Di dalam ilmu psikologi, terdapat fenomena psikologis yang disebut dengan istilah displacement, yakni mekanisme pertahanan di mana seseorang mengalihkan emosi negatif yang seharusnya ditujukan pada orang atau objek tertentu, tapi justru dialihkan kepada objek lainnya yang dirasa lebih lemah dan lebih aman untuk dijadikan sebagai target. Mari simak lebih lanjut fenomena psikologis yang satu ini dalam novel The Liar Between Us karya Raven.
Sinopsis
Dalam novel yang terbit di tahun 2023 ini, sosok tokoh yang melakukan tindakan displacement adalah Vanya Maheswari, sang tokoh utama. Vanya pernah disakiti oleh mantan kekasihnya yang bernama Rakha. Cinta pertamanya itu mengakhiri hubungan mereka secara sepihak karena adanya orang ketiga yang menurut Rakha lebih berani dan menantang dalam menjalani kisah percintaan, tidak monoton seperti yang dijalaninya dengan Vanya. Butuh waktu bertahun-tahun bagi Vanya untuk bisa melupakan Rakha beserta luka-luka lamanya itu.
Di tengah proses melupakan Rakha, Vanya mendapatkan tantangan dalam bentuk taruhan yang diajukan oleh Acel, salah satu sahabatnya. Acel menantang kedua sahabatnya, Vanya dan Naya, untuk bersaing mengambil hati seorang kakak tingkat dan menjadikan sepatu branded sebagai hadiahnya. Laki-laki malang itu bernama Bachdim, salah satu mahasiswa jurusan Akuntansi satu tingkat di atas Vanya yang terkenal dengan penampilannya yang culun dan kaku.
Tanpa sepengetahuan Acel dan Naya, Vanya mencuri start untuk mendekati Bachdim, sehingga Naya memilih mundur karena merasa sudah kalah telak dari Vanya. Meski demikian, Vanya tetap harus menjalankan aturan yang berlaku dalam taruhan, yakni harus berhasil memacari Bachdim selama enam bulan, tak boleh kurang atau lebih dari waktu yang telah ditentukan.
Dan tak disangka, Vanya berhasil membuat Bachdim menjadi kekasihnya hanya dalam kurun waktu satu bulan setelah pendekatan. Di awal hubungannya dengan Bachdim, Vanya sanggup berperan sebaik mungkin agar hubungan mereka terlihat normal demi sepatu idamannya. Namun semakin lama, ia merasakan kegelisahan di hatinya terkait hubungannya dengan Bachdim.
Mendapati Bachdim begitu ideal sebagai kekasih, Vanya mulai dihujani beban sosial. Ia mulai menyadari tindakannya melebihi batas. Namun lagi-lagi otaknya berusaha menyangkal rasa bersalahnya, Vanya berpikir bahwa Bachdim tidak mungkin betul-betul mencintai dirinya mengingat hubungan mereka yang masih sangat dini, meskipun pada kenyatannya Bachdim begitu tulus pada Vanya.
Singkat cerita, rencana busuk Vanya bocor ke telinga Bachdim melalui sahabatnya, Jamil. Alih-alih marah dan memutuskan hubungannya dengan Vanya, Bachdim justru kesal pada sahabatnya sendiri dan membela Vanya hingga meninju Jamil sehingga terjadi perkelahian di antara keduanya.
Namun pada akhirnya Bachdim menyesali perbuatannya terhadap Jamil dan meminta maaf. Meski demikian, Bachdim tetap tidak berencana mengakhiri hubungannya dengan Vanya atau bahkan meminta penjelasan dari kekasihnya itu. Ia bertekad untuk tetap menjalani hubungan tersebut sambil menunggu waktu membuktikan semua kesaksian Jamil.
Hingga waktu yang dinantikan tiba, Vanya mengakhiri hubungan mereka secara sepihak. Bukan karena waktu taruhan sudah berakhir, melainkan karena Vanya sudah benar-benar jatuh hati pada Bachdim dan merasa kejahatannya sudah terlalu jauh. Ia melupakan sepatu idamannya, yang ada di benak Vanya saat itu hanyalah bagaimana caranya menjauh dari Bachdim dan menghilangkan rasa bersalahnya.
Vanya tersentak saat Bachdim bertanya apakah taruhannya sudah berakhir sehingga Vanya mengakhiri hubungan mereka tanpa sebab. Ia sungguh tak menyangka Bachdim mengetahui hal tersebut. Perasaannya tak karuan. Ia ingin menjelaskan alasan yang sebenarnya, namun Vanya merasa semua itu akan sia-sia sebab merasa namanya di mata Bachdim kini sudah amat sangat hina.
Kelebihan
Kisah dalam novel ini mengingatkan pembaca tentang betapa sia-sianya menyimpan dendam, terlebih melampiaskan dendam tersebut kepada orang lain yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan kita.
Novel ini menggambarkan dengan jelas efek dari tidak mendengarkan naluri alamiah kita sebagai manusia. Sebab fitrah manusia adalah berbuat baik, maka ketika manusia menentang fitrah tersebut, tubuh akan bereaksi dan memberi sinyal berupa kecemasan, kegelisahan, bahkan seringkali muncul dalam bentuk penyakit fisik.
Kekurangan
Banyak ditemukan kesalahan penulisan kata dan diksi yang kurang tepat di dalam novel ini, sehingga ide cerita yang sebenarnya bagus dan unik tidak tersampaikan dengan baik.
Selain itu, terdapat beberapa bagian yang seharusnya menjadi titik klimaks justru tidak dituliskan secara detail dan teralihkan dengan adegan-adegan yang tidak perlu sehingga emosi dalam novel ini tidak sampai ke hati pembaca.
Identitas Buku
Judul: The Liar Between Us
Penulis: Raven (@voumeyszo)
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2023
Tebal Buku: 318-324 halaman
ISBN: 9786234930054
Genre: Romansa Remaja/Dewasa Muda
Baca Juga
-
Ulasan Buku Orang Indonesia Tionghoa Mencari Identitas
-
Ulasan Buku Learning How to Learn: Kuasai Hal Baru Tanpa Buang Waktu
-
Ulasan Buku The Whole Brain Child: Strategi Kembangkan Kecerdasan Otak Anak
-
Ulasan Novel 172 Days: Aku Ikhlas, tapi Aku Rindu
-
Bahagia Hanya Menjadi Ibu Rumah Tangga? Emang Bisa?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Novel Bekisar Merah: Warisan Kekerasan dan Luka di Balik Eksotisme
-
Review Film Coraline: Remastered 3D yang Seram dan Bikin Merinding!
-
Resep Viral: Cara Membuat Abura Soba Pakai Samyang ala Kyuhyun Super Junior
-
Membaca Pola Traumatis dalam Drama 'Can This Love Be Translated?'
-
Alasan Wajib Nonton Be Passionately in Love, Drama Youth China yang Viral di WeTV