Film The Four: Aksi Empat Detektif China Kuno dengan Kekuatan Istimewa

Hayuning Ratri Hapsari | M. Fuad S. T.
Film The Four: Aksi Empat Detektif China Kuno dengan Kekuatan Istimewa
Film The Four (IMDb)

Film bergenre detektif menjadi salah satu film yang diminati oleh para pecinta film karena alur cerita yang ditawarkannya berbeda dengan genre-genre yang lain.

Ketika kita menyaksikan film bergenre detektif, kita akan diajak untuk ikut berpikir keras mengenai ujung dari kasus yang coba untuk dipecahkan.

Mau tak mau rasa penasaran yang kita miliki terpantik dan ikut berpikir mengenai kemungkinan-kemungkinan akhir dari kasus yang tengah diselidiki.

Bagi teman-teman yang menyukai film bergenre ini, saya rekomendasikan film berjudul "The Four". Secara garis besar film ini adalah film genre detektif dan dipadukan dengan aksi-aksi yang memikat di sepanjang alurnya.

Film The Four sendiri sejatinya merupakan film trilogy, dimana film pertama dirilis pada tahun 2012, kemudian dilanjutkan sekuelnya yang kedua pada tahun 2013 dan film terakhir pada tahun 2014.

Film ini sendiri menceritakan tentang empat detektif di masa China kuno, yakni Wu Qing (diperankan oleh Liu Yifei alias Crystal Liu) seorang wanita yang tak memiliki emosi (emotionless/heartless) namun mempunyai kemampuan mematikan dalam menggerakkan benda-benda yang ada di sekitarnya.

Kemudian Tie Shou (diperankan oleh Collin Chou), yang mendapatkan julukan Iron Hand karena memiliki kekuatan mematikan di tangannya yang keras layaknya besi, meudian Zhui Ming (diperankan oleh Ronald Cheng), yang mendapatkan julukan Life Chaser, serta Leng Xue (diperankan oleh Deng Chao) yang berjuluk Cold Blood.

Dalam tiga film yang dirilis ini, kita akan diajak oleh keempat tokoh utama untuk mengungkapkan kasus-kasus yang mengganggu stabilitas dan keamanan negara. Dengan kemampuan istimewa yang dimiliki oleh keempatnya, kita seolah disuguhi film X-Men versi China kuno.

Iya, kecuali si Emotionless, tokoh-tokoh utama di film ini sering kali menampilkan kekuatan istimewa yang mereka miliki untuk menghancurkan setiap penghalang yang mereka temui kala pengungkapan kasus.

Semula, saya menduga bahwa si Emotionless ini jarang mengeluarkan kekuatan yang dimilikinya karena memang kemampuannya biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan ketiga rekannya.

Terlebih, si Emotionless ini merupakan wanita yang harus menghabiskan hidupnya dengan berada di atas kursi roda. Namun ternyata perkiraaan saya salah. Kekuatan terbesar dari kelompok detektif ini justru berada dalam dirinya.

Sekalinya si Emotionless ini marah, maka hanya ada kehancuran yang tersisa di tempat tersebut. Hal ini terbukti ketika di sebuah moment, si Emotionless benar-benar marah ketika mengetahui tentang masa lalunya yang penuh dengan penderitaan.

Nah, untuk lebih jelasnya, pasti akan lebih seru jika teman-teman menyaksikannya secara langsung. Apalagi bagi teman-teman yang menyukai perpaduan film action-detektif dan dipadu dengan sejarah. Pasti akan terhibur dengan film yang satu ini!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak