Menurut saya, membaca buku adalah termasuk salah satu hiburan yang mendatangkan sederet manfaat. Saat sedang letih dan sedih misalnya, kita bisa memilih buku-buku genre motivasi yang akan membantu kita terhibur dan termotivasi agar tetap sabar dan pantang menyerah dalam mengarungi hidup.
Sayangnya, tak semua orang gemar membaca buku. Padahal saya yakin, setiap orang tentu tahu bahwa buku adalah sumbernya beragam ilmu pengetahuan. Banyak membaca akan membuat wawasan kita bertambah luas.
Membaca, mestinya diajarkan orangtua terhadap anaknya sejak usia dini. Salah satu buku yang perlu diberikan kepada anak untuk dibaca adalah buku-buku cerita yang memiliki nilai-nilai positif di dalamnya.
Buku antologi berjudul 11 Cerpen Terbaik Aku Anak Saleh ini misalnya, bagus dijadikan sebagai bacaan yang tak sekadar menghibur, tetapi juga mendidik anak agar memiliki budi pekerti mulia.
Salah satu cerpen yang menarik dibaca berjudul Berhemat dengan Daur Ulang karya Izzatul Jannah. Bercerita tentang bocah laki-laki bernama Rasyid yang tengah merasakan bahwa akhir-akhir ini ibunya menjadi sangat pelit. Misalnya, ketika ada tukang bakso lewat, Rasyid meminta pada ibu agar dibelikan. Alih-alih dibelikan bakso, justru ibu malah meracik bakso sendiri di dapur.
Suatu hari, Rasyid melihat ibu sedang mengumpulkan kertas bekas. Rasyid pun penasaran. Seperti ini jawaban ibu ketika Rasyid bertanya perihal kertas-kertas tersebut:
“Oh, ini..., kertas ini mau Ibu daur ulang agar bisa menjadi kertas gambar. Bagian belakangnya, kan masih bersih. Kalau kertas-kertas ini dirapikan lalu distapler tepi-tepinya dan bagian depan diberi karton bekas yang berwarna-warni, ini bisa jadi buku gambar unik buat adik dan juga kamu,”
Usut punya usut, ternyata ibu sedang berhemat. Bukan pelit seperti anggapan Rasyid. Salah satu cara untuk berhemat adalah dengan memanfaatkan barang-barang yang bisa didaur ulang, supaya pengeluarannya tidak terlalu banyak. Kisah Rasyid dan ibunya dalam cerpen tersebut meninggalkan pesan penting pada anak-anak agar jangan boros dalam menggunakan uang.
Cerita lain yang memuat pesan positif bagi anak berjudul Bude Asih karya Puji Sumedi Hanggarwati. Berkisah tentang bocah perempuan bernama Sekar yang tengah liburan ke rumah Budenya, yakni Bude Asih di Malang. Di sana, Sekar tak hanya berlibur, tapi juga mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat baginya. Bude Asih adalah seorang peneliti yang bekerja di Balai Tanaman Obat. Di sana Sekar diajak mengenal aneka tanaman obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan beragam penyakit. Daun alang-alang misalnya, ternyata bermanfaat untuk membantu menyembuhkan penyakit mimisan.
Terbitnya buku kumpulan cerpen anak ini (terbit tahun 2005) layak diapresiasi dan dapat dijadikan sarana hiburan yang mendidik untuk anak-anak di rumah.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Gaya John Wick di Bollywood? 'Alpha' Sajikan Visual Spionase Kelas Dunia yang Memanjakan Mata
-
Review Enola Holmes 3: Lebih Dewasa, Emosional, dan Penuh Misteri
-
Dari Peron Menuju Hati: Dua Puluh Menit Perjalanan di Novel Sashi Kirana
-
Membaca Kemiskinan di Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari
-
Off The Record: Ria SW Ungkap Sisi Lain di Balik Layar Konten Food Vlogger
Terkini
-
Di Balik Kesuksesan Drama Korea: Standar Ganda yang Terus Berulang
-
Bikin Bangga! 5 Film Horor Indonesia Ini Siap Guncang Panggung Internasional di BIFAN 2026
-
Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Taksi Tanpa Sopir Asal China Kini Siap Kuasai Jalanan
-
Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010
-
Harga Samsung Galaxy S Turun Harga! Ini 5 Flagship yang Wajib Dibeli