Binatang adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki hak sama dengan kita, yakni sama-sama berhak hidup di dunia ini. Oleh karenanya, kita harus berusaha memperlakukan binatang dengan baik, jangan sanpai menyakiti atau menyiksanya. Biarkan mereka hidup dengan tenang sebagaimana kita juga ingin hidup dengan damai dan bahagia.
Kecuali kalau binatang tersebut membahayakan nyawa kita, maka semisal alternatif terakhir adalah membunuhnya, maka hal tersebut diperkenankan. Misalnya, saat di jalan diserang oleh seekor binatang berbisa, maka kita boleh untuk membunuhnya. Namun jika binatang tersebut tidak menggangu kita, maka kita harus berupaya untuk tidak mengusik apalagi sampai membunuhnya.
Menyiksa binatang termasuk ke dalam bentuk kejahatan yang harus kita hindari. Ada kisah menyedihkan yang saya temukan dalam buku “Bumble Si Kucing Pemberani” karya Sam Hay (2011). Dalam buku tersebut ada 10 kisah tentang kucing-kucing hebat dan luar biasa yang mengharukan dan menyentuh hati.
Salah satu kisah yang layak kita simak berjudul Bumble. Berkisah tentang seekor anak kucing yang baru berumur sepuluh minggu tapi sengaja dibuang oleh seorang lelaki yang tak menyukai kucing. Bahkan ia membuangnya dengan cara kasar.
Semua bermula anak perempuan lelaki tersebut pulang ke rumah membawa seekor kucing yang kemudian dinamai Bumble. Sayangnya, sang ayah tak menyukai kucing dan tak memperkenankan putrinya memiaranya. Akhirnya, sang ayah membawa kucing itu dengan mobil, lalu dibawa pergi dan dibuang di tepi jalan. Berikut ini saya kutip paragraf kisahnya:
Bumble merasa pening setelah dilempar ke luar. Beberapa kali ada mobil-mobil yang lewat dan nyaris menabraknya sewaktu ia terhuyung-huyung menyeberang jalan. Ada suara-suara lain juga. Suara-suara yang menakutkan. Burung hantu yang sedang berburu. Rubah-rubah. Tikus-tikus besar yang terbirit-birit begitu didekati. Namun, tidak ada yang tinggal. Tidak ada yang berlama-lama. Sekarang cuacanya sangat buruk. Hujan turun deras dan kucing kecil itu basah kuyup, badannya menggigil dan terasa dingin sampai ke tulang.
Menyedihkan sekali nasib Bumble. Selain kehujanan, ia juga jatuh ke dalam selokan dan badannya terkena lumpur. Sebenarnya ada seorang pria di tepi jalan yang sempat mendengar suara Bumble mengeong, tapi karena badannya bermandikan lumpur, pria yang sedang menunggu bus lewat itu tak bisa menemukannya. Akhirnya, ia terpaksa meninggalkan kucing yang entah berada di mana itu. Ia terpaksa meninggalkannya karena bus yang ditunggu keburu datang.
Namun, meski tak bisa menolong kucing itu secara langsung, setiba di rumah ia berusaha menghubungi pasangan suami istri Len dan Frances lewat telepon. Selama ini mereka berdua dikenal sebagai sukarelawan yang begitu tulus memungut dan memiara kucing-kucing jalanan atau yang ditelantarkan oleh orang-orang yang jahat. Kepada Len dan Frances, ia mengabarkan apa yang barusan dilihatnya, sekaligus memberitahukan lokasi di mana ia mendengar suara kucing bernasib malang itu.
Kisah Bumble, anak kucing yang malang dalam buku ini layak dibaca sebagai bahan renungan bagi kita semua: agar jangan sampai kita berbuat semena-mena terhadap binatang.
***
Baca Juga
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
Bahagia di Usia 48 dan Masih Lajang: Rahasia di Balik Berdamai dengan Diri Sendiri
Artikel Terkait
-
Perayaan Idul Adha di Tengah Wabah PMK, Pemprov Jateng Pastikan Stok Hewan Kurban Melimpah
-
70 Ribu Hewan Ternak di Jabar akan Disuntik Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku
-
Tiga Hal yang Terus Mengalirkan Pahala Ketika Seorang Muslim Telah Tiada
-
Mengenal Festival Bakeneko: Kemeriahan Festival Kucing di Jepang
-
Pengalaman Belanja Buku di Toko Online, Ternyata Bukunya Bau Ompol Tikus
Ulasan
-
Sebelum Membaca Supernova, Kenali Dulu Kisah Cinta yang Rumit Ini
-
Film Dan Bandung Membuktikan Formula Lama Masih Bisa Berarti
-
Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush
-
Namaku May Sarah: Kisah Perempuan yang Bangkit dari Luka Mei 1998
-
Ulasan Buku Bears Lost Glasses: Saat Dunia Terlihat Berbeda Tanpa Kacamata
Terkini
-
Bebas Gerah! 5 Rekomendasi Sampo Mint untuk Kulit Kepala dengan Sensasi Dingin
-
4 Cushion SPF 50 Cocok Aktivitas Kuliah, Harga Ekonomis di Bawah Rp100 Ribu
-
5 Film Thriller Park So-dam Bisa Ditonton Setelah The Journey to Gyeongju
-
POCO Pad, Tablet Serbaguna Rp3,9 Jutaan dengan Layar 2.5K 120Hz
-
Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K