Hayuning Ratri Hapsari | Chairun Nisa
7 About Memories (Dok. Pribadi/Chairun Nisa)
Chairun Nisa

Ekspektasi atas isi sebuah novel sering kali dibentuk pertama kali melalui sampulnya. Meski sering menjebak, ada semacam ironi yang menarik: terkadang, semakin terang desain sampulnya, semakin gelap isi ceritanya—meskipun hal ini pun tidak bisa dijadikan patokan mutlak.

Kali ini, saya akan mengulas sebuah novel berjudul About 7 Memories (Kusdina Ain, 2025). Di sampulnya, terpampang ilustrasi sebuah rumah mewah penuh bunga dengan tujuh laki-laki tampan yang tampak bersenda gurau. Namun, jangan terkecoh oleh visual tersebut. Di balik potret persahabatan yang tampak sempurna itu, tersimpan labirin trauma yang menyesakkan.

Sinopsis

Novel ini mengajak kita mengintip ke dalam kehidupan tujuh saudara laki-laki yang terjebak dalam hubungan persaudaraan yang toksis. Heksa, sang kakak sulung yang masih duduk di bangku SMA, memikul tanggung jawab yang terlalu besar sebagai kepala keluarga. Ia dibantu oleh Jayyan, anak kedua, yang harus menanggalkan masa remajanya untuk bekerja sampingan sepulang sekolah demi menafkahi 4 adik-adiknya.

Namun, di balik upaya mereka mempertahankan eksistensi keluarga di mata dunia, terdapat sebuah ketimpangan yang mengerikan. Konflik utama dalam novel ini berpusat pada penyesalan mendalam para abang setelah kehilangan sosok yang selama ini mereka zalimi: Razi.

Neraka Kecil di Balik Pintu Rumah Sejak kecil, Razi hidup dalam "neraka". Ia sengaja tidak disekolahkan karena dianggap pembawa sial, dan dijadikan babu di rumahnya sendiri. Bunda meninggal karena melahirkan Razi. Hidupnya habis untuk mengurus Sean kakak keenam yang cacat permanen serta mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Sedikit saja kesalahan, hukuman tidur di lantai atau ancaman tidak diberi makan menjadi santapan hariannya.

Juan dan Jacki, si kembar, bahkan tak segan melakukan kekerasan fisik hingga tubuh Razi babak belur. Meski ketiga abang lainnya sesekali mencoba membela, hidup Razi tetaplah menderita. Ia bahkan pernah mencoba gantung diri, namun tragisnya, saat Heksa tahu adiknya depresi, ketakutan utamanya bukanlah keselamatan Razi, melainkan kekhawatiran karena tidak ada lagi orang yang mengurus pekerjaan rumah.

Kelebihan

Satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah kepiawaian penulis dalam memainkan emosi pembaca. Sosok Razi yang begitu menyedihkan, ditambah perilaku abang-abangnya yang begitu egois dan menjengkelkan, berhasil dibangun dengan sangat kuat. Penulis berhasil membuat pembaca merasakan kemarahan sekaligus simpati yang mendalam.

Alur ceritanya sendiri terbilang rapi dan tidak membingungkan meski melibatkan banyak karakter. Bagi pembaca yang menyukai cerita dengan pesan moral kental mengenai dampak dari perlakuan tidak adil dalam keluarga, novel ini menawarkan refleksi yang cukup intens dan mampu menguras air mata.

Kekurangan

Celah Logika dan Realisme yang Ganjil, di balik kekuatan emosinya, novel ini memiliki celah besar pada aspek logika cerita (plot hole) yang cukup mengganggu. Banyak kejadian terasa terlalu tiba-tiba atau dipaksakan demi mencapai klimaks.

Misalnya, kematian Razi dan Sean serta kondisi Jacki yang berakhir di rumah sakit jiwa terasa minim penjelasan, seolah sengaja dipercepat. Momen kecelakaan yang tiba-tiba, hingga vonis kanker hati Heksa, terasa seperti "jalan pintas" yang dramatis agar Razi bisa mendonorkan hatinya dan matanya untuk Jacki.

Selain itu, realitas ekonomi dalam buku ini terasa jauh dari jangkauan nalar. Heksa dan Jayyan hanya bekerja sebagai barista dan petugas kebersihan rumah makan, namun gaya hidup mereka tampak mewah lengkap dengan rumah megah ala drama China dan tanggungan biaya sekolah adik-adiknya.

Padahal, narasi menyebutkan warisan ayah mereka sudah menipis dan malah disedekahkan untuk biaya pengobatan pasien kanker. Kehadiran sosok Jeandra Abi di akhir cerita yang mirip dengan Razi pun terasa seperti tempelan yang tidak perlu untuk menutup alur.

Penyesalan yang muncul di akhir cerita terasa berlarut-larut tanpa solusi, membuat transisi menuju akhir cerita menyisakan banyak tanda tanya bagi pembaca.

Identitas Buku

Judul: About 7 Memories
Penulis: Kusdina Ain
Tahun Terbit: 2025
Penerbit: Rain Books
ISBN: 9786340451962