Kehadiran John Herdman sebagai nakhoda baru membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi sepak bola tanah air. Pelatih asal Inggris ini mengaku sangat terkesan dengan gairah luar biasa yang ditunjukkan oleh para supporter fanatik dalam mendukung Timnas Indonesia.
PSSI secara resmi menunjuk Herdman pada hari Sabtu dengan ikatan kontrak selama dua tahun. Kesepakatan tersebut juga menyertakan opsi perpanjangan dua tahun tambahan jika sang pelatih mampu memberikan dampak positif bagi skuad Garuda.
Dalam wawancaranya dengan media Kanada, The Canadian Press, Herdman mengungkapkan pandangan awalnya mengenai potensi pemain lokal. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki kumpulan talenta yang sangat menjanjikan dan melimpah.
Menariknya, sang pelatih menyamakan situasi sepak bola Indonesia saat ini dengan pengalamannya saat menangani Kanada selama lebih dari lima tahun. Menurutnya, kedua negara memiliki kemiripan dalam hal potensi besar sebagai negara luas dengan basis pemain yang kuat.
Merujuk Antara News pada Minggu (4/1/2026), ia menyoroti kemampuan Indonesia dalam mengombinasikan bakat pemain lokal dengan program rekrutmen pemain dwikewarganegaraan. Strategi ini dianggapnya sudah berada di jalur yang benar untuk meningkatkan level kompetisi tim nasional.
Herdman bukanlah sosok sembarangan, mengingat rekam jejaknya yang sukses membawa Kanada meroket dari peringkat 94 ke posisi 33 dunia. Keberhasilan puncaknya adalah mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang selama 36 tahun.
Bagi pelatih berusia 50 tahun tersebut, dukungan penggemar adalah elemen krusial dalam menuntaskan proyek besarnya. Ia mencari tantangan yang tidak hanya sekadar soal teknis, tetapi juga keterlibatan emosional yang mendalam.
"Ini tentang menemukan proyek yang tepat, proyek yang bisa membuat Anda merasakan gairah dan intensitas para penggemar," ujarnya.
Hal itulah yang menjadi alasan kuat mengapa ia akhirnya menerima pinangan PSSI.
Misi Besar di Tengah Jadwal Padat dan Ekspektasi Tinggi
Herdman dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada pekan depan untuk mengikuti konferensi pers perkenalan resmi. Setelah itu, ia tidak memiliki banyak waktu santai karena jadwal kompetisi internasional sudah menanti di depan mata.
Ujian pertamanya akan tersaji dalam ajang FIFA Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada akhir Maret 2026. Momentum ini akan menjadi ajang pembuktian awal bagi Herdman di hadapan publik sendiri.
Tugas berat lainnya menyusul pada rangkaian FIFA Matchday sepanjang bulan Juni hingga November, serta ajang bergengsi Piala AFF 2026 yang dimulai pada Juli mendatang. Tak hanya tim senior, ia juga dipercaya untuk menangani Timnas U-23 Indonesia.
Langkah ini diambil Herdman agar ia bisa benar-benar membenamkan diri dalam budaya lokal. Ia percaya bahwa memahami kebiasaan dan karakter orang Indonesia sangat penting untuk menciptakan koneksi yang kuat antara pelatih dan pemain.
Namun, ia juga harus menghadapi ekspektasi tinggi menyusul hasil kurang memuaskan Indonesia di SEA Games 2025. Suporter kini menuntut prestasi nyata, termasuk target ambisius untuk bisa bersaing di kualifikasi Piala Dunia 2030.
Publik sepak bola tanah air sekarang tengah haus akan perubahan strategi dan mental juara. Meskipun dukungan awal mengalir deras di media sosial, tekanan untuk mendapatkan hasil instan tetap menjadi beban utama yang harus dipikul oleh Herdman.