Gelaran kompetisi tertinggi sepak bola level 23 milik AFC bertajuk Piala Asia U-23 secara resmi dimulai. Seperti yang telah diagendakan oleh induk sepak bola benua Asia, kompetisi dua tahunan edisi tahun 2026 tersebut secara resmi dimulai pada Selasa (07/01/2026) kemarin.
Berbeda dengan edisi sebelumnya, Timnas Indonesia sendiri harus absen di gelaran kali ini. Pada babak kualifikasi yang dilaksanakan pada tahun lalu, Pasukan Garuda Muda asuhan Gerald Vanenburg urung tampil karena kalah bersaing dengan Korea Selatan meskipun mereka bertindak sebagai tuan rumah.
Meskipun pada gelaran kali ini Timnas Indonesia kembali "meneruskan tradisi gagal lolos" seperti sebelum-sebelumnya, namun fakta itu justru mengukirkan sebuah pencapaian yang cukup fantastis.
Berdasarkan catatan sejarah dari laman AFC, semenjak kompetisi ini digulirkan pada tahun 2013 lalu, Indonesia tercatat hanya satu kali saja menjadi ikut serta yakni pada tahun 2024 lalu.
Namun demikian, satu-satunya keikutsertaan yang dicatatkan oleh Indonesia itu justru menjadikan ajang bagi mereka untuk menciptakan momen one hit wonder.
One hit wonder sendiri sejatinya dipakai untuk menerangkan istilah bagi musisi atau band yang dikenal khalayak luas dengan satu lagu saja milik mereka. Namun jika digunakan dalam hal yang lebih luas, istilah tersebut juga dapat diartikan sebagai sebuah penciptaan keajaiban hanya dalam satu momen atau gebrakan saja.
Sebutan ini tentunya tak lepas dari track record Indonesia di satu-satunya momen keikutsertaannya dalam turnamen. Bagaimana tidak, Indonesia yang berstatus sebagai tim debutan di edisi 2024 lalu, justru berhasil memungkasi pagelaran dengan status sebagai tim semifinalis.
Bukan itu saja, bahkan jika saja laga semifinal berjalan dengan fair, bukan tak mungkin sejarah yang diciptakan oleh Indonesia di satu-satunya keikutsertaannya itu akan jauh lebih manis lagi. Karena di laga semifinal melawan Uzbekistan kala itu, kepemimpinan wasit Shen Yinhao asal China terbilang penuh dengan kontroversi yang merugikan kubu Indonesia.
Dan tentu saja sebagai penikmat sepak bola nasional, kita tak bisa melupakan sosok yang ada di balik kenangan manis Indonesia di momen penciptaan one hit wondernya dua tahun lalu.
Di bawah polesan tangan dingin STY lah Indonesia berhasil bertransformasi menjadi salah satu tim paling liat di gelaran level Asia itu.
Bagaimana tidak, dalam perjalanannya menciptakan momen one hit wonder tersebut, Indonesia berhasil membungkam tim sekelas Yordania, Australia hingga Korea Selatan.
Saat ini, pasti kita semua tengah mengalami kegalauan dan kekecewaan karena tak ikut sertanya Indonesia dalam turnamen. Namun, akan sangat mungkin momen manis itu menjadi sedikit pengobat kegalauan bagi kita selaku para pendukung setia Skuat Garuda.
Karena meskipun kita tak terlibat dalam gempita guliran AFC U-23 edisi 2026 ini, setidaknya kita masih memiliki kenangan manis menjadi tim semifinalis, yang mana pencapaian itu mampu kita dapatkan hanya dalam satu kali saja keikutsertaan dalam gelaran.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS