Setiap makhluk hidup di dunia ini membutuhkan yang namanya cinta. Rasa cinta inilah yang akan mengantarkan seseorang pada kebahagiaan. Rasa cinta membuat seseorang saling mengasihi satu sama lain.
Tanpa rasa cinta di dalam jiwa, rasanya sanga sulit bagi kita untuk memiliki kepekaan, tak saling peduli dan enggan membantu orang lain. Maka, memupuk rasa cinta dalam jiwa adalah sebuah keniscayaan bagi setiap orang di muka bumi ini.
Bicara cinta, kita perlu merenungi maknanya lebih dalam. Cinta pada dasarnya adalah sebuah rasa yang akan membuat kita berkorban. Demi cinta, biasanya orang rela melakukan apa saja kepada orang yang dicintainya.
Cinta yang seharusnya selalu kita pupuk adalah cinta kepada Tuhan. Salah satu bukti nyata bahwa kita mencintai Tuhan adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.
Cinta kepada keluarga juga mestinya selalu kita pupuk dan jaga dengan baik. Cinta dan kasih sayang kepada pasangan hidup kita, anak cucu kita, adalah sebuah hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi.
Hal yang perlu kita renungi, bahwa cinta kadang menimbulkan luka dan rasa sedih. Namun, ini adalah hal biasa dan sangat lumrah. Misalnya, ketika orang yang kita cintai pergi dari dunia ini untuk selamanya. Maka kita akan merasa sedih dan kehilangan.
Terlebih bila cinta yang kita rasakan begitu mendalam, rasa kehilangan itu akan sangat terasa dan kita butuh waktu untuk mengobati rasa sedih tersebut. Kahlil Gibran pernah menyatakan: Kita tak pernah tahu, betapa dalamnya cinta itu, hingga tiba saat perpisahan (hlm. 13).
Rasa sedih karena cinta, mestinya tak perlu diratapi secara berlebihan. Kepergian seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita memang terasa menyedihkan. Namun, jangan sampai membuat kita terus-terusan bersedih dan terpuruk karenanya. Hadapilah semua kepedihan dengan tegar dan sabar.
Menderita karena cinta adalah hal yang sangat biasa dan berusaha kuat menghadapinya adalah pilihan terbaik. Dalam karyanya, Kahlil Gibran menulis: Dia yang mencari kenikmatan dalam cinta, tak sepantasnya mengeluh tentang penderitaan (hlm. 50).
Dalam ajaran Islam, kita diajari tentang pentingnya saling mencintai, mengasihi satu sama lain. Tentu cinta di sini bukan sebatas cinta antara lelaki dan perempuan yang kerap dikotori oleh hawa nafsu, melainkan rasa cinta yang terikat karena sama-sama makhluk ciptaan-Nya.
Berusaha saling mencintai dan mengasihi karena mengharap rida-Nya mestinya menjadi prinsip dalam hidup ini. Kahlil Gibran pernah menyatakan: cinta tidak datang dari pertemanan yang panjang atau perjodohan yang dipaksakan, tapi buah dari keterikatan spiritual (hlm. 74).
Menarik meresapi kata-kata cinta serta kutipan puisi karya Kahlil Gibran dalam buku “Cinta, Luka, dan Bahagia” yang pernah diterbitkan oleh penerbit Baca (2016) ini. Sebuah buku yang layak dibaca dan renungi kedalaman maknanya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA: Kabar Ekslusif Hari Ini, Evan Sanders Bongkar Pernikahan Arya Saloka dan Amanda Manopo
-
Amanda Manopo dan Arya Saloka Diduga Pakai Gelang Couple Bikin Warganet Heboh: Cie...
-
Geger! Inara Rusli Tak Maafkan Virgoun hingga Terang-terangan Ungkap Hal Ini
-
CEK FAKTA: Kabar Bahagia! Ikatan Cinta Season 2 On The Way, Arya Saloka dan Amanda Manopo Punya Rencana Khusus
-
Berujung Pelaminan Meski Beda Agama, Ini Perjalanan Cinta Rizky Febian dengan Mahalini
Ulasan
-
Review Buku The Power of Sun Tzu: Panduan Taktis Menghadapi Tekanan Hidup Modern
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You
-
The Legend of Kitchen Soldier: Suguhkan Kisah Heroik Chef ala Tentara Korea
-
Ketika Luka Batin Dibahas dengan Hangat dalam Loving the Wounded Soul
Terkini
-
Dari Chat 5 Menit Menjadi FBI Kasur Lipat: Saat Cinta Menjadi Obsesi
-
Siapakah Lelaki Misterius yang Mendorong Brankar Jenazah Dini Hari Itu?
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa