Pelatih Nova Arianto memberikan pandangan realistis menjelang laga uji coba internasional yang akan dilakoni Timnas Indonesia U-17 melawan China. Menurutnya, secara tim, sang lawan memang lebih unggul di atas kertas karena memiliki kesiapan dan jam terbang yang jauh lebih matang dibandingkan skuad Garuda Muda saat ini.
Laga uji coba ini dijadwalkan berlangsung sebanyak dua kali di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, yakni pada Minggu (8/2) dan Rabu (11/2). Bagi Nova, pertandingan ini adalah sarana yang sangat krusial untuk melihat peta kekuatan dan kekurangan anak asuhnya di level internasional.
Nova Arianto saat ini masih memimpin persiapan tim sebelum nantinya tongkat estafet kepelatihan diserahkan kepada Kurniawan Dwi Yulianto. Fokus utamanya adalah mematangkan tim yang sedang bersiap menatap Piala Asia U-17 2026.
"Di situ kita akan bisa melihat saat ini level tim ini ada di mana. Karena kalau di kita lihat di EPA kan saat ini mereka tampil cukup baik dan saat ini ada di posisi pertama," kata Nova Arianto saat sesi latihan di Indomilk Arena, Kamis (5/2/2026).
Meski para pemain tampil apik di kompetisi domestik, Nova mengingatkan bahwa atmosfer laga internasional memiliki intensitas yang sangat berbeda. Ia meyakini kualitas pertandingan melawan China akan memberikan pelajaran berharga bagi mentalitas pemain.
Nova menyebut China unggul karena mereka telah melakukan persiapan yang sangat sistematis. Sebelum datang ke Indonesia, tim China U-17 tercatat sudah melakoni beberapa kali laga uji coba melawan tim kuat lainnya seperti Jepang.
"Kami sudah melihat video China, dan saya lihat China sebagai tim sudah sangat siap. Karena mereka sebelum kualifikasi, mereka juga ada beberapa kali uji coba melawan Jepang," ungkap pelatih yang juga sukses membawa Indonesia ke Piala Dunia U-17 2025 tersebut.
Selain faktor kesiapan teknis, China juga memiliki sejarah besar di kategori umur ini. Negara tersebut diketahui pernah merengkuh gelar juara Piala Asia U-17 sebanyak dua kali, yang membuktikan tradisi sepak bola muda mereka sangat kuat.
Misi Penguatan Mental dan Transfer Pengalaman Senior
Pertandingan melawan China ini akan menjadi debut internasional bagi mayoritas dari 28 pemain yang dipanggil. Nova menyadari adanya potensi rasa canggung, sehingga ia meminta para pemain untuk tampil lebih santai namun tetap maksimal.
"Pastinya itu akan sangat berbeda karena saat ini besok menjadi pertandingan internasional pertama bagi pemain-pemain muda ini. Harapannya mereka tidak canggung," ujar Nova.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan agar pemain lebih enjoy agar potensi terbaik mereka bisa keluar.
Untuk memperkuat mentalitas tim, Nova mengandalkan sosok Mierza Firjatullah. Mierza adalah satu-satunya pemain "veteran" yang tersisa dari skuad Piala Asia U-17 2025 dan Piala Dunia U-17 2025 lalu.
Pengalaman Mierza di level dunia diharapkan mampu menjadi suntikan moral bagi 27 pemain lainnya yang masih minim jam terbang internasional. Nova berharap Mierza bisa membimbing rekan-rekannya di dalam lapangan.
"Saya harap Mierza bisa menjadi panutan untuk yang lainnya. Apalagi Mierza sudah pernah tampil di Piala Dunia dan saya harap Mierza lebih tampil dengan baik lagi agar secara mental pemain bisa lebih kuat," imbuhnya.
Sejak latihan dimulai pada 5 Februari, tim pelatih memang memprioritaskan kesiapan psikologis pemain. Fokus latihan tidak hanya terbatas pada taktik dan fisik, tetapi juga membangun chemistry antar pemain agar koordinasi di lapangan berjalan mulus.
Tujuan jangka pendek dari dua laga uji coba ini adalah sebagai bahan evaluasi menyeluruh sebelum terjun ke Piala Asia U-17 2026 yang digelar April mendatang. Nova ingin pemain berani menghadapi tim dengan nama besar seperti China tanpa rasa takut.
Secara keseluruhan, Nova Arianto memandang tantangan melawan China bukan soal hasil akhir atau skor semata. Baginya, ini adalah 'proses belajar' yang nyata bagi generasi baru Garuda Muda untuk merasakan tingginya level sepak bola di Asia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS