Patriarki kerap hadir sebagai sistem sosial yang menempatkan laki-laki pada posisi dominan, baik dalam keluarga, budaya, maupun struktur kekuasaan.
Sistem ini sering dianggap wajar karena telah mengakar lama, padahal dampaknya sangat besar terhadap kebebasan, pilihan hidup, dan suara perempuan.
Film sebagai medium seni dan kritik sosial kerap digunakan untuk membongkar ketimpangan tersebut secara tajam dan berani.
Beberapa film tidak hanya menampilkan ketidakadilan gender sebagai latar cerita, tetapi menjadikannya sebagai inti konflik yang disorot secara langsung.
Melalui karakter, dialog, dan alur cerita yang kuat, film-film ini menghadirkan kritik terbuka terhadap budaya patriarki.
Berikut empat film yang dikenal menyindir patriarki secara lugas dan tanpa basa-basi yang dilansir dari Rogerebert.com:
1. The Handmaid’s Tale (1990 / 2017)

The Handmaid’s Tale menggambarkan dunia distopia di mana tubuh perempuan sepenuhnya dikontrol oleh negara dan agama.
Perempuan diposisikan hanya sebagai alat reproduksi, kehilangan hak atas nama, tubuh, dan kebebasan berpikir.
Patriarki dalam film ini ditampilkan secara ekstrem untuk menunjukkan betapa berbahayanya kekuasaan absolut berbasis gender.
Sindiran terhadap patriarki terasa sangat langsung karena sistem tersebut digambarkan sebagai sumber utama penderitaan.
Laki-laki memegang kuasa politik, hukum, dan militer, sementara perempuan dipaksa patuh tanpa suara.
2. Mona Lisa Smile (2003)

Film ini berlatar tahun 1950-an dan berfokus pada kehidupan mahasiswi di kampus elit perempuan.
Meski terlihat modern, para perempuan justru didorong untuk hanya bercita-cita menjadi istri sempurna.
Pendidikan tinggi seolah hanya pelengkap sebelum masuk ke peran domestik yang telah ditentukan.
Melalui karakter dosen perempuan yang progresif, film ini menyindir patriarki yang membatasi mimpi perempuan dengan standar sosial.
Dialog-dialognya secara terang-terangan mempertanyakan mengapa kecerdasan dan potensi perempuan harus dikorbankan demi memenuhi ekspektasi tradisional.
3. Mustang (2015)

Mustang menceritakan lima gadis remaja di Turki yang hidup di bawah pengawasan ketat keluarga dan masyarakat patriarkal.
Hal-hal sederhana seperti tertawa bersama teman laki-laki dianggap sebagai pelanggaran moral.
Tubuh dan perilaku mereka dikontrol dengan alasan kehormatan keluarga.
Film ini menyindir patriarki secara langsung melalui penggambaran aturan-aturan yang tidak masuk akal namun dianggap normal.
Kekerasan psikologis dan pembatasan kebebasan digambarkan sebagai sesuatu yang dilegalkan oleh budaya.
4. Promising Young Woman (2020)

Film ini menghadirkan kritik keras terhadap budaya patriarki modern, terutama yang berkaitan dengan kekerasan seksual dan pembelaan terhadap pelaku.
Ceritanya mengikuti seorang perempuan yang menantang sistem yang selalu melindungi laki-laki bermasalah dan menyalahkan korban.
Sindiran patriarki disampaikan secara frontal melalui alur cerita yang tidak nyaman namun jujur.
Film ini menyoroti bagaimana masyarakat cenderung memaafkan pelaku dan meragukan korban.
Film-film yang menyindir patriarki secara langsung memiliki peran penting dalam membuka diskusi tentang ketidakadilan gender.
Melalui cerita yang kuat dan karakter yang berlapis, penonton diajak melihat dampak nyata dari sistem yang selama ini dianggap normal.
Kritik yang disampaikan tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga refleksi sosial.