Kehilangan adalah salah satu episode kehidupan yang cukup berat untuk dijalani bagi sebagian orang. Terkadang, kita merasa sulit untuk melanjutkan hidup ketika seseorang yang berharga harus pergi.
Berbagai pertanyaan kerap menghampiri. Apakah saya bisa baik-baik saja tanpanya? Bagaimana menghadapi hari esok tanpa kehadirannya? Mengapa perpisahan ini harus terjadi?
Lewat buku berjudul 'Ternyata Tanpamu', Natasha Rizky yang merupakan seorang aktris sekaligus penulis ini menuangkan perasaan terkait hal di atas lewat beberapa puisi.
Adapun pada buku puisi ini mengambil tema tentang perpisahan sebagaimana judulnya. Berikut salah satu kutipan puisi Natasha Rizky yang berjudul Ternyata Tanpamu.
Kita ini bukan tumpukan ampas besi tua.
Yang terbuang cedera terinjak harga diri.
Hanya karena dilewatkan, bukan berarti payah.
Para penulis mengisyaratkan batinnya,
"Aku baik-baik saja"
Mungkin kesakitan sebentar,
Tapi mentari takkan tutup mulut dan melupakan senjanya. (Halaman 99)
Selain puisi di atas, ada beberapa puisi yang bagi saya cukup relate. Di antaranya adalah puisi berjudul Semua Tentangku berikut.
Dengarkan semua tentangku.
Paling berisik.
Paling terluka.
Paling rugi.
Tapi aku lupa bahumu lelah.
Sandaran itu juga tak kuat menahan bebannya sendiri.
Maafkan aku.
Terlalu Si Paling. (Halaman 51)
Bagi saya pribadi, puisi ini mengingatkan diri sendiri agar tidak oversharing dengan seseorang, sekalipun orang itu adalah orang terdekat.
Terkadang kita memang butuh bercerita. Namun amat penting untuk peka, apakah ia yang kita jadikan tempat untuk menumpahkan kelu kesah tersebut memang siap mendengarkan. Sebab, pada dasarnya setiap manusia memiliki sisi rapuhnya masing-masing.
Semua perasaan kita memang valid dan layak didengarkan. Tapi kita bukanlah pusat dari dunia. Jadi, berhentilah untuk merasa menjadi 'si paling' sebagaimana puisi di atas.
Meskipun kebanyakan puisi mengangkat tema tentang perpisahan, tapi saya merasa bahwa perpisahan yang dituju oleh penulis di sini adalah sebuah perayaan dalam mensyukuri kenangan, alih-alih menyesalinya.
Selain perpisahan, ada juga puisi yang bercerita tentang keluarga, penyesalan, pengkhianatan, cinta, dan hubungan dengan Tuhan.
Terkhusus tentang ketuhanan, sebagai seorang muslimah, Natasha Rizky mengungkap pada halaman penutup bahwa meskipun kita kehilangan seseorang yang berharga, namun selama kita tidak kehilangan Allah, semuanya akan baik-baik saja.
Salah satu pesan yang ia ungkap dalam puisinya adalah tentang pentingnya seorang manusia hanya bersandar kepada Allah. Kita tidak perlu menggantungkan harapan dan kebahagiaan kita kepada sesama manusia. Sebaik apapun seseorang, dia tetaplah punya kekurangan yang boleh jadi akan membuat kita kecewa.
Puisi-puisi dari Natasha Rizky ini bisa menjadi pengingat ketika kita mengalami hal yang sama dengan apa yang ia ungkap dalam setiap lariknya. Puisinya terbilang ringan, sederhana, tapi menyentuh. Penggunaan diksinya pas dan tidak berlebihan.
Bagi saya pribadi, buku puisi ini meninggalkan kesan tentang banyak emosi yang tersampaikan secara jujur. Meskipun bernuansa pahit dan getir, tapi entah kenapa pahit yang dituliskan oleh penulis ibarat seperti menelan obat yang perlahan menyembuhkan. Sebagaimana yang ia urai dalam penggalan puisi berjudul Penaku berikut.
Ada apa gerangan sang penyair?
Di setiap percikan tinta, tanganku kelu.
Lelah menyusuri sisa-sisa cedera batin.
Namun, borok-borok yang tersembunyi kini menuntut cahaya.
Perlahan terkuak bahwa penaku tak selalu melukai, justru menyembuhkanku. (Halaman 82)
Demikianlah beberapa hal-hal berkesan yang saya rasakan selama membaca buku ini. Jika Sobat Yoursay juga tertarik dengan buku-buku puisi, Ternyata Tanpamu bisa menjadi salah satu pilihan bacaan yang menarik untuk disimak!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Sehat Setengah Hati, Cara Mudah Memperbaiki Pola Hidup
-
Ulasan Buku Zona Produktif Ibu Rumah Tangga: Berdaya Meski di Rumah Saja
-
Ulasan Buku I Do: Kiat Memutus Luka Batin Warisan Leluhur dalam Pernikahan
-
Ulasan Buku Nak, Belajar Soal Uang Adalah Bekal Kehidupan: 4 Tahap Bangun Kekayaan
-
Perjalanan Menemukan Diri Sendiri dari Buku Aku yang Sudah Lama Hilang
Artikel Terkait
-
Bikin Pembaca Kesal, Siapa Sosok Kelly di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans?
-
Iklan Lawas Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Viral, Diduga Awal Kisah Buku Broken Strings
-
Novel Kencan Kilat: Lika-Liku Mencari Jodoh Lewat Aplikasi Dating
-
Buku Broken Strings: Memoar Keberanian Aurelie Moeremans Menyembuhkan Luka
-
Novel Sunset Bersama Rosie: Menunda Hanyalah Awal dari Petaka
Ulasan
-
Lebih Mencekam! Inilah Alur dan Daftar Pemain Film Horor Return to Silent Hill
-
Cinta Antara Jakarta dan Kuala Lumpur: Novel Tere Liye Minim Konflik dengan Rasa yang Mendalam
-
Dibintangi Mawar de Jongh dan Rey Bong, Ini Fakta Menarik Film Adaptasi Novel Khoirul Trian
-
Novel Kencan Kilat: Lika-Liku Mencari Jodoh Lewat Aplikasi Dating
-
Drama China Our Secret: Dari Bangku Sekolah hingga Kehidupan Dewasa
Terkini
-
Aurelie Moeremans Soroti Perubahan Cara Pandang Publik soal Child Grooming
-
Aku Mencintainya dalam Diam
-
4 Ide Daily OOTD ala Shin Hae Sun, Gaya Chic Cozy yang Gampang Ditiru!
-
Tawari Laga Uji Coba, Ada 2 Alasan yang Bikin Timnas Indonesia Harus Tolak Ajakan Bangladesh!
-
Etika Membawa Tumbler: Mengapa Barista Berhak Menolak Wadah yang Tidak Higienis?