Saya merasa yakin jika setiap orang pernah mengalami yang namanya sakit hati atas perlakuan orang lain. Tak hanya sakit hati, sebagian orang bahkan mengalami sakit fisik akibat kekerasan yang dilakukan pada mereka. Bila sudah melakukan kekerasan, mungkin kita bisa melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
Memang sangat menyakitkan ketika ada orang yang menyakiti kita. Terlebih orang tersebut adalah orang dekat kita semisal teman, tetangga, atau anggota keluarga. Mereka yang kita kenal baik selama ini tiba-tiba karena ada kesalahpahaman misalnya, tiba-tiba berubah menjadi orang yang tidak baik bagi kita.
Sakit hati bisa menyebabkan seseorang menjadi pendendam. Padahal yang namanya dendam itu sebenarnya tidak perlu dan tidak usah kita lampiaskan. Ada kok cara-cara yang lebih elegan dan berkelas untuk menanggulangi dan membalas sakit hati dan dendam dengan lebih baik.
Di buku ‘Balas Dendam yang Sangat Manis’ karya penulis yang hanya menggunakan inisial A.K. ini, akan dipaparkan cara menggiring rasa dendammu ke arah yang lebih baik. Balaslah dendammu dengan manis! Buatlah agar mereka menyesal telah menyakitimu.
Hal yang harus kita pahami bahwa sakit hati dan dendam itu adalah hal yang berbahaya bila terus dipiara dalam jiwa manusia. Dalam buku ini diterangkan, sakit hati itu seperti sebuah benih yang dilempar tiba-tiba ke dalam hatimu dan begitu cepat tumbuh dan membesar, menjalar ke mana-mana.
Sakit hati itu akan menjadi sebuah pohon raksasa yang tumbuh melingkar-lingkar di seluruh hati dan pikiranmu. Pohon raksasa itu akan membesar dan membesar. Pohon raksasa itu bernama: dendam. Dan dendam itu akan menggelayuti pikiranmu, menggelapi matamu, membakar darahmu, memenuhi sendi-sendi hidupmu (hlm. 21).
Jangan sampai jiwa ragamu dirusak oleh amarah dan kebencian karena itu hanya akan membuat dirimu hancur sendiri. Tenangkan dirimu. Tarik napas dalam-dalam. Kendalikan seluruh hidupmu. Bersabarlah. Kita akan membalas dendam, tetapi dengan kepala yang dingin (hlm. 33).
Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah: bagaimana cara kita membalas dendam dengan kepala yang dingin, atau dengan cara-cara yang elegan, manis, dan tidak membuat kita mengalami kerugian lahir dan batin? Salah satu caranya adalah dengan membuang pikiran-pikiran negatif yang ada pada diri kita.
Kuatkanlah hatimu jika sedang sakit hati. Jangan sampai dipengaruhi oleh pikiran-pikiran buruk. Kuatkanlah dirimu, karena sesungguhnya di saat ini kau sedang diberi ujian oleh Allah. Jika kau lemah, kau akan membalaskan dendammu dengan keburukan pula. Tetapi jika kau kuat, kau akan bisa berpikir lebih jernih, untuk dapat melakukan pembalasan dendam dengan manis (hlm. 81).
Hidupmu masih panjang. Jalanmu masih terbentang. Jadilah orang yang pintar. Abaikan mereka. Abaikan orang-orang yang tidak peduli kepadamu. Abaikan orang-orang yang tidak menghargaimu. Abaikan orang-orang yang menyakitimu. Tinggalkan mereka. Hidupmu jauh lebih berharga. Pikirkan saja dirimu sendiri. Jangan pikirkan mereka (hlm. 85).
Sungguh menarik membaca buku motivasi terbitan Gramedia (2014) ini. Sebuah buku yang bisa membuat kita tersadar untuk menghargai diri sendiri. Biarkan semesta atau Allah yang akan membalas orang yang telah berbuat jahat pada kita. Karena setiap kejahatan akan mendapatkan balasan dari-Nya. Jadi, tak perlu kita sibuk dan repot membalas kejahatan dengan kejahatan serupa.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Menghardik Gerimis, Menikmati Cerita-Cerita Pendek Sapardi Djoko Damono
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Kenapa Luka Batin Tidak Pernah Hilang? Mengungkap 'Kerak' Trauma yang Membentuk Diri Anda
-
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan itu Tetap Cinta: Memahami Rasa Lewat Sajak Tere Liye
-
Inspirasi Kebijaksanaan Hidup dalam Novel Sang Pemanah
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel 24 Jam Bersama Gaspar, Kisah Detik-Detik Terakhir Seorang Detektif Amatir
-
Milna and Me: Kisah Nyata Penulis saat Kesurupan, dan Di Ambang Kematian
-
Menjaga Hati Jangan Sampai Berkarat Lewat Buku 'Mulai dari Hati'
-
Ulasan Buku Hello Karya Tere Liye, Kisah Cinta Setara Walau Berbeda Kasta
-
Ulasan Buku 'Beauty Undercover for Muslimah', Pentingnya Menjaga Penampilan
Ulasan
-
Review Film Nobody: Petualangan Monster Kecil yang Lucu dan Menginspirasi
-
Kisah di Balik Golgota: Memahami Injil Matius sebagai Narasi Agung Sang Mesias.
-
Tak Semua Orang Tua Layak jadi Figur Ayah-Ibu, Kisah Getir Cinta untuk Nala
-
Ulasan Novel Sylvia's Letters, Transformasi Karakter Melalui Tulisan
-
Setelah Air Mata Kering: Bab Tionghoa yang Hilang dari Buku Sejarah Sekolah
Terkini
-
Dari Selat Hormuz ke Meja Makan: Waspada Efek Domino Konflik Global ke Dapur Kita
-
Wisuda Bukan Garis Finis: Nasib Lulusan Baru di Pasar Kerja yang Tak Pasti
-
Perempuan Bergaun Merah dan Jejak di Pos Satpam
-
Lenovo IdeaPad Slim 5 Gen 10: Laptop Tipis Berotak AISiap Temani Aktivitas Harianmu
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia