"Monster Minister" adalah novel metropop karya Aya Widjaja yang mengangkat tema romansa di lingkungan kerja pemerintahan. Dengan latar belakang Kementerian Penerangan Informasi, novel ini menghadirkan dinamika hubungan antara atasan dan bawahan yang penuh ketegangan, humor, dan percikan romansa.
Kalita Yuma, seorang mantan Account Executive di perusahaan AllYouNeed, memutuskan untuk mengundurkan diri karena tekanan kerja yang tinggi dan hubungan pribadinya yang kandas. Kalita Yuma tidak tahan lagi dengan tuntutan target sang bos bertangan besi itu. Ia kemudian bekerja sebagai staf di Kementerian Penerangan Informasi, berharap mendapatkan kehidupan yang lebih tenang.
Namun, harapannya pupus ketika mantan bosnya yang keras, Aldrich Avery Sharga, diangkat menjadi Menteri Penerangan Informasi. Kalita yang ingin menghindari Aldrich justru ditunjuk sebagai sekretaris pribadinya, memaksanya untuk kembali berhadapan dengan bos yang dijuluki "Monster Minister".
Kalita digambarkan sebagai sosok yang cerdas, tegas, dan memiliki integritas tinggi. Ia tidak segan untuk menyuarakan pendapatnya, bahkan kepada atasannya sendiri. Sementara itu, Aldrich adalah figur pemimpin yang disiplin, perfeksionis, dan seringkali terlihat dingin. Namun, di balik sikap kerasnya, Aldrich memiliki sisi lembut yang perlahan terungkap seiring berjalannya cerita.
Interaksi antara Kalita dan Aldrich menjadi pusat dari novel ini. Hubungan mereka yang awalnya penuh ketegangan perlahan berkembang menjadi sesuatu yang lebih hangat. Dinamika ini digambarkan dengan realistis, menunjukkan bagaimana dua individu dengan kepribadian berbeda dapat saling memahami dan menghargai satu sama lain.
Aya Widjaja menggunakan gaya penulisan yang ringan dan mengalir, memudahkan pembaca untuk terhubung dengan cerita. Penggunaan sudut pandang orang ketiga memungkinkan pembaca untuk memahami pikiran dan perasaan kedua tokoh utama secara bergantian.
Latar belakang Kementerian Penerangan Informasi memberikan nuansa yang unik dalam novel ini. Pembaca diajak untuk melihat sisi lain dari birokrasi pemerintahan, termasuk dinamika kerja, hirarki jabatan, dan tantangan yang dihadapi oleh para pegawai negeri. Meskipun beberapa istilah dan proses kerja mungkin terasa asing bagi sebagian pembaca, Aya berhasil menyajikannya dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
"Monster Minister" tidak hanya menyajikan kisah romansa, tetapi juga mengangkat tema tentang profesionalisme, integritas, dan pentingnya komunikasi dalam hubungan kerja. Novel ini menunjukkan bahwa hubungan antara atasan dan bawahan tidak selalu harus kaku, tetapi dapat dibangun di atas dasar saling menghormati dan memahami.
Selain itu, novel ini juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Kalita yang awalnya terjebak dalam rutinitas kerja yang melelahkan akhirnya menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental dan hubungan pribadi.
Salah satu kelebihan utama dari "Monster Minister" adalah karakterisasi tokoh-tokohnya yang kuat dan relatable. Pembaca dapat dengan mudah memahami motivasi dan perasaan mereka, membuat cerita terasa lebih hidup.
Namun, beberapa pembaca mungkin merasa bahwa perkembangan hubungan antara Kalita dan Aldrich terjadi terlalu cepat atau kurang mendalam. Selain itu, ending cerita yang terbuka dapat menimbulkan rasa penasaran yang belum terpuaskan.
"Monster Minister" adalah novel yang menghibur dan memberikan pandangan baru tentang dinamika hubungan di lingkungan kerja pemerintahan. Dengan karakter yang kuat, latar cerita yang unik, dan pesan moral yang relevan, novel ini layak untuk dibaca oleh para penggemar cerita romansa dan metropop.
Identitas Buku
Judul: Monster Minister
Penulis: Aya Widjaja
Penerbit: POP imprint KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tanggal Terbit: 7 Juli 2021
Tebal: 322 Halaman
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ulasan Novel The Confidante Plot: Diantara Manipulasi dan Ketulusan
-
5 Film Romantis yang Bikin Nostalgia, Cocok di Tonton di Akhir Pekan
-
Ulasan Novel Harga Teman: Ketika Hasil Kerja Tidak di Hargai oleh Klien
-
Ulasan Film No More Bets: Jerat Penipuan Online dan Perdagangan Manusia
-
Ulasan Novel White is for Witching: Kisah Rumah Warisan yang Penuh Rahasia
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel The Confidante Plot: Diantara Manipulasi dan Ketulusan
-
Kisah Manis Keluarga di Novel 'Rahasia Keluarga dan Cerita-Cerita Lainnya'
-
Cinta dalam Balutan Hanbok, 4 Upcoming Drama Historical-Romance Tahun 2025
-
Ulasan Novel 1984: Distopia yang Semakin Relevan di Dunia Modern
-
Ulasan Novel Harga Teman: Ketika Hasil Kerja Tidak di Hargai oleh Klien
Ulasan
-
Ulasan Novel The Confidante Plot: Diantara Manipulasi dan Ketulusan
-
Review Film Drop: Dinner Romantis Berujung Teror Notifikasi Maut
-
Pengepungan di Bukit Duri: Potret Luka Sosial di Balik Layar Sinema
-
Review Anime Bofuri, Main Game VRMMORPG yang Jauh dari Kata Serius
-
Baper, Film Jepang 'The Blue Skies at Your Feet': Cinta, Waktu dan Air Mata
Terkini
-
Taemin Buka Suara Soal Rumor Kencan dengan Noze, Minta Fans Tetap Percaya
-
Kartini di Antara Teks dan Tafsir: Membaca Ulang Emansipasi Lewat Tiga Buku
-
5 Rekomendasi Drama China tentang Siluman, Ada The Demon Hunter's Romance
-
Kai EXO Suguhkan Nuansa Gurun Misterius di Teaser MV Pertama 'Wait On Me'
-
Semarak Kartini, 5 Sutradara Perempuan Sinema Indonesia