Kabar yang sudah lama dinanti akhirnya datang juga. Trailer perdana The Mandalorian & Grogu resmi dirilis pada Selasa (17/2/2026), dan langsung memicu perbincangan hangat di kalangan penggemar Star Wars. Film ini bukan sekadar kelanjutan petualangan Din Djarin dan Grogu, tetapi juga menjadi penanda kembalinya saga Star Wars ke layar lebar sejak Star Wars: The Rise of Skywalker pada 2019.
Setelah sukses besar lewat serial The Mandalorian di Disney+, kini kisah Din Djarin dan Grogu resmi naik kelas ke bioskop. Karakter Din Djarin yang kembali diperankan Pedro Pascal akan menghadapi ancaman yang lebih luas, konflik yang lebih kompleks, serta konsekuensi yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
Petualangan Baru Pasca Musim Ketiga
Film ini mengambil latar setelah peristiwa musim ketiga The Mandalorian. Din Djarin dan Grogu kini beroperasi sebagai semacam “ranger lepas” untuk Republik Baru. Tugas mereka yaitu Memburu sisa-sisa Kekaisaran yang masih berusaha mempertahankan pengaruhnya di galaksi.
Namun situasi menjadi semakin rumit ketika jaringan kriminal klan Hutt ikut campur. Seperti yang sudah diketahui para penggemar, setiap kali Hutt terlibat, galaksi hampir selalu berada di ambang kekacauan.
Salah satu kejutan terbesar dalam trailer adalah kemunculan Embo, bounty hunter Kyuzo dari serial animasi Star Wars: The Clone Wars. Kehadirannya sudah lama dirumorkan dan kini benar-benar terkonfirmasi. Dari cuplikan yang ada, Embo tampaknya bekerja untuk klan Hutt, menjadikannya lawan serius bagi Din Djarin.
Tak hanya itu, Jeremy Allen White dikonfirmasi mengisi suara Rotta the Hutt, putra Jabba the Hutt yang dulu muncul sebagai bayi dalam film animasi The Clone Wars. Artinya, konflik yang dihadapi Din dan Grogu bukan sekadar sisa Kekaisaran, tetapi juga kekuatan kriminal lama yang kembali bermain.
Koneksi ke Semesta Lebih Luas
Film ini juga memperlihatkan kemunculan Kolonel Republik Baru yang diperankan Sigourney Weaver serta karakter favorit dari Star Wars Rebels, yaitu Garazeb Orrelios. Kehadiran Zeb menjadi jembatan penting antara era animasi dan live-action.
Tak hanya itu, bayang-bayang Grand Admiral Thrawn yang sebelumnya muncul kembali dalam serial Ahsoka juga menimbulkan spekulasi besar. Apakah Thrawn akan menjadi ancaman utama di balik kebangkitan Imperial Remnant? Atau hanya batu loncatan menuju konflik yang lebih luas?
Di sisi lain, hubungan Grogu dengan Mythosaur yang dianggap punah juga membuka potensi konflik identitas, apakah ia akan tetap menapaki jalan Jedi, atau sepenuhnya menjadi Mandalorian?
Jadwal Tayang dan Proyek Lain
Kesuksesan film ini dinilai krusial untuk masa depan produksi film Star Wars. Setelah beberapa proyek layar lebar tertunda atau dibatalkan, The Mandalorian & Grogu menjadi harapan baru bagi kebangkitan sinematik waralaba ini.
Sutradara sekaligus kreator serialnya, Jon Favreau, menegaskan bahwa film ini dirancang sebagai pengalaman sinematik penuh skala besar. Ia ingin menghadirkan petualangan yang benar-benar layak dinikmati di layar lebar, bukan sekadar perpanjangan dari serial televisi.
Film ini dijadwalkan tayang eksklusif di bioskop pada 22 Mei 2026. Sementara itu, proyek layar lebar lain yang sudah dikonfirmasi adalah Star Wars: Starfighter garapan Shawn Levy yang akan dibintangi Ryan Gosling dan direncanakan rilis pada 2027.
Dengan skala ancaman yang semakin luas, kembalinya karakter-karakter favorit, serta koneksi lintas serial yang makin erat, The Mandalorian & Grogu tampaknya tidak hanya menjadi film lanjutan biasa. Ia berpotensi menjadi fondasi baru bagi arah sinematik Star Wars ke depan.