Bagi para pasutri muda atau mereka yang baru membina rumah tangga, satu hal yang kadang bikin kaget saat menikah adalah perkara mengatur keuangan rumah tangga.
Pasalnya, kita kerap masih terpengaruh dengan gaya hidup kala masih single. Padahal saat menikah, ternyata ada rencana dan tujuan jangka panjang dari sebuah keluarga yang perlu dibangun.
Oleh karena itu, belajar tentang cara mengelola keuangan sebelum menikah adalah bekal yang jangan sampai dilewatkan. Bagi yang sudah terlanjur menikah, tidak ada kata terlambat untuk terus belajar tentang cara mengatur kondisi finansial keluarga.
Terkait hal ini, salah satu referensi yang cukup sederhana untuk belajar sebagai pemula adalah buku berjudul 'Ngatur Keuangan Keluarga itu Gampang' karya Yohanes Haryono.
Sebagaimana judulnya, buku ini menjelaskan tentang kiat mengatur keuangan untuk keluarga kecil, khususnya mereka yang baru memulai kehidupan rumah tangga.
Buku ini terbilang singkat dengan pembahasan yang sangat to the point. Untuk mengatur keuangan keluarga, tahapan pertama yang harus dilakukan adalah membuat daftar pendapatan dan pengeluaran (budgeting).
Bagi sebagian orang, anjuran untuk melakukan hal tersebut mungkin sudah terdengar familiar. Tapi pada kenyataannya, masih sedikit keluarga yang benar-benar mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya mereka yang berasal dari keluarga menengah ke bawah.
Padahal, entah dalam tingkatan perekonomian manapun, membuat daftar pendapatan dan pengeluaran memang sepenting itu.
Tak jarang kita tidak menyadari keuangan boncos pada pos-pos tidak terduga. Ada pengeluaran-pengeluaran kecil yang seringkali dianggap enteng. Misalnya pembelanjaan barang-barang yang sebenarnya belum dibutuhkan namun dibeli karena tergiur harga diskon. Meski nilainya sedikit, tetapi lama-lama jadi bukit. Efeknya baru terasa di tanggal tua.
Ketika kita membuat catatan tentang pendapatan dan pengeluaran, maka kita akan lebih mudah mengontrol anggaran belanja rumah tangga.
Jika telah membuat daftar anggaran dan hasilnya ternyata serba mepet, dari situ kita bisa merencanakan kegiatan untuk memperoleh penghasilan tambahan. Buku ini menyajikan beragam contoh dan kisah orang-orang yang berhasil mengembangkan neraca keuangan lewat penghasilan tambahan tersebut.
Hal yang tak kalah penting saat ingin mengatur keuangan keluarga adalah menghindari pola hidup konsumtif. Khususnya ketika kita mulai mendapatkan penghasilan yang lebih besar.
Sebab, yang seringkali membuat seseorang terjebak adalah pengeluaran yang membengkak seiring dengan bertambahnya penghasilan. Meskipun kita mengalami kenaikan gaji atau telah sukses menjalankan usaha dan bisnis tambahan, besarnya angka pengeluaran seharusnya tetap.
Bukan malah ikut meningkat seiring meningkatnya penghasilan. Pada bab ini, secara khusus penulis membahas tentang kewaspadaan terhadap pengeluaran yang bersifat konsumtif dan penggunaan kartu kredit.
Dengan menaruh perhatian terhadap besarnya pengeluaran, kita bisa mengalokasikan sebagian besar dana berlebih untuk tabungan dan investasi. Dalam hal menabung ini, kita perlu menetapkan tujuan. Entah tabungan untuk dana darurat, pendidikan anak, ataupun persiapan dana hari tua.
Secara umum, buku ini cukup informatif. Penjelasannya juga sangat sederhana sehingga cocok untuk dibaca oleh orang awam yang baru mulai belajar untuk mengatur keuangan rumah tangga.
Hanya saja, saya sedikit tidak nyaman dengan pembahasan koperasi kredit yang dibahas secara khusus pada bab terakhir. Secara tidak langsung, pembaca diarahkan untuk menggunakan fasilitas koperasi untuk menunjang perekonomian keluarga.
Namun, terlepas dari hal tersebut, buku ini tetap menarik dari segi kemudahannya untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi, bagi Sobat Yoursay yang ingin menambah wawasan seputar pembahasan di atas, buku ini bisa menjadi salah satu rekomendasi bacaan yang menarik untuk disimak!
Baca Juga
-
Ulasan Buku Zona Produktif Ibu Rumah Tangga: Berdaya Meski di Rumah Saja
-
Ulasan Buku I Do: Kiat Memutus Luka Batin Warisan Leluhur dalam Pernikahan
-
Ulasan Buku Nak, Belajar Soal Uang Adalah Bekal Kehidupan: 4 Tahap Bangun Kekayaan
-
Perjalanan Menemukan Diri Sendiri dari Buku Aku yang Sudah Lama Hilang
-
Ulasan Buku This is How You Heal, Kumpulan Esai untuk Pulih dari Kesedihan
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Amor Fati: Cintai Takdirmu Meski Tidak Berakhir Indah
-
Ulasan Buku Perempuan Kertas, Kiat Menghindari Pacaran yang Kebablasan
-
Ulasan Buku Seni & Teknik Berbicara: Komunikasi Itu Ada Seninya!
-
OJK Terima Aduan 166.258 Laporan Scam, Total Kerugian Tembus Rp3,4 Triliun
-
Potret Pria 50-an dalam Novel Tube: Menjadi Baik Tak Berarti Berubah Total
Ulasan
-
Film Malam 3 Yasinan: Drama Horor Keluarga yang Penuh Ketegangan!
-
Film Uang Passolo: Ketika Pernikahan Jadi Ajang Gengsi
-
Drama China Will Love in Spring: Saling Hormat, Bentuk Cinta Paling Dewasa
-
Buku Teamwork 101, Keberhasilan Datang dari Kerja Sama
-
Seni Memikat Hati di Buku How to Win Friends & Influence People
Terkini
-
4 Drama dan Film Korea yang Dibintangi Kang Hyung Suk, Layak Ditonton!
-
4 HP dengan Kualitas Kamera Terbaik Setara Flagship 2026, Harga Mulai Rp 3 Jutaan
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Hwasa untuk Penampilan Mature dan Stylish!
-
John Herdman Puji Proyek Naturalisasi Timnas Indonesia, Kode akan Dilanjut?
-
Elegan Banget, 4 Inspirasi Outfit Formal ala Bai Jing Ting