Introvert dan ekstrovert adalah dua tipe kepribadian manusia yang ditentukan berdasarkan karakteristik dominan dalam diri seseorang tanpa dikotomi dengan tidak menonjolkan kekuatan atau melemahkan salah satu dari keduanya.
Dalam buku 'Memperkenalkan Psikologi Analitis' yang ditulis oleh G Cremers, Carl Gustav Jung mengatakan bahwa ekstraversi yang berorientasi ke luar dan introversi yang berorientasi ke dalam merupakan refleksi tingkah laku manusia untuk dikenali keduanya secara berimbang.
"Ekstraversi dan introversi hanya merupakan dua di antara banyak ciri khas tingkah laku manusia, tetapi mereka sering kali tampak jelas dan mudah dikenal," Carl Gustav Jung.
Mitos yang berkembang menilai bahwa seseorang dengan tipe kepribadian introvert cenderung dilihat sebagai sosok pendiam dan pemalu dengan keterlibatan sosial yang rendah, tidak suka bergaul dan berteman, isolatif dan kadang-kadang dianggap memiliki kepribadian anti sosial. Benarkah demikian?
Dalam berbagai perspektif, buku 'Memahami 4 Kepribadian Introvert secara Mendalam' tulisan Katrin Vee yang diterbitkan oleh Cahaya Harapan, Andi Offset, Yogyakarta, 2024 ini merupakan literasi yang mengulas tentang siapa sosok introvert sesungguhnya dan bukan sekedar mitos. Mari ikuti ulasannya.
Thinking introvert adalah seorang pemikir dengan ide cemerlang dan mampu memahami konsep rumit atau fenomena dengan kritis. Seorang pemikir cermat, kreatif, dan empatik yang sanggup menemukan solusi dan inovasi baru dengan menyendiri.
Social introvert adalah individu yang lebih menyukai lingkungan tenang daripada harus berinteraksi dengan banyak orang yang membuat energinya terkuras. Interaksi intim dan berkualitas dalam kelompok kecil yang supportif dapat memberikan dukungan emosional berharga bagi diri dan kelompoknya.
Anxious introvert memiliki kecemasan tinggi ketika harus berhadapan dengan orang lain karena mereka khawatir menjadi pusat perhatian dan mendapatkan penilaian dari lawan bicara. Alhasil mereka tidak bisa menikmati hubungan yang berkualitas dan menjadi kurang percaya diri.
Restrained introvert adalah individu yang tenang dan penuh kontrol, hati-hati dalam berbicara, dan selalu menghindari konflik. Mereka termasuk pengamat yang cermat dan sensitif terhadap setiap perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungan.
Buku ini juga mengulas tentang kekurangan yang dimiliki oleh individu introvert yang sulit berbagi ilmu dan kurang ekspresif. Pemilik perasaan sensitif, suka menarik diri, sulit adaptasi, dan isolatif yang menjadikan mereka rentan terhadap tekanan dan kecemasan.
Selamat membaca, semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Menjawab Keraguan Gen X Lewat Saksi Bisu Kebersamaan Tim Futsal
-
Kaum Intelektual Kudu Ngerti kalau 'Literasi bukan Sekadar Calistung' Mulu
-
Karakteristik Schadenfreude dalam Psikologi Massa Sound Horeg
-
Tokoh Perempuan di Balik Sukses Ki Hajar Dewantara Pertahankan Taman Siswa
-
Tumbuhkan Jiwa Patriot lewat Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara
Artikel Terkait
-
Berlatih Hadapi Masalah dari Sudut Pandang Baru Lewat Buku-buku Ini
-
Upaya Membangun Kepercayaan Diri yang Kuat untuk Meraih Kesuksesan
-
Ubah Cara Pandangmu! 3 Poin Penting dari Buku The Achievement Habit untuk Hidup Lebih Baik
-
Lelah dengan Rutinitas Kerja? Ini 4 Rekomendasi Buku untuk Atasi Burnout!
-
Menjadi Anak Rendah Hati dan Penyayang dalam Buku Cerpen 'Kaya dan Miskin'
Ulasan
-
Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang
-
Review Drama The Scarecrow, Teka-Teki Pembunuhan Berantai Tiga Dekade
-
Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Ini Keseruan Buku Bob Shea
Terkini
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas
-
Bertabur Bintang Beken, 5 Drakor Adaptasi Webtoon Ini Malah Anjlok di TV Korea
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel