Punthuk Setumbu belakangan ini menjadi alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur. Seiring dengan munculnya beberapa destinasi wisata Jawa Tengah yang mengeksplorasi sunrise, Punthuk Setumbu memberikan pilihan bagi pengunjung. Bahkan tidak jarang pengunjung mengutamakan Punthuk Setumbu daripada Candi Borobudur.
Punthuk Setumbu berasal dari punthuk yang berasal dari Bahasa Jawa. Punthuk sendiri mempunyai arti gundukan atau bukit. Maka Punthuk Setumbu yang berupa salah satu puncak di Pegunungan Menoreh menjadi tempat yang tepat.
Letak Punthuk Setumbu hanya sekitar 5 menit dari Candi Borobudur. Jalan raya yang menuju ke lokasi pun bagus, aspal halus cukup untuk bersimpangan 2 mobil.
Hanya saja saat memasuki lokasi jalan hanya dapat dilalui satu mobil saja. Oleh karena itu di lokasi ini ada petugas yang mengatur naik turunnya mobil ke lokasi.
Sesuai dengan atraksi yang ditawarkan, kesibukan di Punthuk Setumbu terjadi sekitar jam 4 pagi. Saat itu tamu-tamu baik dari luar kota atau sengaja menginap di hotel atau homestay sekitar, mulai berdatangan. Maka tidak heran jika terlambat datang akan mendapatkan tempat parkir agak jauh dari pintu masuk.
Harga tiket masuk Punthuk Setumbu terbilang murah. Karena hanya dengan uang sebesar 20 ribu rupiah, wisatawan domestik bisa masuk ke lokasi. Sedangkan bagi wisatawan asing dikenakan 50 ribu rupiah.
Jalan setapak menuju puncak sekarang sudah bagus, tidak licin lagi seperti dahulu. Jalan menanjak yang ada membutuhkan waktu sekitar 10 menit hingga ke puncak. Bagi mereka yang merasa kesulitan karena menanjak tidak perlu khawatir, sebab banyak warung kiri kanan jalur bisa untuk istirahat.
Hal menarik dari Punthuk Setumbu adalah keberadaan petugas atau relawan yang ada di puncak. Mereka akan senang hati membantu pengunjung mengambilkan foto, mengatur gaya, atau hanya mengobrol saja. Semua petugas ramah-ramah, dan mereka tidak mematok biaya jasa, cukup seikhlasnya saja.
Menurut Gianto, salah seorang relawan, hal itu dilakukan untuk memberikan kesan baik pada pengunjung. Sehingga saat meninggalkan lokasi tersebut akan datang kembali dengan kawan-kawannya berkat pelayanan yang diberikan.
Saat tiba di puncak, pemandangan yang paling ditunggu adalah saat matahari muncul dari balik Gunung Merapi di sebelah timur.
Selain itu pemandangan beberapa gunung pun seperti Gunung Merbabu, Telomoyo, Sumbing, dan Sindoro begitu indah di kejauhan.
Sementara di bagian bawah, tampak Candi Borobudur yang begitu megah. Di bagian lain terdapat Gereja Ayam, bangunan yang pernah digunakan untuk shooting film AADC tampak tidak begitu jauh. Anggun seperti seekor ayam raksasa di tengah belantara.
Baca Juga
-
Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar
-
Meski Jadi Raja ASEAN, Vietnam Tetap Simpan Ketakutan pada Timnas Indonesia
-
Tekuk Vietnam Lewat Adu Penalti, Filipina Kejutan Sempurna SEA Games 2025
-
Timnas Futsal Putri Lolos ke Final, Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
-
Kalahkan Filipina 3-0, Rivan Nurmulki Jaga Asa Medali Emas Voli SEA Games
Artikel Terkait
-
Liburan ke Inggris, Ini Sejumlah Destinasi Wisata Istimewa yang Dapat Dinikmati
-
Destinasi Wisata Mulai Ramai Dikunjungi Saat Libur Nataru, Mana yang Jadi Favorit?
-
6 Destinasi Wisata di Jakarta yang Jadi Rekomendasi Untuk Rayakan Malam Tahun Baru, Bisa Ajak Keluarga atau Pacar!
-
Bugis Waterpark, Berenang hingga Coba Beragam Wahana Seru di Kota Makassar
-
Pantai Akkarena, Pilihan Destinasi Wisata Alam Keluarga di Makassar
Ulasan
-
Tanah Gersang: Kritik Tajam Mochtar Lubis Tentang Moral di Ibukota
-
Drama China You Are My Hero: Ketika Medis dan Militer Bertemu
-
Review Novel O Eka Kurniawan: Satir Pedas Tentang Monyet Berambisi Jadi Manusia
-
5 Centimeters Per Second Live-Action: Kisah Penerimaan atas Kehilangan
-
Review Film The Plague: Metafor Kecemasan Sosial yang Menyeramkan!