Membaca tentang kisah antara cewek biasa yang bertemu dengan cowok idola mungkin terdengar mainstream. Namun, cerita satu ini menawarkan hal yang berbeda. Mengangkat latar yang cukup unik, kisah dalam buku ini bercerita tentang seorang anak autisme.
IDENTITAS BUKU
Judul Buku: My Aspie Girl
Penulis: Hannah Angie
Penerbit: Gramedia Writing Project
Jumlah Bab: 22 Bab + 2 Epilogue
ULASAN LENGKAP
Aspie Girl? Aku bertanya-tanya saat membaca judul buku ini. Berbekal rasa penasaran dan ingin tahu, aku memutuskan untuk membacanya. Di bab awal, aku sudah lumayan takjub karena tema yang diangkat cukup unik dan berbeda, yaitu tentang anak autisme.
Eva Dimitri, seorang anak dan cucu politikus terkenal, didiagnosis mengalami autisme sejak kecil. Hal ini tentu saja menjadi aib bagi keluarganya. Kedua orangtuanya menjadi super protektif dengan mengendalikan hidup Eva dengan ketat, seakan Eva merasa ia seperti domba dan kedua orangtuanya terutama ayahnya adalah gembalanya.
Hidup Eva mulai berubah sejak ia bertemu dengan Rasheed Raniri, salah satu anggota band TETRA, band yang digandrungi remaja seumurannya. Eva juga tidak bisa menampik bahwa ia setiap hari mendengarkan musik mereka, terutama lagunya yang berjudul Belia.
Walaupun cukup mainstream dengan alur cewek biasa (walaupun dalam kasus ini Eva sama sekali bukan orang biasa) yang bertemu dengan seorang cowok idola yang punya banyak penggemar, cerita ini tetap punya kesan tersendiri untukku. Apalagi ada berbagai pengetahuan baru mengenai autisme yang selama ini tidak kuketahui. Bahasa yang ringan dan 'remaja-able' semakin membuat buku ini menarik.
Perjuangan Eva untuk membuktikan bahwa dia bisa mandiri dan mengandalkan dirinya sendiri, pengorbanan Rasheed untuk merelakan Eva, serta kisah haru antara Rasheed dan kedua orang tuanya, tidak lupa peran orang tua Eva yang awalnya cukup menyebalkan di mataku tetapi ternyata alasan di baliknya bisa dipahami, hanya merupakan sebagian dari beberapa hal yang paling aku suka dari cerita ini.
Lantas, bagiamana akhirnya hubungan Eva dan Rasheed? Apakah makna sebenarnya dari 'My Aspie Girl'? Buku ini baru diterbitkan dalam buku digital, dan hanya bisa kamu baca melalui aplikasi Gramedia Digital. Kamu tertarik untuk membacanya?
Baca Juga
-
Lebih dari Sekadar Romansa, Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Baca Kokoronotomo: I Heart Tokyo
-
5 Primer Makeup untuk Pemula, Bisa Kamu Dapatkan di Bawah Rp50 Ribu!
-
Lika-liku Perasaan Remaja: Dear G Hadirkan Kisah Romansa Berbalut Teka-teki
-
Physical atau Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Ibu Hamil?
-
Wajah Lebih Cerah dalam 7 Hari: 5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti-Flek Hitam
Artikel Terkait
-
Belajar dengan Cara Menyenangkan Melalui Buku 'Pengembangan Bahan Ajar Tematik'
-
Semangati Remaja Asal Padang Panjang Jadi Pemusik Hebat, Sandiaga Uno Beri Hadiah Istimewa
-
Berisik Tengah Malam, Remaja Ini Malah Emosi Ditegur Warga: Gue Pribumi di Sini, Lu Mau Macam-Macam?
-
Petualangan Alan dan Profesor Apta: Menjelajah Bumi, Mengenali Aneka Satwa Unik
-
Lima Remaja Perusak Fasilitas Wisata di Tanjungpinang Akhirnya Diamankan Polisi
Ulasan
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
Terkini
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi