Marwah persepakbolaan Asia Tenggara belakangan ini tengah berada di pundak Indonesia. Dari beragam turnamen maupun event yang dihelat, lagi-lagi Timnas Indonesia lah yang menjadi penyelamat wajah persepakbolaan kawasan ini.
Bagaimana tidak, meskipun di persepakbolaan kawasan ASEAN tim-tim seperti Thailand, Vietnam, Malaysia bahkan Singapura dan Filipina menjadi pewarna utama, namun ketika harus bertarung di level yang lebih tinggi setingkat benua, mereka justru tak berdaya dan hanya menyisakan Indonesia untuk bersaing.
Anekdot "Timnas Indonesia menggendong persepakbolaan Asia Tenggara" sendiri memang bukanlah sebuah hal yang dilebih-lebihkan, terutama dalam dua tahun belakangan ini.
Pasalnya, dari beragam turnamen seperti babak kualifikasi Piala Dunia 2026, kemudian gelaran Piala Asia 2023, Piala Asia U-23 edisi 2024 hingga Piala Asia U-17 kali ini, hanya Timnas Indonesia yang konsisten dalam memberikan hasil terbaik bagi persepakbolaan Asia Tenggara.
Dimulai dari gelaran Piala Asia 2023 di bulan Januari 2024 lalu, Indonesia dan Thailand menjadi dua negara yang lolos ke fase gugur gelaran setelah melewati fase penyisihan grup. Memang, di momen ini Indonesia masih menjaga kewibawaaan sepak bola Asia Tenggara bersama Thailand, namun sejatinya hal itu tak berlangsung lama.
Pasalnya, di bulan April 2024 dalam gelaran Piala Asia U-23, Indonesia mulai menunjukkan ketangguhannya dalam mengibarkan panji-panji persepakbolaan Asia Tenggara di level benua, meninggalkan Thailand yang sama-sama menjadi representasi persepakbolaan Asia Tenggara di kesempatan sebelumnya.
Indonesia yang menjadi wakil Asia Tenggara bersama dengan Vietnam, Thailand, Malaysia dan Australia di putaran final Piala Asia U-23, menjadi negara yang melaju paling jauh pada turnamen yang dihelat di Qatar tersebut.
Meskipun berstatus sebagai tim debutan dan kalah dalam segi kesejarahan jika dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, Australia apa lagi Vietnam, namun di akhir turnamen Rizky Ridho beserta kolega berhasil finish di fase empat besar gelaran.
Sementara wakil Asia Tenggara lainnya, harus gugur di fase-fase sebelumnya. Malaysia, Australia dan Thailand, harus mengakhiri kiprahnya di penyisihan grup, sementara Vietnam, terhenti langkahnya di babak delapan besar guliran.
Pasca perhelatan Piala Asia U-23, marwah sepak bola ASEAN kembali tersemat di pundak Indonesia pada event yang lebih besar, babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dari semua anggota native Asia Tenggara dan mengesampingkan Australia yang di level senior hanya "setengah hati" menjadi anggota AFF, hanya Timnas Indonesia saja yang berhasil lolos ke ronde ketiga.
Selebihnya, tim-tim mapan sekelas Thailand dan Vietnam, apa lagi Malaysia, Singapura, Filipina dan tim-tim lain dari Asia Tenggara, semuanya harus terhenti langkah mereka di ronde kedua kualifikasi.
Keberadaan Timnas Indonesia di ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ini pun bukan hanya sebagai pelengkap belaka. Hingga matchday ke-8 grup C, mereka masih memiliki peluang untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, meskipun secara peluang lebih terbuka melalui pertarungan di ronde keempat nanti.
Bukan hanya di level senior dan U-23 saja Indonesia harus menggendong marwah persepakbolaan Asia Tenggara, di tingkatan U-17 pun Pasukan Merah Putih harus melakukan hal yang sama.
Setidaknya, hal tersebut tercermin di matchday pertama guliran Piala Asia U-17 yang berlangsung mulai tanggal 3 April 2025 kemarin.
Dari empat wakil Asia Tenggara yang melaju ke putaran final, hanya Indonesia saja yang bisa meraih poin sempurna. Adapun dua wakil lainnya, yakni Vietnam dan Australia harus puas saling berbagi poin. Sementara Thailand, harus remuk redam setelah dihancurkan oleh tim kuat Uzbekistan dengan skor telak 1-4 di pertarungan pembuka.
Apakah gendongan Indonesia terhadap marwah sepak bola Asia Tenggara ini akan terus berlanjut? Kita harapkan saja demikian!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS