Coach Justin Sayangkan Keputusan STY soal Stefano Lilipaly, Ini Alasannya

Sekar Anindyah Lamase | Rifqu Khanif
Coach Justin Sayangkan Keputusan STY soal Stefano Lilipaly, Ini Alasannya
Coach Justin (YouTube/Justinus Lhaksana)

Pandit atau Pengamat sepak bola kondang dengan nama beken Coach Justin, menyayangkan Stefano Lilipaly tidak masuk dalam skuad Timnas Indonesia untuk persiapan Piala Asia 2023.

Memang diketahui, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengumumkan 29 nama pemain yang dipanggil ke training camp (TC) Timnas Indonesia di Turki. Tetapi, di sana tidak ada Stefano Lilipaly.

Padahal, Stefano Lilipaly menurut data statistik Liga 1 2023/2024, merupakan pemain produktif dengan 9 gol dan 9 assist. Termasuk sebagai pemain lokal terbaik sejauh ini, di Liga 1.

Bukan tanpa alasan mengapa Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia tidak membawa Stefano Lilipaly menuju Piala Asia 2023. Menurut pandangan dari Shin, dia berpendapat, pemain asal Borneo FC Samarinda tak mampu fisiknya untuk bertanding di turnamen kelas Piala Asia 2023.

Namun, hal itu cukup disayangkan oleh salah seorang pakar sepak bola terkenal di Indonesia, Justinus Lhaksana atau Coach Justin memiliki pendapatnya sendiri.

Menurut Coach Justin, jika Indonesia membawa Stefano ke Piala Asia 2023, memiliki nilai kelebihannya sendiri. Bukan tanpa alasan mengapa Pria yang pernah menjadi pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia berpendapat demikian.

Dikutip dari kanal YouTube Justinus Lhaksana pada Jumat (22/12/2023), bilamana Stefano ikut dalam rombongan Timnas Piala Asia 2023, maka dia bisa menjadi jembatan bagi pemain naturalisasi dan lokal, karena sudah mahir bahasa Indonesia.

"Shin Tae yong sudah mengeluarkan statement, 'kalau mungkin Lilipaly secara fisik tidak bisa mengikuti karena usia dan di Qatar itu panas'. Tapi, untuk gue si ini ya, ini kan praktis muda semua, sometimes lu butuh pemain senior untuk bisa memberi masukan, untuk bisa membimbing," jelasnya.

Selain itu, Stefano bisa menjadi panutan bagi pemain muda, karena Timnas mayoritas dihuni oleh punggawa di bawah usia 23 tahun.

"Tapi intinya adalah, harusnya Lilipaly gue bilang harusnya ikut, apalagi banyak pemain naturalisasi, (mereka) ga begitu familiar dengan budaya Indonesia, dan Fano sudah (paham)," tutur Coach Justin.

"Ya gue rasa dia Bahasa Indonesia juga cukup lancar juga, sehingga dia bisa memberi masukan kepada (pemain naturalisasi), jadi jembatan lah antara pemain lokal dan naturalisasi, biar lebih klik (terhubung chemistry-nya)," tandasnya.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak