Show Your Work ini adalah buku dengan genre self improvement yang ditulis oleh Austin Kleon. Sebagaimana judulnya, Show Your Work mencoba untuk mendorong dan memotivasi pembaca agar mau untuk menunjukkan karyanya. Menjadi seniman hebat yang karyanya mudah untuk dilirik.
Terkadang ada banyak orang yang memiliki karya yang bagus dan potensial, namun terlalu ragu-ragu untuk menampakkannya ke orang lain. Ada banyak alasan yang membuat mereka enggan show off.
Entah karena terlalu perfeksionis, atau menganggap bahwa karyanya belum layak. Padahal dengan mempromosikan karya adalah salah satu langkah yang harus diterapkan ketika karya kita ingin dikenal.
Justru dengan memperlihatkan apa yang saat ini dikerjakan memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah kita akan mudah untuk terkoneksi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang serupa, sehingga kita akan lebih mudah untuk berkembang.
Nah di sini Austin Kleon membagi buku dengan 10 sub-title yang sangat praktikal untuk diaplikasikan. Di antaranya adalah kita tidak perlu menunggu diri sendiri menjadi jenius untuk menunjukkan karya.
Alih-alih menjadi jenius, cobalah untuk menjadi seorang amatir yang terus menerus belajar meningkatkan skill. Karena ketika seseorang telah merasa menjadi jenius, maka ia akan enggan untuk menggali lebih dalam.
Keamatiran kita dalam sebuah bidang justru akan menjadi motivasi yang terus membuat diri mengasah keterampilan.
Selain karya, jangan lupa juga untuk membagikan proses kreatifnya. Bahkan proses ini sebenarnya lebih penting dari hasil akhir. Menunjukkan prosesnya kepada orang lain nantinya akan mempermudah promosi dan membuat diri semakin mudah ditemukan.
Bagikanlah momen itu setiap hari, tentang bagaimana langkah-langkah kecil yang telah dilewati dalam membangun karya serta proses dalam jatuh bangunnya.
Selain membagikan karya dan prosesnya, kita juga bisa membagikan pengetahuan dan skill yang dimiliki. Ajarkan apa yang sudah kita pahami selama bergelut dengan karya yang ingin dibangun.
Sekecil apa pun yang bisa kita bagikan, itu tidaklah sia-sia. Mengajarkan ilmu tidak akan mengurangi wawasan kita, justru hal itu akan memperkuat apa yang kita ketahui.
Apalagi saat ini kita begitu dimudahkan dengan banyaknya platform untuk sharing terkait apa yang menjadi minat, bakat, dan kreativitas yang kita miliki.
Jangan malu untuk memperlihatkan diri dan identitas khas sebagai seorang seniman atau ilmuwan di bidang tertentu. Jika ternyata apa yang telah kita share itu menimbulkan penolakan bagi orang lain, maka tak mengapa. Hal itu bisa memperkuat mental dan membuat kita banyak belajar.
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
-
Pelajaran Tidak Membully Sesama Siswa di Sekolah dalam Buku 'Ya Bunayya'
-
5 Rekomendasi Buku tentang Isu Kesehatan Mental, Layak Dijadikan Renungan
-
Stop Book Shaming! Setiap Orang Punya Selera Bacaan yang Berbeda
-
Ulasan Buku "Psikologi Kepribadian," Teori tentang Mengenal Diri Sendiri
-
Kunci Sukses Menjalani Bisnis dalam Buku 'Hypnotic Power for Marketing'
Ulasan
-
Tidak Apa-Apa Sebab Kita Saling Cinta: Teman Kontemplasi di Larut Malam
-
The Little Sister: Ketika Iman dan Jati Diri Terjebak dalam Konflik yang Tak Terucapkan
-
Review The Smashing Machine: Kisah Nyata Paling Emosional di Ring MMA Dunia
-
Ulasan Film Main Vaapas Aaunga: Romantisme Pilu di Balik Tragedi Tahun 1947
-
Ketika Hijab Terasa Berat: Panduan Hati bagi Muslimah yang Sedang Berproses
Terkini
-
Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri
-
D.O. EXO Konfirmasi Comeback Solo, Album Baru Dijadwalkan Rilis Agustus
-
Laptop Murah Rasa Premium, 5 Pilihan Terbaik untuk Mahasiswa
-
BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
-
Bukan Sekadar Daur Ulang! Ini Strategi Baru Menekan Sampah Sebelum Menjadi Limbah