Lintang Siltya Utami | Dini Sukmaningtyas
Moon in the Day (viu)
Dini Sukmaningtyas

Moon in the Day merupakan drama Korea yang mengangkat kisah cinta dan reinkarnasi dengan konflik yang berlangsung selama 1.500 tahun. Drama yang dibintangi Kim Young Dae dan Pyo Ye Jin ini tidak hanya bercerita tentang pertemuan kembali dua orang dari kehidupan berbeda, tetapi juga tentang dendam yang belum selesai.

Dalam drama ini, kematian tidak menjadi akhir dari sebuah hubungan, tetapi justru meninggalkan luka yang terbawa ke kehidupan berikutnya. Masa lalu terus muncul dalam kehidupan baru, membuat kisahnya terasa lebih rumit daripada romansa reinkarnasi pada umumnya. Lantas, apakah Moon in the Day berhasil mengolah premis tersebut menjadi kisah yang menarik hingga akhir? Simak ulasan lengkapnya.

Suguhkan Kisah Masa Lampau yang Menarik

Menurut saya, Moon in the Day menyuguhkan plot yang menarik, terutama saat menceritakan kisah yang terjadi di era Silla. Hubungan antara dua karakter di masa lalu tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang, tetapi menjadi fondasi utama yang menjelaskan mengapa konflik mereka bisa berlangsung begitu panjang.

Cerita masa lalu terasa lebih emosional karena konflik dibangun secara perlahan. Ada rasa cinta yang begitu kuat, tetapi juga keputusan dan keadaan yang membuat hubungan tersebut berakhir menyakitkan.

Dari sini, dendam yang muncul tidak terasa seperti konflik yang dibuat-buat hanya untuk memperpanjang cerita. Ada luka yang membuat penonton bisa memahami alasan di balik perasaan tersebut, meskipun belum tentu membenarkannya.

Buat saya, bagian Silla inilah yang membuat Moon in the Day punya daya tarik tersendiri. Kisah tersebut berhasil membuat penonton penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka. Sayangnya, kekuatan ini tidak selalu terbawa dengan baik ke bagian cerita yang berlatar masa kini.

Plot Modern yang Tak Seimbang

Memasuki era modern, Moon in the Day mulai menunjukkan beberapa kelemahan dalam pengembangan cerita. Premis tentang pertemuan kembali setelah 1.500 tahun sebenarnya masih menarik, tetapi alurnya terasa lebih lambat dibandingkan kisah masa lalunya. Beberapa konflik juga seperti jalan di tempat sebelum akhirnya kembali membawa cerita menuju perkembangan berikutnya.

Ada beberapa bagian yang terasa repetitif sehingga ketegangan yang seharusnya semakin meningkat justru kehilangan momentumnya. Penonton sudah mengetahui bahwa ada sesuatu yang belum selesai dari masa lalu, tetapi proses menuju pengungkapan tersebut terkadang terasa terlalu panjang.

Hal serupa juga terlihat dari hubungan antar karakter di masa kini. Chemistry pasangan utama memang tetap menjadi bagian penting dalam cerita, tetapi dinamika mereka tidak selalu terasa senatural hubungan di masa lalu. Perbedaan ini cukup terasa karena penonton sebelumnya sudah melihat hubungan yang jauh lebih intens dan emosional dalam alur Silla.

Meski begitu, bagian modern tetap memiliki fungsi penting dalam keseluruhan cerita. Hanya saja, Moon in the Day belum sepenuhnya berhasil membuat transisi tersebut terasa mulus. Akibatnya, ada kesan bahwa drama ini memiliki dua cerita yang cukup berbeda.

Reinkarnasi yang Tak Cukup untuk Menyelesaikan Luka

Dalam drama ini, reinkarnasi tidak otomatis menjadi jalan keluar bagi konflik masa lalu. Kehidupan baru memang memberikan kesempatan untuk memulai kembali, tetapi luka yang belum selesai tetap memiliki pengaruh besar.

Dendam yang bertahan selama ribuan tahun juga memperlihatkan bagaimana seseorang bisa terjebak dalam sebuah peristiwa yang sudah berlalu. Alih-alih benar-benar melepaskan kehilangan, perasaan tersebut justru terus dipelihara sampai menjadi bagian dari identitasnya.

Sayangnya, gagasan sebesar ini belum mendapatkan ruang yang cukup dalam cerita. Beberapa konflik lebih terasa seperti alat untuk menggerakkan cerita daripada kesempatan untuk menggali perubahan karakter secara lebih dalam.

Padahal, akan lebih menarik jika drama ini mengeksplorasi proses bagaimana seseorang akhirnya berdamai dengan kehilangan dan berhenti membiarkan masa lalu menentukan kehidupannya.

Terlepas dari kekurangannya, Moon in the Day tetap punya sesuatu yang membuatnya layak ditonton, terutama bagi penikmat drama fantasi-romantis dengan kisah masa lalu yang tragis. Namun, jika mengharapkan plot yang konsisten dari awal sampai akhir, drama ini mungkin tidak selalu memenuhi ekspektasi.