Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia: Konspirasi di Balik Target Juara Piala AFF 2026?

Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S.T.
Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia: Konspirasi di Balik Target Juara Piala AFF 2026?
Skuat Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga melawan China (the-afc.com)

Belakangan ini kita disuguhkan dengan sebuah fenomena yang cukup menghibur namun penuh dengan tanda tanya terkait kompetisi Indonesia Super League.

Bagaimana tidak, hanya dalam tempo satu musim saja, para pemain naturalisasi yang sebelumnya berkiprah di liga-liga luar negeri, tiba-tiba saja memilih untuk hijrah ke liga domestik.

Dilansir laman Suara.com (3/2/2026), para pemain muda yang seharusnya mengadu peruntungan di liga yang lebih kompetitif seperti Rafael Struick, Jens Raven, Dion Markx, Mauro Zijlstra hingga Ivar Jenner, memilih untuk melepas kesempatan emas untuk meneruskan langkahnya di liga luar negeri, dan memilih untuk bergabung dengan klub-klub Tanah Air.

Bahkan, selain mereka, nama-nama tenar yang menjadi andalan Timnas Indonesia seperti Jordi Amat, Thom Haye dan Eliano Reijnders sudah lebih dulu berkarier di tanah leluhur mereka.

Belum lagi kabar bakal mendekatnya Shayne Pattynama dalam waktu dekat ini, dipastikan akan menambah jumlah pemain naturalisasi yang memilih eksodus ke kompetisi dalam negeri.

Bagi penggemar kompetisi dalam negeri, tentunya ini menjadi sebuah preseden yang positif, karena dengan kehadiran para pemain tersebut, sedikit-banyak akan membuat kompetisi sepak bola di negeri ini akan meningkat kualitasnya.

Namun sayangnya, ada yang sedikit luput dalam pandangan kita semua terkait fenomena ini. Jika dihubungkan dengan target dari PSSI yang menginginkan gelar juara Piala AFF edisi 2026, sedikit kecurigaan cukup pantas untuk tersemat atas adanya eksodus para pemain naturalisasi ini.

Seperti yang kita ketahui bersama, meskipun gelaran Piala AFF 2026 nantinya diselenggarakan pada bulan Juli-Agustus 2026 yang sejatinya merupakan masa-masa jeda akhir musim kompetisi di Benua Eropa, namun Timnas Indonesia tak serta-merta bisa memanggil para pemain terbaiknya.

Karena kita ketahui bersama, meskipun kompetisi memasuki masa jeda akhir musim, namun sudah menjadi kebiasaan bagi klub-klub di Eropa untuk membuat program persiapan pramusim.

Hal ini bahkan diakui sendiri oleh John Herdman, pelatih anyar Timnas Indonesia yang ditunjuk di awal Januari lalu. Dilansir laman Suara.com (15/1/2026), eks pelatih Timnas Kanada tersebut menyampaikan bahwa dirinya tetap merasa kesulitan untuk mengumpulkan para pemain terbaik dari Benua Eropa meskipun kondisinya di jeda musim, dan lebih memilih untuk memaksimalkan potensi para pemain yang ada di liga domestik.

Di sinilah benang merahnya. Dengan banyaknya para pemain naturalisasi yang bermain di liga dalam negeri, maka nantinya para pemain tersebut menjadi eligible untuk dipanggil ke Timnas Indonesia.

Sudah sangat mungkin, ketika guliran Piala AFF berlangsung, PSSI selaku pemilik kebijakan dan kewenangan tertinggi dalam persepakbolaan Indonesia akan membuat kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan Timnas Indonesia, seperti mewajibkan pihak klub untuk melepas pemainnya ke Skuat Nasional, atau bahkan meliburkan kompetisi jika masih bergulir.

Sehingga, dengan kondisi seperti itu, sangat jelas arah eksodus para pemain ini adalah untuk memudahkan John Herdman dalam membentuk skuat terbaik karena tak lagi berbenturan dengan kepentingan klub para pemain di Eropa, yang mana pada akhirnya menjadikan peluang untuk memenangi Piala AFF 2026 menjadi semakin terbuka lebar.

Apakah ini adalah sebuah konspirasi? Entahlah, karena yang jelas, apa pun itu, eksodus para pemain naturalisasi ini ke liga dalam negeri membuat tugas John Herdman menjadi sedikit lebih mudah untuk membentuk tim yang kuat di Piala AFF 2026 nanti.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak