Sangsi sosial sebagai salah satu hukuman yang tepat untuk para perundung mungkin bisa jadi salah satu pilihan yang tepat. Intimidasi dari banyak orang akan membuat perundung berpikir kembali atas tindakannya.
Blurb Novel A Friend's Goodwill
Langit tak terbukti melakukan pembunuhan terhadap Awan. Meski begitu, dia tak lepas dari sangsi sosial dan tuduhan sebagai pembunuh Awan dari teman-teman di sekolah. Tuduhan itu makin kuat setelah video perundungan yang dilakukannya pada Awan viral di internet. Setali tiga uang, hubungannya dengan Hari, Iman, Satria pun kandas. Dibantu polisi Bram, Langit yang ditudung rasa bersalah pada Awan, berusaha mencari pelaku pembunuhan Awan.
Ulasan buku
Buku ini adalah lanjutan dari buku The Good Friend. Jika di buku sebelumnya menceritakan tentang Awan dengan kehidupannya bersama nenek dan Langit yang suka merundung, di buku ini lebih fokus pada Langit yang berusaha mencari tahu siapa pembunuh awan.
Konsep ceritanya aku lebih suka buku kedua ini. Ceritanya lebih menyatu karena hanya fokus pada sudut pandang Langit. Pertanyaaan yang muncul di buku sebelumnya, perlahan dijawab di buku ini.
Di buku ini Langit berusaha menemukan pelaku pembunuhan Awan di Villa. Dengan bantuan seorang polisi dan ketiga temannya, mereka menyatukan semua informasi yang mereka dapatkan.
Pembunuh Awan pun akhirnya terungkap dan alasan kenapa dia membunuh awan terjawab sudah. Aku bisa lega setelah selesai membaca buku ini. Karena, sebelumnya masih menduga-duga dan takut ada plot twist mengejutkan.
Pesan di buku kedua ini sama bagusnya dengan buku pertama. Aku suka tindakan yang dilakukan Langit dengan meneruskan catatan yang dibuat Awan. Kekerasan pada anak memang harus diberantas apa pun alasannya.
Tapi, aku sempat mengira masih ada sesuatu yang penting perihal Kenzo saat Langit menerima telepon. Dari adegan ini aku merasa ada yang masih harus digali. Ditambah Pak Bram ngajak ketemu Langit di kafe karena mau bahas Kenzo. Tapi, pas di rumah sakit Pak Bram bilang gak ada yang penting dan mau dibahas setelah keluar dari rumah sakit.
Sampai ending, gak dibahas lagi. Kalau gak penting-penting banget, kenapa harus sampai ngajak ketemu? Lewat telepon harusnya bisa, kan?
Selebihnya, aku suka novel ini. Sangsi sosial yang diterima Langit sangat tepat. Karena pelaku perundungan harus menerima ganjaran yang memberi efek jera atas apa yang mereka lakukan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tuai Hujatan Karena Menang MCI, Pantaskah Belinda Diperlakukan Demikian?
-
Ulasan Novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi, Kental dengan Nilai Sejarah dan Pengabdian
-
Ulasan Novel Rooftop Buddies, Pengidap Kanker yang Nyaris Bunuh Diri
-
Berkaca pada Kasus Bunuh Diri di Pekalongan, Dampak Buruk Gadget bagi Anak
-
Ulasan Novel Mata di Tanah Melus, Petualangan Ekstrem di Negeri Timur
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Ten Years Challange, Mengubah Masa Lalu Lewat Playlist Lagu
-
Ulasan Novel 'Pulang' Karya Leila S Chudori, Kisah Kehidupan Para Buronan Politik
-
Ulasan Novel Saksi Bisu: Warisan Jadi Motif Pembunuhan?
-
Detik-detik Pesawat Super Tucano Jatuh, TNI AU Ungkap Awan Tebal Tiba-tiba Datang
-
Ulasan Buku Kue untuk Titi, Menyakiti karena Iri Hati
Ulasan
-
The Mummy Tomb of the Dragon Emperor: Plot Krusial, tapi Eksekusi Fatal
-
Review Film Enola Holmes: Pemberontakan Perempuan di Tengah Norma Sosial
-
Ulasan Cold Blooded Intern: Dilema Perempuan antara Karier dan Keluarga
-
Film Pendek Singsot, dari Mitos Menjadi Mimpi Buruk
-
Cengkeraman Penjajah dan Cita-cita Seni: Konflik Batin Pangeran dari Timur
Terkini
-
Bullying di Sekolah: Orang Tua Wajib Mengenal Aturan Perlindungan Anak
-
Heboh Sensus Ekonomi 2026: Ditanya soal Gaji, Warga Parno Naik Pajak?
-
Spanyol Akhiri Kutukan Fase Gugur Piala Dunia Sejak 2010, Siap Juara Lagi?
-
Prediksi Australia vs Mesir: Adu Taktik dan Siapa yang akan Lolos 16 Besar?
-
5 Film Tayang di Netflix Awal Juli 2026, Ada Gone Girl hingga Hamnet