Buku berjudul 'Alpha Code, Ritual 30 Menit Sehari Untuk Hidup Sukses' adalah buku self-improvement yang ditulis oleh Deby Tanamal.
Buku ini sebenarnya berangkat dari konsep-konsep yang sudah umum dalam materi pengembangan diri. Namun yang membuat buku ini sedikit berbeda adalah orientasinya yang berpijak pada penerapan dari beberapa konsep tersebut.
Di antaranya adalah konsep mengenai self awareness, atau kesadaran diri. Bagi sebagian orang, self awareness atau bagaimana kita sadar betul tentang diri kita sendiri adalan dasar pijakan untuk membuat perubahan.
Penulis mengutip dari Daniel Goleman, bahwa kesadaran diri adalah landasan utama dalam kecerdasan emosional. Selain self awareness, konsep penting yang perlu kita ingat adalah pentingnya menjaga pikiran bawah sadar dengan berhati-hati dalam memberikan input ke dalamnya.
Sebab pikiran bawah sadar inilah yang sangat berperan dalam menentukan pilihan-pilihan yang kelak akan kita ambil.
Di sini, penulis mulai memberikan lembar kerja yang bisa kita isi untuk menganalisis self awareness dan pikiran bawah sadar yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan.
Di bab selanjutnya, penulis mendorong kita untuk merancang sebuah ideal life yang ingin kita raih dalam hidup. Selain itu juga ada lembar kerja untuk mengisi life purpose atau tujuan hidup.
Setelah mengisi template yang terkait dengan rencana dan hal-hal yang harus kita kerjakan, penulis juga menekankan tentang pentingnya membuat abundance journal berupa daftar afirmasi positif dan hal-hal yang patut kita syukuri setiap hari.
Ada pula negative thinking list yang bisa membantu kita untuk menghalau pikiran-pikiran negatif yang kerap menghambat kita dalam meraih tujuan.
Selain menekankan pembaca untuk mengambil langkah konkret, satu hal yang saya garis bawahi dari buku ini adalah pernyataan Jack Ma berikut yang dikutip oleh penulis.
"Afterworks is what determines your future"
Afterworks, atau hal-hal yang mengisi waktu luang setelah kita bekerja adalah sesuatu yang amat penting untuk diperhatikan. Sebab hal ini begitu sering kita lalaikan karena menganggap waktu setelah bekerja hanya untuk bersantai semaunya.
Padahal seharusnya kita beristirahat secara efektif, atau recharging energi dengan membaca buku atau mencari inspirasi.
Kita juga bisa menggunakan waktu afterworks untuk mengasah keterampilan baru, atau belajar mengenai bidang yang saat ini kita geluti. Dengan begitu, hidup kita akan senantiasa ter-upgrade.
Secara umum, buku ini sebenarnya lumayan menginspirasi. Hanya saja saya tidak menemukan penjelasan yang lebih dalam mengenai 'Alpha Code' sebagaimana judul yang diangkat dalam buku ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
-
Review Buku Dongeng Nusantara, Mengajarkan Kita Arti Kehidupan
-
Review Buku 'Kamu Tidak Istimewa': Meretas Jalan Melintasi Paham dan Prasangka
-
Penerapan Konsep Zen dalam Buku Jangan Cemas: Kurangi, Relakan, Tinggalkan
-
Ulasan Buku 'Kita Tidak Mungkin Bisa Menyenangkan Semua Orang', Berhenti Menjadi People Pleaser!
-
Menuju Pintu Kampus Impian: 4 Rekomendasi Buku untuk Belajar UTBK SNBT 2024
Ulasan
-
Teach You A Lesson vs Study Group: Drakor Mana yang Paling Recommended?
-
Review Drama Filing For Love: Angkat Isu Fatherless yang Bikin Mewek
-
Review Drama Korea Your Honor: Ketika Keadilan Tak Lagi Hitam Putih
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Menyusuri Lorong Rindu dalam Antologi Puisi Bertemu di Temaram
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia