Bagai Bumi Berhenti Berputar adalah buku anak yang ditulis oleh Clara Ng dan Illustrator oleh Emte. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2012 dengan ketebalan 128 halaman. Buku ini ditujukan untuk anak-anak berusia tujuh tahun ke atas dengan bimbingan orang tua.
Sinopsis
Apakah arti mati? Mengapa kakak tidak dapat berjalan? Mengapa Mama berpisah dengan Papa? Mengapa adik harus dirawat di rumah sakit? Kenapa aku harus pindah rumah ke tempat yang asing?
Anak-anak tidak lepas dari emosi negatif, seperti duka, shock, sedih, dan malu. Peristiwa yang menguras emosi bisa saja terjadi di dalam keluarga mana pun.
Sebagai orang tua, kita tak boleh mengabaikannya, menganggap peristiwa yang sangat emosional ini sebagai hal yang harus ditutupi, tak perlu diungkapkan, atau dibesar-besarkan. Orang tua wajib memberikan sandaran dan dukungan bagi mereka.
Buku ini membantu anak-anak memahami perasaan mereka dan membantu mengingatkan bahwa mereka tidak sendirian. Buku ini juga menolong anak-anak berempati kepada anak-anak lain yang kebetulan sedang mengalami peristiwa menyedihkan di keluarganya.
Buku Anak yang Berani Angkat Tema Berat
Buku Bagai Bumi Berhenti Berputar terdiri dari lima cerita pendek yang mengangkat tema-tema berat seperti perceraian, kematian orang tua, dan saudara yang mengidap penyakit mematikan. Sangat berbeda dengan buku anak kebanyakan yang berisi cerita-cerita yang lucu dan menyenangkan.
Tokoh-tokoh utama di dalam lima cerita ini merupakan anak-anak yang merasakan berbagai emosi negatif, seperti duka cita, takut, dan sedih akibat permasalahan dalam keluarga yang dihadapinya.
Seperti dalam cerita yang berjudul Jangan Lupa Aku Mencintaimu, kita melihat bagaimana seorang anak perempuan bernama Donna menghadapi perceraian orang tuanya.
Donna awalnya merasa takut dan tidak mengerti mengapa orang tuanya harus berpisah. Namun, melalui penjelasan yang jujur dan penuh kasih sayang dari orang tuanya, Donna akhirnya dapat menerima kenyataan dan memahami bahwa meskipun mereka bercerai, cinta orang tuanya tetap ada untuknya.
Buku yang Mengenalkan Emosi Negatif kepada Anak
Melalui lima cerita di dalam buku Bagai Bumi Berhenti Berputar, Clara Ng berusaha untuk membantu anak-anak mengenal dan memahami emosi negatif yang mereka rasakan, seperti dukacita, takut, dan sedih. Buku ini tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk memahami emosi negatif mereka, tetapi juga memberikan pesan moral yang penting untuk orang tua.
Buku ini menekankan pentingnya kejujuran, keterbukaan, dan dukungan emosional ketika anak menghadapi permasalahan dalam keluarga. Mereka membutuhkan penjelasan yang jujur dan dukungan penuh dari orang tua ketika menghadapi situasi sulit.
Buku ini juga mengingatkan orang tua bahwa anak-anak juga bisa memiliki perasaan dan emosi yang kompleks.
Kesimpulan
Tidak hanya bagus dibaca untuk anak-anak, buku Bagai Bumi Berhenti Berputar sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh orang tua.
Buku ini menawarkan cara yang efektif untuk membantu anak-anak mengenali dan memahami emosi negatif mereka dan memberikan pesan moral yang penting kepada orang tua tentang cara menghadapi anak yang sedang berhadapan dengan masalah keluarga.
Baca Juga
-
Resensi Buku Mengarang Itu Gampang, Sukses Menulis ala Arswendo Atmowiloto
-
Resensi Buku 'Generation Gap(less)', Strategi Komunikasi Lintas Generasi
-
Resensi Buku 'Goodbye, Things', Hidup Bahagia dengan Sedikit Barang
-
Ulasan Memento Pseudo-Daycare, Webtoon Petualangan yang Tak Biasa
-
Review Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring: Belajar Memaknai Duka
Artikel Terkait
-
Berapa Jarak antara Luka dan Rumahmu: Kehilangan Bertubi di dalam Pesantren
-
WhatsApp Perkenalkan Buku Alamat Sendiri, Bebas dari Kontak Ponsel
-
Ulasan Buku Fear of Missing Out, Hidup Tak Melulu Tentang FOMO
-
Mengatasi Ketakutan Pernikahan Lewat Buku Karena Menikah Tak Sebercanda Itu
-
Kesalahan-Kesalahan Penghalang Kesuksesan dalam Buku Mindsets for Success
Ulasan
-
Membongkar Sisi Kelam Orde Baru dalam 'Larung': Sastra yang Menolak Dibungkam
-
Novel Misteri Kota Tua, Petualangan Beno Menyusuri Sejarah Kota Tangerang
-
Man on Fire, Series yang Sibuk Jadi Thriller Politik Sampai Lupa Rasa
-
Dibalik Pesona F4: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Hubungan Gu Jun Pyo dan Geum Jan Di?
-
Menyusuri Jambi Kota Seberang: Saat Rumah Kayu "Mengapung" di Atas Sungai
Terkini
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
-
Berhenti Merasa Nyaman dalam Ketidaktahuan: Mengapa Istri Wajib Tahu Keuangan Keluarga
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia