Gempita guliran Piala Asia U-23 kini sudah ditabuh genderangnya. Berdasarkan rilisan resmi dari AFC, kompetisi kelompok umur 23 tahun milik AFC tersebut dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 6-24 Januari 2026 mendatang.
Namun sayangnya, pada gelaran Piala Asia U-23 edisi 2026 yang berlangsung di Arab Saudi ini, Pasukan Garuda Muda harus mendapati sebuah nasib ironis atau bahkan tragis. Setelah berhasil lolos ke gelaran edisi tahun 2024 lalu, untuk keenam kalinya dari tujuh perhelatan, Pasukan Muda Merah Putih gagal lolos ke putaran final.
Meskipun mendapatkan keuntungan dengan menjadi tuan rumah di babak kualifikasi pada tahun lalu, namun hal itu belum cukup untuk membuat Dony Tri Pamungkas dan kolega menghadang laju Korea Selatan sebagai wakil grup di turnamen.
Seperti yang saya tuliskan di atas, nasib yang didapatkan oleh Indonesia di Piala Asia U-23 tahun 2026 ini terbilang sangat ironis dan tragis.
Pasalnya, hanya berselang satu edisi saja pasca membuat mata penggemar sepak bola di seluruh belahan penjuru dunia terbelalak dengan pencapaiannya di Piala Asia U-23 tahun 2024 lalu, mereka harus terdepak dari ingar-bingar gelaran.
Sekadar mengingatkan, pada Piala Asia U-23 tahun 2024 yang berlangsung di Qatar, Skuat Garuda Muda yang berlabel sebagai tim debutan, berhasil melaju jauh dan memungkasi perhelatan dengan titel tim semifinalis.
Pencapaian tersebut tentu membuat khalayak menjadi semakin yakin bahwa sejatinya talenta-talenta Indonesia memiliki daya saing yang cukup baik di kancah persepakbolaan internasional.
Buktinya pun terbilang jelas. Karena berdasarkan history penyelenggaraan turnamen yang ada di laman FIFA, Indonesia bisa melewati hadangan tim-tim sekelas Yordania, Australia dan Korea Selatan dalam perjalanannya merengkuh label empat besar gelaran.
Namun kembali lagi, momen manis yang didapatkan oleh Timnas Indonesia dua tahun lalu pada akhirnya harus berubah menjadi fakta tragis nan ironis. Tak ada setahun pasca kesuksesannya membawa Indonesia menjadi tim terbaik keempat di benua Asia, Shin Tae-yong didepak oleh PSSI dari nakhoda kepelatihan Timnas Indonesia.
Sebuah keputusan yang pada akhirnya berlabel blunder fatal dari PSSI dan Erick Thohir. Pasalnya, setelah mereka mendepak STY dari jabatannya sebagai pelatih, prestasi Timnas Indonesia di semua level mengalami kelongsoran.
Termasuk di level U-23 yang diserahkan kepada Gerald Vanenburg. Menangani tim yang sebelumnya berstatus sebagai semifinalis Piala Asia U-23, pelatih asal Belanda itu gagal membawa anak asuhnya ke putaran final.
Dan yang lebih tragis lagi adalah, kegagalan Gerald Vanenburg, pelatih pilihan PSSI setelah mendepak STY itu juga membuat Indonesia menjadi satu-satunya tim semifinalis gelaran 2024 yang gagal menjadi kontestan kejuaraan.
Pasalnya, tiga tim semifinalis lainnya, yakni Irak, Uzbekistan dan Jepang, semuanya kini kembali merasakan atmosfer pertarungan kompetisi yang sama seperti dua tahun lalu, meninggalkan Indonesia yang harus puas hanya dengan menjadi penonton gelaran.
Ah, andai saja PSSI tak menggantikan STY dari pelatih Timnas Indonesia, mungkin kita sebagai pendukung setia Timnas Indonesia masih bisa menyaksikan Pasukan Garuda Muda bertarung di Piala Asia U-23 di Arab Saudi sekarang!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS