Beberapa waktu yang lalu, kabar yang kembali mengejutkan datang dari salah satu pemain diaspora Indonesia, yakni Cyrus Margono. Kiper keturunan Iran-Indonesia-Amerika Serikat ini resmi bergabung dengan klub kasta Super League, yakni Persija Jakarta jelang tutup jendela transfer pertengahan musim 2025/2026 ini.
Kabar ini sendiri disampaikan langsung melalui laman resmi klub Persija Jakarta, persija.id. Cyrus Margono sendiri direncanakan akan mendapatkan kontrak selama kurang lebih 2,5 tahun bersama Persija Jakarta. Dengan kata lain, mantan kiper klub Panathinaikos ini akan berseragam klub Persija Jakarta hingga tahun 2028 mendatang.
“Di pengujung bursa transfer paruh musim, Persija belum menghentikan langkahnya dalam memperkukuh fondasi tim. Macan Kemayoran resmi mendatangkan kiper potensial, Cyrus Margono, untuk memperkuat lini pertahanan. Penjaga gawang kelahiran New York, 9 November 2001, itu diproyeksikan mengenakan seragam Persija selama 2,5 musim. Kehadiran Cyrus tidak sekadar proyeksi jangka pendek, melainkan bagian dari rancangan besar klub dalam membangun kerangka tim yang solid untuk musim-musim mendatang,” tulis laman resmi klub Persija Jakarta.
Hadirnya kiper berusia 24 tahun ini memang tidaklah terlalu mengejutkan. Sebelumnya, dirinya resmi mengakhiri kontraknya bersama klub liga Kosovo, yakn FK Dukagjini pada akhir tahun 2025 lalu.
Setelah itu, dirinya sempat dirumorkan akan bergabung dengan beberapa klub liga Indonesia seperti Persib Bandung, Bali United, Dewa United dan pada akhirnya resmi berseragam Persija Jakarta.
Di sisi lain, hadirnya nama Cyrus Margono ke skuad Persija Jakarta ternyata dianggap oleh beberapa pihak tak hanya menyangkut kepentingan klun semata. Melainkan juga menyangkut misi PSSI yang ingin meraih gelar juara ASEAN Cup 2026 atau yang dulunya bernama AFF Cup. Mengapa?
Cyrus Margono Jadi Bukti Perwujudan Ambisi PSSI raih gelar juara AFF Cup?
Datangnya Cyrus Margono menjadi kiper di liga Indonesia tentunya bisa dimaknai oleh beberapa pihak sebagai salah satu perwujudan ambisi PSSI yang ingin timnas Indonesia meraih gelar juara AFF Cup 2026 kali ini. Pasalnya, dalam setahun terakhir banyak sekali pemain diaspora maupun naturalisasi yang hijrah dari klub-klub Eropa dan bermain di liga Indonesia.
Pada awal musim 2025/2026 ini saja sudah ada lima pemain naturalisasi yang memutuskan berkarier di liga Indonesia. Kelima nama tersebut adalah Jordi Amat, Thom Haye, Eliano Reijnders, Jens Raven, dan Rafael Struick.
Lalu, seiring dengan berjalannya waktu, beberapa nama lainnya seperti Shayne Pattynama, Dion Markx, Mauro Zijlstra, Ivar Jenner dan kini Cyrus Margono juga datang dan membela klub-klub di liga Indonesia. Oleh karena itu, wajar kiranya jika banyak pihak yang menganggap bergabungnya para pemain keturunan ini di liga Indonesia adalah sebagai cara PSSI mencapai misi menjuarai ajang AFF Cup 2026 nanti.
Hal ini dikarenakan status ajang AFF Cup sendiri yang masih berada di luar kalender resmi FIFA yang membuat timnas Indonesia kesulitan memanggil para pemain yang berkompetisi di benua Eropa. Oleh karena itu, sejak dimulai pada tahun 1996 silam, timnas Indonesia lebih sering memanggil para pemain yang berkompetisi di liga lokal karena lebih muda dalam koordinasi dan lobbying dengan pihak klub.
Tentunya dengan melihat komposisi para pemain naturalisasi yang kini berkarier di Indonesia, wajar kiranya jika banyak pihak yang beranggapan jika PSSI memang mengizinkan klub-klub Indonesia merekrut para pemain diaspora tersebut. Padahal, beberapa tahun lalu PSSI sempat menghimbau agar klub-klub liga Indonesia tidak merekrut para pemain diaspora atau naturalisasi yang berkarir di benua Eropa karena alasan pengembangan performa timnas.
Namun, kita akan lihat apakah dengan banyaknya para pemain naturalisasi ini bisa menghadirkan gelar juara AFF Cup pertama bagi skuad garuda?