The World Is Dancing Diadaptasi Anime TV, Kisah Awal Teater Noh Tayang 2026

Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
The World Is Dancing Diadaptasi Anime TV, Kisah Awal Teater Noh Tayang 2026
The World Is Dancing (X/animetv_jp)

Manga sejarah fiksi bertema teater Noh berjudul The World Is Dancing dipastikan akan mendapatkan adaptasi anime televisi yang dijadwalkan tayang pada musim panas 2026 (sekitar bulan Juni sampai Agustus).

Kabar ini diumumkan bersamaan dengan perilisan teaser trailer, teaser visual, ilustrasi ucapan selamat dari sang mangaka Kazuto Mihara, serta pembukaan situs dan akun media sosial resmi untuk proyek anime tersebut.

Anime The World Is Dancing akan disutradarai oleh Toshimasa Kuroyanagi, yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya seperti The Great Passage dan Backflip!!.

Produksi animasi ditangani oleh CygamesPictures, dengan desain karakter oleh Keigo Sasaki, sementara kaligrafi dan lettering judul dipercayakan kepada Satoshi Nemoto.

Peran utama Oniyasha, yang kelak dikenal sebagai Zeami Motokiyo atau Ayah dari Noh, akan diisi oleh Yumiri Hanamori. Aktris suara ini dikenal luas melalui perannya sebagai Sagiri dalam Hell's Paradise: Jigokuraku.

Dalam cerita, Oniyasha digambarkan sebagai seorang anak laki-laki yang tumbuh di tengah keluarga seniman sarugaku pada abad ke-14. Ia kelak akan menjadi tokoh penting yang meletakkan dasar bagi bentuk teater Noh modern, salah satu seni pertunjukan tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini.

Manga The World Is Dancing karya Kazuto Mihara pertama kali diserialisasikan di majalah Weekly Morning terbitan Kodansha pada Maret 2021 dan berakhir pada Oktober 2022. Seri ini telah dibukukan dalam enam volume, yang juga telah dilisensikan dan diterbitkan dalam versi bahasa Inggris oleh Kodansha USA.

Berdasarkan sinopsis resmi yang dibagikan Kodansha USA dan dikutip oleh Crunchyroll, cerita berfokus pada Oniyasha kecil yang hidup di masa penuh gejolak akibat konflik antara Klan Utara dan Selatan di Jepang.

Sejak kecil, ia akrab dengan dunia tari dan panggung, namun dihantui pertanyaan sederhana yang terus mengganggu pikirannya: mengapa manusia menari, dan apa yang membuat sebuah pertunjukan dianggap "baik"?

Hidupnya mulai berubah ketika ia menyaksikan sebuah tarian yang benar-benar menyentuh perasaannya, sebuah momen yang kelak mengantarkannya pada perjalanan besar dalam membentuk seni dan budaya Jepang.

Teaser trailer yang dirilis menyoroti keindahan sekaligus kerasnya era Muromachi pada akhir abad ke-14. Visualnya menggambarkan dunia yang penuh kontras antara kekacauan sosial dan lahirnya ekspresi seni yang revolusioner. Teaser visual utama menampilkan Oniyasha dengan goresan desain karakter khas Keigo Sasaki dan kaligrafi elegan karya Satoshi Nemoto.

Yumiri Hanamori turut membagikan pandangannya mengenai peran yang ia bawakan. Dalam pernyataannya, ia menyinggung bahwa setiap orang memiliki definisi "baik" yang berbeda, dan ketika seseorang menemukan sesuatu yang benar-benar bermakna bagi dirinya, hal tersebut dapat menjadi cahaya yang menuntun jalan hidupnya.

Ia berharap kisah Oniyasha dan bunga seni yang ia tumbuhkan dapat terus mekar dan menjangkau penonton masa kini.

Selain CygamesPictures, proyek anime ini juga diproduksi bersama CyberAgent dan Shochiku, dua nama besar yang telah lama terlibat dalam industri animasi dan perfilman Jepang.

Keterlibatan mereka semakin memperkuat ekspektasi terhadap kualitas produksi dan distribusi anime ini, baik di Jepang maupun secara internasional melalui platform streaming.

Dengan latar sejarah Jepang yang tergolong unik dan jarang dieksplorasi, serta mengusung kisah coming-of-age dari seorang tokoh legendaris, The World Is Dancing dipandang sebagai salah satu anime paling menarik yang akan hadir pada 2026. Karya ini menjanjikan refleksi mendalam tentang seni dan lahirnya warisan budaya yang terus hidup hingga hari ini.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak