Buat yang suka dengan cerita baper, “Sekotak Senja untuk Nirbita” karya Yupitawdr mungkin bisa menjadi rekomendasi yang cocok buatmu. Novel terbitan penerbit Akad ini cukup tebal, 347 halamn, tapi karena ceritanya seru, gak kerasa tiba-tiba sudah dihalaman akhir aja.
“Sekotak Senja untuk Nirbita” bercerita tentang Nirbita yang telah mengalami banya kehilangan dalam hidupnya. Mulai dari diputusin Raiden, pacarnya, karena ada perempuan lain. Lalu papanya yang melakukan sesuatu gak jauh beda sama Raiden.
Semua ini pasti berat buat Nirbita. Hidupnya seketika terasa suram dan berat. Bahkan sangkingf stresnya, dia sampai self harm alias menyakiti diri sendiri. Jadi, buat kalian yang masih di bawah umur tidak disarankan untuk membaca cerita ini, ya.
Alur pun bergulir dan membuat Nirbita bertemu Sekala. Nah, sejak mulai masuknya tokoh baru ini saya rasa rasa dari cerita ini berubah menjadi lebih seru. Jadi gak melulu sedih dan kelam. Mereka pun bertambah dekat seiring waktu.
Nirbita Asteria Gantari ini digambarkan sebagai sosok yang hidupnya sudah diatur oleh sang mama. Namun sayang, masa lalunya penuh plot twist yang menguras air mata.
Jadi novel ini pakai alur maju mundur. Jangan lupa siapin tisu selama membaca alur mundur ini ya. Karena penulis jago banget membuat jalan cerita novel ini terasa hidup. Narasinya juga bagus banget.
Meski novel ini adaptasi Wattpad, tapi gak semua novel aplikasi itu jelek, kok. Semua balik lagi tergantung bagaimana penulis mengemas ceritanya.
Dari sini saya diingatkan lagi kalau kita seringkali merasa kehilangan ketika seseorang itu sudah tidak ada. Makanya sebelum menyesal, hargai sebaik-baiknya apa yang sedang bersama kita saat ini.
Meski novel ini banyak mengandunh pesan moral dan ceritanya sangat menyentuh, tapi kalimat dalam buku ini punya banyak kata yang sulit dipahami. Jadi harus liat foot note untuk tahu arti dari kalimatnya.
Akhir kata, novel ini tidak cocok untuk anak di bawah umur dan yang tidak suka cerita angst dan sad ending.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Samantha, Kisah Sedih Hantu Noni Belanda
-
Memahami Manusia Lewat Kata-Katanya dari Buku 'The Dignity Of Words'
-
Ulasan Novel 'Kota Bandung dan Biru' Kisah Pilu Anak Penyintas Bullying
-
Review Buku I Did a New Thing: Transformasi Hidup dalam Tantangan 30 Hari
-
Review Buku Kelinci Terbang Ingin Pulang: Eksplorasi Kehilangan Perpisahan
Ulasan
-
Mengenang Penyintas PD II dan Tenggelamnya Gustloff dalam Salt to The Sea
-
Novel Melukis Langit Dermaga: Pemulihan Diri di Kota Pelabuhan Kecil Jerman
-
Misteri Patung Garam: Novel Lokal dengan Misteri yang Unik dan Menegangkan
-
Ulasan Novel Deuce: Tak Semua Remaja Tumbuh dengan Kenyamanan
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
Terkini
-
Gen Z Disebut Kalah Cerdas dari Milenial, Efek EdTech di Dunia Pendidikan?
-
Menulis dengan Tanggung Jawab demi Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat
-
Jadi Ibu Tunggal, Asri Welas Tak Batasi Komunikasi Anak dan Mantan Suami
-
Valentine Tanpa Pasangan? Ini 5 Cara Seru Menikmatinya
-
Bunga Matahari yang Gigih