Senyum adalah sebuah tindakan kecil yang memiliki dampak besar. Hanya dengan tersenyum, kita bisa membuat orang lain bahagia. Tersenyum juga bisa menenangkan saraf-saraf, membuat hati yang sedang panas segera luluh dengan sebentuk senyuman yang diberikan.
Perihal senyum, ada sebuah cerita istimewa yang akan mengajarkan kepada kita, bagaimana sebuah senyuman bisa menambah pertemanan.
Alkisah seekor hiu paling ramah di samudra bernama Bugi. Ia suka tersenyum, tidak seperti hiu-hiu lain yang sengaja memamerkan gigi tajam mereka untuk menakuti satwa laut lainnya.
Luki, salah seekor hiu, kerap mengingatkan Bugi agar tak selalu tersenyum. Luki berpikir, satwa laut lain bisa mengira bangsa hiu tidak galak dan menakutkan kalau temannya itu selalu menebar senyuman.
Bugi lalu menuruti saran Luki. Ia mencoba memasang wajah galak, tapi tidak berhasil. Ia sama sekali tidak kelihatan galak. Menurut Luki, itu karena Bugi terlalu manis. Luki bahkan sampai putus asa untuk membuat Bugi terlihat menakutkan.
Suatu kali di perairan tempat Bugi biasa bermain, datanglah segerombolan paus. Mereka bermain di sana, berkejaran, berlompatan, bahkan juga bernyanyi-nyanyi sampai menimbulkan suara berisik.
Ikan-ikan hiu merasa terganggu dan memutuskan untuk menakut-nakuti kawanan paus dengan seringai gigi-gigi tajam mereka. Namun, kawanan paus bukannya ketakutan, tapi malah tertawa dan mengejek ikan-ikan hiu.
Luki keheranan, mengapa gerombolan paus tersebut tidak takut kepada mereka?
Bugi lalu memberikan saran. Ia berkata, mungkin mereka harus meminta dengan baik-baik, agar kawanan paus itu bersedia untuk pergi, dan mencari tempat bermain lain. Akhirnya, Luki menyetujui ide Bugi. Mereka lalu mendatangi kawanan paus tadi sambil tersenyum ramah.
Ternyata, kawanan paus setuju untuk mencari tempat lain. Bahkan, mereka mengajak Bugi untuk ikut bermain bersama mereka, karena mereka menyukai Bugi yang selalu tersenyum.
Sampai suatu hari, ikan-ikan hiu merasa kesepian. Mereka merindukan keramaian yang diciptakan oleh kawanan paus. Ikan-ikan hiu ingin bisa bermain bersama mereka, seperti Bugi.
Lalu, salah satu hiu mengusulkan agar mereka mencontoh perbuatan Bugi yang selalu tersenyum. Mungkin saja, itu bisa membuat kawanan paus mau bermain bersama mereka.
Nah, apakah akhirnya ikan-ikan hiu bisa bermain bersama kawanan paus? Kalian bisa mencari tahu akhir kisahnya dengan membaca cerita Bugi Hiu Suka Senyum, dalam seri Dongeng Tujuh Menit karya dari Kak Clara Ng dan telah diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Demikian ulasan buku dari saya, semoga bisa menginspirasi kalian untuk selalu tersenyum.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Alasan Tidak Suka Berteman dalam Buku 'Rayuan Seorang Badui kepada Tuhan'
-
Buku 7 Kebiasaan Orang yang Nyebelin Banget: Jangan Jadi Manusia Nyebelin
-
4 Hal yang Harus Dipastikan agar Tak Terjebak Pertemanan Palsu
-
Ulasan Buku Dunia Es Krim: Kumpulan Cerita Anak yang Penuh Imajinasi
-
Ulasan Buku 'Yang Belum Usai', Tentang Mengapa Manusia Punya Luka Batin
Ulasan
-
Off The Record: Ria SW Ungkap Sisi Lain di Balik Layar Konten Food Vlogger
-
Ulasan Dua Nafas: Kisah Haru Hubungan Nenek dan Cucu yang Menguras Air Mata
-
Delightfully Deceitful: Thriller Penuh Tipuan dengan Plot Twist Memuaskan
-
Menggugat Tradisi di Buku Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong
-
Menjelajahi Pecinan Semarang dalam Sebuah Buku
Terkini
-
The Affair Is Not the Problem Tayang Juli, Ungkap Rahasia Besar Keluarga
-
5 Liquid Concealer Glycerin yang Bikin Mata Panda Kamu Hilang Seketika
-
Masuki Pekan Kedua, I Will Find You Betah Puncaki Top 10 Global Netflix
-
Tayang Juli, Chae Jong Hyeop Bintangi Drama Jepang The Rules of Vacation
-
5 Rekomendasi Body Wash Relaksasi, Pengusir Lelah Usai Beraktivitas