Pada Senin (27/12/21), Koreaboo melansir bahwa Sandara Park tampil di acara Video Star Episode 182. Dalam acara tersebut ada segmen di mana para bintang tamu dapat membuka diri tentang kekhawatiran terbesar mereka. Sandara Park akhirnya membuka diri dengan jujur tentang saat-saat tersulit dalam hidupnya.
Dia mulai menangis ketika dia mengakui bahwa ketika grupnya, 2NE1 bubar, dia mengalami kecemasan tentang masa depannya. Karena dia tidak lagi memiliki 3 member lain di sebelahnya, Sandara bertanya-tanya apa yang bisa dia lakukan sendiri.
"Ketika kami bubar dan saya harus berdiri sendiri, saya sangat cemas bertanya-tanya apa yang bisa saya lakukan sendiri. Itu adalah waktu yang paling sulit bagi saya," ujar Sandara.
Dia juga mengaku memiliki kepercayaan diri yang rendah saat itu karena selama mereka aktif sebagai sebuah grup, dia merasa tidak berguna. Dia telah melihat member lain memiliki bakat khusus yang kuat.
"Ketika kami bersama, saya berpikir bahwa saya tidak berguna untuk grup karena masing-masing member saya memiliki bakat yang kuat," jelasnya. Sandara bahkan tidak berani untuk bernnyanyi lebih banyak dari member 2NE1 lainnya.
"Saya pikir jika saya bernyanyi lebih banyak, itu hanya merugikan tim kami. Saya tidak bisa menikmatinya," ujarnya.
Pembubaran grupnya semakin membuat Sandara terpuruk, dia menderita selama 2 tahun. Kehilangan orang-orang yang selama ini membantunya semakin membuat kepercayaan dirinya hilang.
"Setelah kami bubar, saya bertanya-tanya apa yang harus saya lakukan sekarang. Selama sekitar 2 tahun saya memiliki pikiran yang sangat negatif dan kepercayaan diri saya turun drastis. Orang-orang yang biasa menghubungi saya sepanjang waktu berhenti menghubungi saya sama sekali. Saya menjalani 2 tahun itu dalam kegelapan," ujar Sandara Park.
Tapi untungnya, dia bisa keluar dari kegelapan dan menyadari bahwa dia adalah wanita kuat yang bisa melakukan apa pun yang dia inginkan.
Sandara akhirnya memberanikan diri untuk memulai karir solonya dan segera menyadari bahwa dia bukan orang yang tidak berguna, melainkan berharga dan tak tergantikan. Sandara akhirnya bisa menikmati menjadi dirinya sendiri.
"Saya merasa bodoh adalah karena saya menyadari ini setelah kami bubar,” lanjutnya.
Dia menambahkan, "Saya tidak tahu kapan tetapi saya menyadari bahwa karena CL, yang selalu memberi saya energi, tidak ada lagi di samping saya, saya harus bangkit. Saya mulai mengadakan acara fansign dan pertunjukan sendiri, dan saya menyadari bahwa saya dapat menikmatinya."
Setiap orang pastinya pernah mengalami titik terendah dalam hidup, dari Sandara Park kita bisa belajar bahwa mengasihani diri sendiri tidak akan membuat kita keluar dari keterpurukan.
Semoga semakin banyak lagi orang-orang yang mengikuti jejak Sandara untuk berani melawan ketakutan diri sendiri dan tumbuh menjadi sosok yang lebih kuat!