Lagu “Closer” dari The Chainsmokers yang berkolaborasi dengan Halsey bukan hanya tentang cinta yang kembali setelah sekian lama, tapi juga tentang semua hal yang tak terselesaikan dari hubungan sebelumnya.
Di intronya, lagu ini terdengar ringan dan penuh semangat, cocok diputar di mobil saat road trip atau saat nongkrong bareng teman. Tapi kalau didengar lebih saksama, ada banyak hal menarik yang bisa dikulik dari lirik dan makna di balik lagu ini.
Salah satu hal yang menarik dari lagu ini adalah perbedaan latar belakang antara dua karakter utama dalam lagu. Si perempuan berasal dari keluarga kaya, sementara si laki-laki harus berjuang keras untuk semua yang ia miliki. Perbedaan ini menjadi semacam kesenjangan sosial yang membuat mereka sulit merasa setara.
Lagu ini juga menggambarkan hubungan yang dibangun kembali hanya berdasarkan daya tarik fisik. Lagu ini terdengar ringan dan lucu, yakni tentang pertemuan kembali dengan mantan, jatuh cinta lagi secara fisik, lalu menyadari semua alasan kenapa dulu hubungan itu gagal. Meskipun terdengar manis, “Closer” sebenarnya juga menyindir fenomena balikan yang hanya sementara.
Cerita dalam lagu ini dimainkan seperti sebuah film komedi romantis, di mana salah satu anggotanya, Andrew Taggart dan Halsey saling bertukar sudut pandang lewat lirik-lirik mereka.
Lagu ini menggambarkan pertemuan tak sengaja setelah empat tahun berpisah, dan bagaimana percikan lama bisa menyala lagi, namun disertai bayang-bayang dari alasan mereka berpisah dulu.
Bagian pertama dibuka oleh Andrew Taggart, salah satu anggota The Chainsmokers, dengan lirik:
“Hey, I was doing just fine before I met you / I drink too much and that’s an issue but I’m okay.”
Dari sini kita sudah tahu bahwa ia sedang menyapa seseorang dari masa lalunya, yang kemudian kita tahu adalah mantan kekasihnya. Ia sedang mengingat masa sebelum mereka bertemu, di mana hidupnya terasa baik-baik saja, meskipun ia juga mengakui kebiasaan buruknya yaitu terlalu sering minum alkohol, yang mungkin jadi salah satu penyebab kandasnya hubungan mereka.
Di bagian pre-chorus, liriknya berbunyi:
“I know it breaks your heart / Moved to the city in a broke down car”
Ia menggambarkan perpisahan mereka dahulu, bagaimana ia pindah ke kota besar dengan mobil rongsokan. Sudah empat tahun mereka tak berkomunikasi, dan kini tak sengaja bertemu lagi di sebuah bar hotel. Meski secara emosional mungkin sudah jauh, secara fisik ia masih tertarik.
Menariknya, chorus lagu ini mengulang kalimat, “We ain't ever getting older.” Kalimat ini memberi kesan bahwa di antara mereka, tidak ada yang benar-benar berubah. Momen pertemuan kembali itu terasa seperti mundur ke masa lalu, ke saat segalanya masih terasa baru dan indah.
Tapi apakah mereka benar-benar bisa bertahan? Lagu ini tidak memberi jawabannya. Seperti dalam banyak komedi romantis, kita hanya disuguhkan awal yang manis, tanpa perlu tahu bagaimana akhirnya.
Secara musiknya, “Closer” juga unik karena ini adalah kali pertama Andrew Taggart menyanyikan vokal utama untuk lagu The Chainsmokers. Biasanya ia hanya sebagai produser, tapi di lagu ini, Taggart langsung menjadi bagian dari cerita. Duet ini pun terasa lebih personal dan emosional.
Inspirasi utama lagu ini datang dari lagu “I Miss You” milik Blink-182, yang sering diputar oleh The Chainsmokers dalam set DJ mereka. Bahkan, Halsey sendiri pernah menyanyikan lagu itu secara spontan di salah satu konsernya. Nuansa pop punk ini terasa juga di dalam “Closer”, ada semacam kerinduan masa muda yang bebas dan sedikit rebel.
Detail kecil lainnya yang menarik adalah bagian lirik yang menyebutkan tato bunga mawar di pundak sang perempuan. Itu adalah referensi langsung ke tato asli Halsey di kehidupan nyata, yang semakin memperkuat kesan bahwa lagu ini punya akar dari pengalaman pribadi.
Secara keseluruhan, “Closer” adalah lagu pop yang catchy dan mudah dinikmati, tapi juga menyimpan banyak lapisan makna bagi mereka yang mau menyelami lebih dalam. Tentang cinta yang tidak selesai, nostalgia, dan kenyataan pahit yang sering tersembunyi di balik momen-momen romantis.
Lagu ini tidak menawarkan solusi, hanya sekadar cermin bagi siapa pun yang pernah berharap untuk bisa mengulang masa lalu, meskipun tahu bahwa semua masalah lama masih tetap ada.
Buat kamu yang pernah atau sedang mengalami hubungan yang rumit, “Closer” mungkin akan terasa sangat relate. Lagu ini seperti pengingat, bahwa tidak semua yang terasa manis di awal akan berakhir manis pula. Kadang, kita hanya butuh satu lagu untuk mengingatkan, kenapa dulu kita memilih untuk pergi.
Baca Juga
-
Belajar Mengambil Keputusan Lewat The Decision Book Karya Mikael Krogerus
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako
-
Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?
-
Durasi Musik Modern Semakin Pendek, Apakah Kreativitas Ikut Berubah?
-
Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?
Artikel Terkait
-
Conan Gray Ungkap Luka Patah Hati Lewat Lagu Synth Pop Bertajuk Maniac
-
Bikin Nostalgia! NIKI Ajak Narasikan Romansa Lewat Lagu Every Summertime
-
Lagu Nobody Gets Me oleh SZA: Curahan Hati yang Terasa Begitu Nyata
-
Mengungkit Kenangan Manis dengan Mantan dalam Lagu Closer oleh The Chainsmokers feat. Halsey
-
Menyelami Simfoni Cinta Lewat Lagu Oh My Girl Bertajuk Closer
Ulasan
-
Review Film Pemikat Jiwa: Pelet, Ego, Obsesi, dan Cinta Laknat
-
Layak Tonton atau Lewatkan? Kupas Tuntas Film Moana Live Action 2026
-
Lebih dari Sekadar Kungfu: Mengapa Tai Chi Master adalah Film Jet Li yang Paling Ngenes?
-
Ulasan "Limited Time", Novel Korea dengan Kisah Remaja yang Menyentuh
-
Drama Study Group, Ketika Hierarki Sekolah Ditentukan oleh Kekuatan Fisik
Terkini
-
Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker
-
Stop Monetizing Your Hobby: Mengapa Hidup Tidak Selalu Tentang Produktivitas