Halo, para pencinta film! Kali ini aku mau bahas film terbaru yang lagi ramai dibicarain, Flight Risk. Film yang dibintangi Mark Wahlberg ini emang udah dinanti-nanti sejak trailer-nya keluar. Tapi, apa benar film ini sebagus ekspektasi? Atau malah bikin kecewa? Yuk, simak ulasan lengkapku ini dengan bahasa santai ala anak kekinian!
Flight Risk bercerita tentang seorang pilot (Mark Wahlberg) yang ditugaskan buat menerbangkan seorang penumpang khusus—seorang narapidana laki-laki (diperanin oleh Topher Grace) yang jadi saksi kunci dalam kasus besar.
Masalahnya, penerbangan ini gak sesimpel yang dibayangin. Ada konspirasi, ancaman pembunuhan, dan tentu aja, ketegangan di udara yang bikin deg-degan.
Awalnya, semua keliatan normal. Pilotnya cool, penumpangnya cemas, dan cuaca… yah, lumayan mendung. Tapi lama-lama, mulai kelihatan kalau ada yang gak beres.
Pilot ini ternyata punya agenda lain, dan penumpangnya harus pintar-pintar menyelamatkan diri. Nah, gimana kelanjutannya? Kamu harus nonton sendiri!
Ulasan Film Flight Risk
Pertama, aku harus kasih applause buat Mark Wahlberg. Aktingnya sebagai pilot yang mysterious benar-benar ngegenggam. Dia bisa ngebalance antara karakternya yang keliatan biasa aja tapi sekaligus bikin penonton curiga. Ada adegan di mana dia cuma ngomong biasa, tapi somehow bikin merinding. That’s Wahlberg’s magic!
Topher Grace juga oke banget sebagai tahanan yang harus bertahan di situasi gila kayak gini. Ekspresinya pas lagi panik atau mikirin strategi keluar dari masalah bikin kita ikut ngerasain tensi-nya.
Hal yang paling aku suka dari Flight Risk adalah pacing-nya. Film ini gak banyak bacot—langsung to the point, terus tegangannya dibangun pelan-pelan sampai klimaks.
Adegan di pesawatnya benar-benar claustrophobic, seperti kita ikut terjebak di situ. Sound effect-nya juga menambah atmosfer mencekam, jadi kamu bakal ngerasain setiap goncangan pesawat atau dentuman yang tiba-tiba.
Nah, di balik semua keseruan tadi, Flight Risk punya beberapa kelemahan. Pertama, alurnya kadang agak predictable. Kamu mungkin bisa nebak dari pertengahan film siapa yang sebenarnya jadi antagonis utama. Beberapa twist-nya juga kurang wow karena udah pernah dipakai di film-film thriller lain.
Terus, endingnya… well, ini yang bikin gregetan. Aku nggak mau spoiler, tapi rasanya kayak kurang memuaskan. Ada beberapa pertanyaan yang nggak terjawab, dan konfliknya ditutup dengan cara yang rada terburu-buru. Padahal buildup-nya keren banget, eh pas akhirnya malah datar. Sayang banget sih kalau menurutku!
Karena sebagian besar cerita terjadi di dalam pesawat, jangan harap ada adegan CGI spektakuler kayak Top Gun: Maverick. Tapi justru di situlah kelebihannya. Film ini pake efek yang minimalis tapi bikin kita fokus sama konfliknya. Setiap sudut kamera di pesawat bikin kita ngerasa ikut terjebak di situasi itu.
Aku juga suka cara cinematography-nya nangkap ekspresi karakter. Close-up wajah Wahlberg pas dia lagi "berpura-pura baik" atau Dockery yang lagi panik bener-bener nambah depth cerita. Lighting-nya gelap-gelap sedang, sesuai sama atmosfer tegang yang mau dibangun.
Secara keseluruhan, Flight Risk adalah film thriller yang solid tapi nggak sempurna. Kekuatannya ada di akting Wahlberg, tensi yang dibangun dengan baik, dan setting pesawat yang claustrophobic. Tapi di sisi lain, plotnya agak gampang ditebak, dan endingnya mungkin bikin kamu ngedumel, "Loh, selesai gitu doang?"
Kalau kalian suka film-film thriller dengan konflik terbatas di satu tempat (seperti Non-Stop atau The Commuter), film ini worth buat ditonton. Tapi kalau kalian nyari twist yang bikin meledak-ledak atau aksi spektakuler, mungkin kamu bakal sedikit kecewa.
Dari segi Rating aku kasih: 7/10 – Seru buat tontonan malam minggu, tapi jangan dibandingin sama masterpiece thriller seperti Se7en atau Prisoners. Nah, gimana menurut kamu? Udah ada yang nonton? Share pendapat kalian di komentar ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Brave New World Bawa Nuansa Winter Soldier, Tapi Bukan Sekadar Copy-Paste!
-
Gak Kalah dari Live-Action! Animasi What If Season 3 Bikin Mata Terpana!
-
Ulasan Film Mufasa: The Lion King Nostalgia, Emosi, dan Visual yang Memukau
-
Ulasan Serial Sakamoto Days: Aksi Kocak Mantan Pembunuh
-
Review Film Kraven The Hunter: Brutal, Gila, dan Penuh Aksi!
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Then She Was Gone: Misteri Hilangnya Seorang Remaja Perempuan
-
Disambut Antusias, Film Pabrik Gula Akhirnya Tayang di Amerika
-
Sinopsis 'L2: Empuraan', Film Aksi India yang Dibintangi Mohanlal
-
Teman Jadi Cinta, Film 'From Me to You': Perjalanan Sawako dan Kazehaya
-
Sinopsis Godaan Setan yang Terkutuk, Ketika Ruqyah Menjadi Teror Mengerikan
Ulasan
-
Ulasan Novel Three Dark Crowns: Pertarungan Tiga Saudari
-
Ulasan Novel Then She Was Gone: Misteri Hilangnya Seorang Remaja Perempuan
-
Teman Jadi Cinta, Film 'From Me to You': Perjalanan Sawako dan Kazehaya
-
Ulasan Novel A Wrinkle in Time: Perjalanan Panjang Ruang dan Waktu
-
Review Anime NegaPosi Angler, Memancing dengan Sentuhan Drama Psikologis
Terkini
-
Lee Know dan Seungmin Ungkap Makna Hidup bak Film lewat Lagu CINEMA
-
Kontroversi: Ghiblifikasi AI Lukai Hayao Miyazaki, 'AI Tak Punya Jiwa'
-
Sprint Race MotoGP Amerika 2025, Pecco Bagnaia Mulai Beri Perlawanan
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Juventus Bekuk Genoa, Igor Tudor Bakal Kembalikan Masa Kejayaan Bianconeri?