Serangan sporadis Iran atas Israel yang terjadi pada Sabtu (13/04/2024) kemarin memang mengejutkan banyak pihak. Menyadur laman indomiliter.com, serangan tersebut dilakukan oleh Iran setelah pihak Israel beberapa waktu lalu juga menyerang Iran dan menewaskan beberapa pejabat tinggi militer negara Syiah tersebut.
Dalam serangan yang berlangsung semalam tersebut, Iran menerjutkan puluhan rudal balistik dan rudal jelajah serta beberapa drone kamikazei (loitering-munition) yang diluncurkan dari Iran, Lebanon dan beberapa negara dekat Israel lainnya. Serangan ini juga menjadi tindakan bersenjata secara langsung oleh Iran yang dilakukan kepada musunya di timur tengah tersebut selama beberapa dekade terakhir.
Dalam serangan mengejutkan tersebut. Iran menggunaan hampir sebagian besar jenis rudal balistiknya, termasuk rudal balistik jarak menengah, Emad atau Ghadar/Qadr-3. Melansir dari laman janes.com, rudal balistik Emad tersebut diketahui digunakan oleh Iran usai beberapa puing-puingnya yang ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Jordania dan Israel ditemukan di beberapa tempat di kedua negara tersebut.
Rudal Balistik yang Dikembangkan Pada Dekade 2010-an
Rudal Emad Sendiri sejatinya merupakan pengembangan dari rudal balistik jarak menengah Qadr/Ghadar-1 milik Iran yang sudah mulai diperkenalkan pada tahun 2007 silam. Melansir dari laman militarytoday.com, rudal ini merupakan rudal Qadr generasi ke-3 atau juga dikenal dengan nama Qadr-3. Rudal Emad sendiri diklaim memiliki jarak jangkauan hingga 1.900 km dan dapat mencapai kecepatan maksimal hingga mach 11. Sementara Emad sendiri mulai didesain pada awal dekade 2010-an dan diperkenalkan pada tahun 2015 lalu.
Rudal Emad sendiri didasarkan kepada pengembangan rudal Shahab-3 yang juga dikembangak dari rudal buatan Uni Soviet, yakni Scud. Rudal dengan bobot sekitar 17 ton ini mampu diluncurkan melalui kendaraan berpenggerak 10x10 atau diluncurkan dari silo peluncuran di bawah tanah. Rudal ini sendiri dianggap memiliki teknologi yang cukup modern karena memiliki metode peledakan beberapa meter diatas permukaan tanah dan cocok untuk penyebaran senjata biologis ataupun kimia.
Hulu ledak rudal ini tergolong cukup besar, yakni dapat memuat hulu ledak hingga berat 1.000 kg. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir. Dengan jarak jangkauan sekitar 1.900 km, rudal ini sangat memungkinkan mencapai wilayah Israel apabila diluncurkan dari wilayah Iran bagian selatan.
Baca Juga
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
-
Kembali Raih Juara AFF, Vietnam Memang Berjodoh dengan Pelatih Asal Korea
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
-
Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya
Terkini
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu
-
Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club
-
Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?