Berguru kepada Senja adalah cerita pendek karya Utami Panca Dewi, guru salah satu SMP Negeri di Semarang. Cerita pendek ini dinobatkan sebagai Juara I Lomba Guru Menulis Cerpen Tingkat Provinsi yang dihelat PGRI Jawa Tengah dalam rangka HUT 76 PGRI dan Peringatan Hari Guru Nasional 2021.
Secara ringkas, Berguru kepada Senja memaparkan pergulatan lahir batin Bu Arini, seorang guru wiyata bakti sebuah sekolah dalam dalam meng-handle pembelajaran online atau daring. Mulai dari keterbatasan keterampilan mengoperasikan gawai, keterbatasan paket data internet, ketiadaan gawai, dan ketidakstabilan jaringan internet.
Sebagai guru wiyata bakti, Bu Arini sendiri terpaksa terengah-engah menyambung hari lantaran honor mengajarnya yang tidak memadai. Ditambah lagi, di masa pandemi, harus ada pengeluaran ekstra untuk membeli paket data internet. Sementara itu kebutuhan hidup terus mengejar.
Bu Arini terjebak dalam pilihan untuk tetap idealis sebagai guru atau coba realistis dengan fakta kehidupan yang kian mencekik?
Sama seperti tokoh Bu Suci dalam novel Pertemuan Dua Hati karya Nh. Dini, Bu Arini pun memilih merengkuh keduanya, yakni idealisme mengajar siswa serta berikhtiar mencari nafkah demi keluarga, sebaik-baiknya.
Konflik dalam cerita pendek ini, nyaris sama dalam novel Pertemuan Dua Hati. Jika dalam novel Nh. Dini berasal dari Waskito, murid sukar yang gampang mengamuk di kelas, dalam Berguru kepada Senja, 'permasalahan' muncul dari Senja, murid Bu Arini yang kerap mangkir mengirim tugas pembelajaran daring.
Bedanya, Waskito berasal dari latar belakang keluarga kaya raya, Senja berasal dari keluarga serba pas, kalau tidak boleh disebut melarat.
Di halaman 43 majalah Derap Guru dipaparkan, "Dia (Senja--pen) keliling kampung jualan donat, bahkan sampai jalan raya. Lumayan, Bu, untuk bantu-bantu beli kuota. Kadang Senja suka nangis, kalau kuota internetnya habis. Jadi ndak bisa ikut pelajaran. Maafkan keterbatasan saya ya Bu, saya memang belum bisa menjadi orang tua yang baik, belum bisa menjadi guru yang sempurna, seperti Bu Rini."
Membaca dan meresapi cerita pendek Berguru kepada Senja, meyakinkan pembaca betapa amat banyak problematika dari penyelenggaraan pembelajaran daring. Bagi murid-murid desa atau yang berdomisili di daerah terpencil, penyelenggaraan pembelajaran daring yang sukar mereka akses, makin memperdalam jurang input dan output ilmu pengetahuan. Ini berakibat pula pada kualitas dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Sungguh miris.
Baca Juga
-
Pelajaran Tekad dari Buku Cerita Anak 'Pippi Gadis Kecil dari Tepi Rel Kereta Api'
-
Cerita-Cerita yang Menghangatkan Hati dalam 'Kado untuk Ayah'
-
Suka Duka Hidup di Masa Pandemi Covid-19, Ulasan Novel 'Khofidah Bukan Covid'
-
Akulturasi Budaya Islam, Jawa, dan Hindu dalam Misteri Hilangnya Luwur Sunan
-
Pelajaran Cinta dan Iman di Negeri Tirai Bambu dalam "Lost in Ningxia"
Artikel Terkait
-
Orang Tua Hobi Bertanam, Salah Satu Tanamannya Rusak, Malah Tuduh Tetangga Rumahnya, Netizen: Playing Victim
-
Ulasan Cerita Istri Konsul: Ketika Bayi Kecanduan Narkoba
-
Miris Hidup Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Tapal Batas KBB-Cianjur, Puluhan Tahun jadi Honorer
-
Tega! Guru Prank Siswa SD Kurang Mampu Tidak Lulus, Tuai Kecaman Netizen: Gak Ada Adab
Ulasan
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl
-
Nuku: Sultan Pemberontak yang Mengguncang Imperium VOC di Nusantara Timur
-
Novel Delicious Lips: Berawal dari Rasa Turun ke Hati
-
Ulasan Film The Substance: Pertarungan Dua Ego dalam Satu Tubuh yang Rusak
Terkini
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita