik Tanpa PLN
-
Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru
-
AI Membuat Kita Bingung Membedakan Realitas dan Kepalsuan Digital
-
LBH Yogyakarta di BET 2026: Krisis Ekologi Picu Kekerasan Gender
-
5 Fakta Menarik Drama Between Steps, Karya Terakhir Sutradara Legendaris