Buat kamu yang sering bepergian dengan kereta api tentu sudah tidak asing dan keliru lagi dengan istilah gerbong dan kereta yah. Ya, betul sekali, Kereta adalah sarana untuk mengangkut penumpang atau orang sedangkan gerbong adalah untuk mengangkut barang.
Nah, berbicara soal gerbong ini, disadur dari cargo.kai.id gerbong ini ternyata ada empat jenis. Hal ini diperkuat dengan peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 43 Tahun 2010 tentang standar spesifikasi teknis gerbong. Nah, lantas apa saja sih keempat jenis gerbong tersebut sesuai dengan jenis atau fungsi peruntukannya? Yuk, kita simak bersama penelusurannya bersama dibawah ini.
1. Gerbong Datar (GD)
Gerbong Datar (GD) merupakan gerbong tanpa badan dan atap. Biasanya difungsikan untuk mengangkut rel, peti kemas, baja dan lainnya. GD ini daya angkutnya terbagi menjadi 54 Ton, 42 Ton dan 45 Ton disesuaikan dengan kebutuhan, sedangkan kecepatan max dari GD adalah 80 Km/Jam.
2. Gerbong Terbuka (GB)
Gerbong terbuka (GB) adalah gerbong dengan atau sudah dilengkapi dengan badan namun tanpa atap. GB ini difungsikan untuk mengangkut batu bara, kricak atau komoditi lainnya. GB punya kapasitas angkut hingga 50 Ton dengan kecepatan max adalah 80 Km/Jam.
3. Gerbong tertutup (GT)
Gerbong tertutup (GT) adalah gerbong yang sudah memiliki badan dan atap serta serta dapat dibuka-tutup dalam mengangkut barangnya. GT ini biasanya difungsikan untuk mengangkut pupuk atau semen yang memerlukan perlindungan dari panas atau hujan. Kapasitas max angkut GT adalah 50 Ton dengan kecepatan max 80 Km/Jam
4. Gerbong Ketel (GK)
Gerbong Ketel (GK) adalah gerbong yang memiliki tangki khusus untuk mengangkut barang dalam bentuk cair atau lainnya. GK ini difungsikan untuk angkutan BBM, CPO dan lainnya. Daya angkut max GK terbagi menjadi 30 Ton dan 40 Ton. Adapun kecepatan max dari GK ini adalah 70 Km / Jam. Nah, itu tadi empat jenis gerbong yang digunakan oleh KAI untuk mengangkut barang sesuai dengan jenis dan fungsinya.
Nah dari keempat jenis gerbong tersebut mana nih yang sering kamu lihat? Semoga ke depan pengetahuan kamu akan dunia perkeretaapain semakin bertambah yah.
Baca Juga
-
3 Kali Berganti Nama, Ini 4 Fakta Sejarah Balai Yasa Pengok
-
4 Fakta Sejarah Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Modern Sepanjang Masa
-
3 Ekor Tewas Kena Jerat, Ini 6 Fakta Harimau Sumatera yang Terancam Punah
-
Dibawa Sri Mulyani ke G20, Ini 6 Filosofi Nasi Kuning Asli Indonesia
-
Ini 5 Fakta Unik Energi Surya! Nomer 3 Bikin Bumi Adem
Artikel Terkait
-
Gagal Estetik, Tempat Nongkrong Satu Ini Punya Konsep Unik karena Letaknya di Dekat Rel Kereta
-
Gegara Hal Ini, Viral Cowok Gagal Bikin Konten di Warung Makan: Estetik Tidak, Panik Iya
-
Imbas Perubahan Rute, Penumpang KRL di Stasiun Manggarai Menumpuk
-
Penumpang KA Pangrango Bisa Naik dari Stasiun Bogor, Berangkat Pagi Hingga Sore
Ulasan
-
Review Film Talk to Me: Sajikan Manipulasi Arwah yang Sangat Menyeramkan!
-
Saat Seragam Berbicara tentang Kemanusiaan: Mengapa Kisah Tentara dan Dokter di DOTS Begitu Mengena?
-
Puisi sebagai Perlawanan: Membaca Kita Adalah Jelata di Tengah Indonesia yang Gelap
-
Children of Heaven Begitu Lembut Memotret Kemiskinan Hingga Menyayat Hati
-
Tak Sekadar Ilmuwan: Sisi Manusiawi Stephen Hawking dalam My Brief History
Terkini
-
Gen Z dan FOMO Hari Raya: Haruskah Momen Iduladha Juga Diposting?
-
Sinopsis Office Romance, Film Netflix Jennifer Lopez dan Brett Goldstein
-
Refleksi: Di Tengah Hidup Serba Cepat, Iduladha Mengajarkan untuk Melambat
-
Surat Cinta untuk Kota yang Penuh Kenangan: Intip Pesona Film 'Dan Bandung'
-
Dampak Impulsive Buying Berkedok Self Reward pada Penyebab Sampah Kemasan