Saban tahun, tepatnya tiap menjelang bulan Rabiul Awal (bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW), Edi AH Iyubenu mesti menuntaskan buku tentang sosok Nabi Agung, sang putra Abdullah. Hingga kini, pria berdarah Madura itu telah merampungkan buku mengenai Nabi Muhammad seri kelima.
Dalam pengantarnya, Edi AH Iyubenu mengemukakan, buku seri kelima dari Muhammadku Sayangku ini mulai ditulis sejak 10 Agustus 2023 pukul 21.16 WIB dan tuntas pada 28 Agustus 2023 pukul 21.10 WIB.
Berbeda dengan buku seri sebelumnya. Pada seri pertama sampai ketiga, kental dengan karakter sirah dan curhat. Edisi keempat di tahun 2022 bergeser menjadi gaya narasi sirah. Dan pada seri kelima ini, intens bergumul dengan dalil-dalil dan kajian-kajian analitis, sebagai pondasi bagi para pecinta Nabi Muhammad SAW.
Pada bagian pertama, pendiri Penerbit Diva Press ini mengulas tentang kondisi Nabi yang membuat Sayyidina Umar bin Khattab menangis saat menjumpainya. Momen tersebut diabadikan oleh Imam Bushiri dalam bait syair Burdah:
Wa syadda min saghabin ahsya-ahu wa thawa # Tahtal hijarati kasyhan mutrafal adami.
(Lantaran lapar mendera, Kanjeng Nabi Muhammad Saw meneguhkan hatinya dan mengencangkan sabuk yang ditempeli batu pada kulit perutnya yang mulus).
Umar bin Khattab bertanya kepada Nabi dengan mata basah, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang kami ini? Jika engkau kelaparan, tidak mungkin kami tidak akan memberikan makanan lezat. Wahai Rasulullah, kami semua ini adalah sahabatmu, hidup dalam kemakmuran."
Nabi menanggapinya, "Tidak, wahai Umar. Aku tahu bahwa kalian tidak hanya akan memberikan makanan lezat padaku, tetapi juga harta, bahkan nyawa kalian, sebagai bukti cinta kalian padaku. Tetapi, Umar, bagaimanakah nantinya aku akan menghadap Allah Ta'ala dan bagaimana caraku menyembunyikan rasa malu jika sebagai pemimpin aku malah menjadi beban bagi orang-orang yang aku pimpin? Biarlah rasa lapar ini menjadi hadiah Allah Ta'ala kepadaku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini, apalagi di akhirat nanti."
Umar bin Khattab tertegun, tak mampu berkata-kata lagi. Dalam kezuhudan Nabi senantiasa terselip nama umatnya.
Inilah salah satu bagian isi yang termuat di dalam buku terbitan Diva Press pada September 2023. Dan masih banyak lagi kisah-kisah mengharukan Nabi Muhammad yang berkenaan dengan kecintaan beliau kepada umatnya, serta dilengkapi dengan dalil-dalil sahih. Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Muhammadku Sayangku 5
Penulis: Edi AH Iyubenu
Penerbit: Diva Press
Cetakan: I, September 2023
Tebal: 186 halaman
ISBN: 978-623-189-284-3
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Duka di Lebanon dan Meja Politik: Sampai Kapan Indonesia Diam?
-
Pilih Laptop Tanpa Overbudget: 3 Varian IdeaPad yang Paling Worth It
-
Body Tipis Performa Maksimal! Huawei MatePad 12 X: Tablet Rasa Laptop Bikin Ngetik Jadi Nyaman
-
Godzilla El Nino 2026: Alarm Keras dari Bumi yang Mulai Hilang Keseimbangan
-
Jumat Santai atau Strategi Serius? Membaca Arah Baru WFH ASN di Indonesia
Artikel Terkait
-
Review Buku The Magic Karya Rhonda Byrne: Mengungkap Kekuatan Kata-Kata
-
Review Novel 'You Are The Reason', tentang Pengorbanan Cinta dan Komitmen
-
Perbaiki Mindset Keuangan yang Mendatangkan Berkah di Buku Money Therapy
-
Ulasan Buku Giant Steps, Perubahan Kecil yang Membuat Perbedaan Besar
-
Ulasan Buku Tempat Terbaik di Dunia, Cerita Antropolog Belanda dari Kawasan Kumuh Jakarta
Ulasan
-
Ulasan Novel Sylvia's Letters, Transformasi Karakter Melalui Tulisan
-
Setelah Air Mata Kering: Bab Tionghoa yang Hilang dari Buku Sejarah Sekolah
-
Cak Dlahom: Sosok "Nyeleneh" yang Bikin Kamu Malu karena Sok Tahu
-
Untuk Melihat, Kita Butuh Kerendahan Hati: Sisi Haru di Novel Sang Alkemis
-
Review Film The Hostage's Hero: Sajikan Aksi Dramatis TNI Angkatan Laut!
Terkini
-
Tayang 2 April, ENHYPEN Hingga V BTS Isi Soundtrack XO, Kitty Season 3
-
Shin Ye Eun Gabung Park Bo Gum dalam Pembicaraan Bintangi Night Traveler
-
5 Rekomendasi Toner Aloe Vera untuk Menenangkan Kulit Sensitif dan Iritasi
-
Mark Resmi Tinggalkan SM Setelah 10 Tahun, Akhiri Semua Aktivitas Grup
-
Duka di Lebanon dan Meja Politik: Sampai Kapan Indonesia Diam?