Hayuning Ratri Hapsari | Thomas Utomo
Buku Pangeranku (Dokumentasi pribadi/Thomas Utomo)
Thomas Utomo

Pangeranku adalah buku kumpulan cerita anak karya Helvy Tiana Rosa. Buku ini diterbitkan Asy Syaamiil, Bandung. Buku ini ditulis sebagai tindak lanjut dari Bengkel Penulis Cerita Anak yang diadakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tahun 1999.

Di dalam buku Pangeranku, terdapat tujuh cerita, yaitu (1) Desi Erina, (2) Jangan Menangis Ciliwung, (3) Kibere, (4) Pertemuan di Lampu Merah, (5) Saudaraku Sayang, (6) Pangeranku, (7) Surat-Surat Cinta

Dari segi substansi maupun teknik bercerita, Kibere dan Pangeranku adalah dua cerita anak yang paling mencolok.

Pangeranku menceritakan Didi, anak SD yang akan mengikuti lomba baca puisi. Puisi yang akan dia bawakan adalah karya Chairil Anwar berjudul Diponegoro. Guna mendalami serta menghayati lapis demi lapis makna puisi tersebut agar dapat membawakan secara meyakinkan, Didi tidak hanya menghafalkan laris-larik puisi. Dia juga banyak bertanya kepada Bang Ical, pelatihnya. Tambah lagi, dia membaca-baca buku seputar perjuangan anak Sri Sultan Hamengkubuwono III tersebut.

Saking meresapinya, kisah perjuangan Pangeran Diponegoro sampai masuk ke dalam bunga tidur Didi. Tapi, Didi merasakajnya seperti nyata. Seperti asli! Dia seolah-olah turut dalam perang gerilya yang dipimpin laki-laki bersorban putih itu. Seru! Menegangkan!

Sedangkan Kibere, menceritakan sekawanan bocah laki-laki sekolah dasar. Mereka berteman akrab. Masing-masing dari latar belakang yang berbeda. Kibere asli Timor Timur. Dia percaya kepada Yesus Kristus. Tigor berasal dari Sumatra Utara, dia merupakan suku Batak. Yono dari Jawa Tengah. Tepatnya dari Magelang. Terakhir, Maming. Dia berasal dari Makassar, merupakan suku Bugis. 

Kendati berlatar belakang serba berlainan, keempatnya tidak pernah mempermasalahkan perbedaan yang ada. Demikian pula orang tua dan lingkungan sekitar mereka. Namun, ketika pecah kerusuhan, yang membuat Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, keempat anak laki-laki tersebut terpaksa harus berpisah.

Mereka tidak bisa membaca buku cerita petualangan bersama-sama lagi. Mereka tidak bisa lagi bermain sepak bola bersama. Mereka juga terpaksa memupus impian bersama untuk menjadi pemain sepak bola profesional yang akan mengangkat nama Indonesia ke kancah internasional.

Membaca dan menyelami isi buku ini tidak hanya memperkaya anak-anak dengan bacaan berkualitas yang sarat nilai kebaikan. Tetapi juga dapat mengasah nurani anak-anak agar lebih peka serta tanggap akan kehidupan sekitar.