Hidup harus memiliki tujuan yang pasti. Menjalani hidup tanpa tujuan, tentu akan terasa hambar dan tidak bermakna. Salah satu penyebab mengapa ada sebagian orang yang merasa hidupnya kosong dan hampa padahal memiliki kekayaan berlimpah adalah karena hidupnya tanpa memiliki arah yang jelas.
Bicara tentang tujuan hidup, dalam buku "Life Purpose: Benarkah ini Hidup yang Kuinginkan?" diungkap bahwa memiliki tujuan hidup adalah soal kesadaran penuh. Yang dimaksud kesadaran penuh adalah kesadaran akan kekinian, yaitu kita sadar bahwa kita hidup di saat ini bukan kemarin ataupun besok.
Penulis buku ini, The, Alvin Wibowo menjelaskan, kesadaran penuh adalah tentang menyadari apa yang benar-benar sedang Anda lakukan sekarang. Ketika berjalan dengan kesadaran penuh, Anda menikmati setiap langkah jalan Anda, mengetahui Anda mau ke mana, ataupun melihat apa saja yang ada di depan Anda.
BACA JUGA: Ulasan Buku 'Teman Duduk', Mengenang Jasa Guru bagi Kehidupan
Ketika makan dengan kesadaran penuh, Anda fokus menikmati makanan Anda saat itu, bukan malah memikirkan hal-hal seperti target penjualan ataupun masalah cinta dengan pasangan. Anda menikmati setiap rasa yang keluar dari makanan Anda, bagaimana hal tersebut masuk ke perut, dan akhirnya mengenyangkan Anda. Kesadaran penuh adalah soal menyadari dan merasakan apa yang sedang dilakukan (hlm. 8).
Maka dari itu, hiduplah dengan kesadaran penuh. Sadari apa yang menjadi tujuan Anda di dalam hidup ini. Apa yang membuat Anda bangun di pagi hari dan menjalani setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik di dalam hidup Anda. Yang terpenting di dunia ini bukanlah berapa lama Anda hidup, tetapi bagaimana Anda menjalani kehidupan Anda. Bukan berapa lama durasi hidup Anda tetapi berapa banyak kontribusi yang Anda berikan bagi kehidupan (hlm. 9).
Pada intinya, tujuan hidup kita adalah untuk beribadah kepada-Nya. Beribadah tentu tak sekadar, misalnya, mengerjakan salat lima waktu secara tepat waktu. Beribadah itu banyak sekali ragamnya termasuk yang menyangkut hubungan kita dengan sesama manusia.
BACA JUGA: Ulasan Buku ALDERA: Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1998
Hubungan yang baik dan harmonis dapat terjalin bila di antara kita saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada. Saling membantu atau menolong sesama, dan lain sebagainya.
Robert F. Kennedy mengatakan, "The purpose of life is to contribute in some way to making things better". Siapa pun kita dan apa pun yang kita lakukan, kita selalu memiliki kesempatan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Kita selalu dapat berkontribusi untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik (hlm. 82).
Buku genre motivasi karya The, Alvin Wibowo (Gramedia, 2016) ini bisa Anda jadikan sebagai bacaan penyemangat pembangun jiwa. Yuk, kita temukan tujuan hidup kita masing-masing, agar segala aktivitas yang kita jalani sehari-hari menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku 'Teman Duduk', Mengenang Jasa Guru bagi Kehidupan
-
Foto Buku Tahunan SMA Awkarin Tersebar, Pesan yang Ditulis Jadi Sorotan 'Awkarin Lelah'
-
Ulasan Buku ALDERA: Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1998
-
Arti Toleransi dalam Buku "Islam Kita Nggak ke Mana-mana Kok Disuruh Kembali"
-
PKK Sulsel Luncurkan Buku Resep Olahan Ikan untuk Balita
Ulasan
-
Lebih Sadis dan Kocak dari Final Destination, The Monkey Bikin Ketagihan!
-
Saat SMA Hyosan Menjadi Kuburan Hidup dalam All of Us Are Dead
-
Drama yang Bikin Susah Move On: Snowdrop dan Luka yang Ditinggalkannya
-
Mencicipi Rendang dan Ikan Bakar Juara di Rumah Makan Ganto Sori Kuala Tungkal
-
Dilan 1990: Novel Romantis yang Manis Sekaligus Problematis
Terkini
-
Dompet Menangis karena Geng Pertemanan? Budaya Konsumtif Kini Makin Ngeri
-
Putih Lawan Hitam
-
Ulasan Novel Rencana Besar, Misteri Hilangnya Uang Rp 17 Miliar
-
Pati Patni Aur Woh Do: Hadir dengan Cerita Cinta dan Salah Paham yang Lucu!
-
Strategi Diskon dan Flash Sale: Solusi Bisnis atau Jebakan Konsumerisme?