Hobi
Perkasa di Fase Grup, Prancis Jadi Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026?
Tim nasional Prancis sukses memastikan diri keluar sebagai juara Grup I pada ajang Piala Dunia 2026 setelah berhasil membekuk Norwegia dalam pertandingan pamungkas penyisihan grup. Pencapaian manis di fase awal kompetisi ini memicu spekulasi dan optimisme besar dari para pencinta sepak bola mengenai apakah Les Bleus mampu ulangi performa impresif mereka seperti pada edisi 2022 lalu.
Dengan rekor yang sangat meyakinkan sepanjang fase grup, tim asuhan Didier Deschamps ini seakan mengirimkan sinyal bahaya kepada para pesaingnya di babak gugur. Pertandingan penentu yang berlangsung di Stadion Gillette, Foxborough, pada Jumat waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB tersebut berakhir dengan keunggulan telak bagi Prancis.
Melansir Antara News, raksasa Eropa itu sukses menyudahi perlawanan sengit Norwegia dengan skor akhir 4-1. Keberhasilan memetik poin penuh di laga terakhir ini sekaligus mengukuhkan dominasi total mereka di sepanjang babak penyisihan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, armada Les Bleus langsung mengambil inisiatif untuk melancarkan serangan bertubi-tubi ke lini pertahanan lawan. Mereka bahkan hampir membuka keunggulan lebih cepat andai tendangan keras dari sang kapten, Kylian Mbappe, tidak membentur tiang gawang Norwegia yang dikawal ketat. Kendati demikian, momentum tersebut tidak membuat intensitas serangan Prancis mengendur sedikit pun.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ketujuh ketika Ousmane Dembele berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan matang yang disodorkan oleh Mbappe, Dembele dengan tenang mengonversinya menjadi gol pertama yang mengubah kedudukan menjadi 1-0. Gol cepat ini semakin membakar semangat para pemain Prancis untuk terus menekan lini belakang Norwegia.
Memasuki menit ke-20, kombinasi maut antara Mbappe dan Dembele kembali membuahkan hasil manis bagi kubu Prancis. Untuk kedua kalinya, umpan akurat dari Mbappe berhasil diselesaikan dengan sangat sempurna oleh Dembele demi membawa timnya menjauh dengan keunggulan 2-0.
Dominasi Prancis terlihat begitu nyata dalam kurun waktu dua puluh menit pertama babak pertama.
Namun, Norwegia tidak tinggal diam begitu saja dan langsung memberikan respons cepat hanya berselang satu menit kemudian. Melalui skema serangan balik, Andreas Schjelderup mengirimkan umpan terukur yang langsung disambut dengan apik oleh Thelo Aasgaard untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Gol balasan ini sempat menghidupkan kembali harapan bagi kubu Norwegia. Prancis yang tidak ingin momentumnya terganggu segera meningkatkan daya dobrak mereka kembali. Hasilnya, pada menit ke-32, Dembele sukses menciptakan gol ketiganya alias mencetak hattrick dalam laga ini setelah memanfaatkan umpan dari Aurelien Tchaouameni.
Gol berkelas dari penyerang lincah tersebut mengubah papan skor menjadi 3-1 yang bertahan hingga turun minum.
Dominasi Sempurna Les Bleus dan Potensi Mengulang Sejarah
Memasuki paruh kedua pertandingan, Norwegia sebenarnya mendapatkan peluang emas untuk bisa memperkecil ketertinggalan lewat hadiah penalti. Jorgen Strand Larsen yang ditunjuk sebagai algojo tendangan titik putih gagal melaksanakan tugasnya secara maksimal. Sepakan kerasnya berhasil dibaca dan dihentikan dengan sangat gemilang oleh penjaga gawang Prancis, Mike Maignan.
Tidak lama berselang, Norwegia kembali mengancam gawang Prancis melalui peluang berbahaya yang dilepaskan oleh Oscar Bobb. Beruntung bagi Prancis, Maignan lagi-lagi tampil luar biasa di bawah mistar gawang dengan berhasil mematahkan sentuhan akhir sang penyerang. Ketangguhan kiper AC Milan ini benar-benar menjadi tembok kokoh yang membuat frustrasi barisan penyerang lawan.
Pesta kemenangan Prancis akhirnya ditutup dengan manis pada masa waktu tambahan babak kedua, tepatnya di menit ke-90+4. Berawal dari pergerakan cepat Bradley Barcola yang melepaskan umpan matang, Desire Doue sukses menceploskan bola ke dalam gawang Norwegia. Skor telak 4-1 ini pun menjadi hasil akhir pertandingan yang menyempurnakan langkah kaki Prancis.
Dengan hasil ini, Prancis kokoh bertengger di peringkat pertama klasemen akhir Grup I dengan koleksi sembilan poin sempurna dari tiga laga. Sementara itu, kekalahan ini menempatkan Norwegia di peringkat kedua klasemen akhir dengan raihan enam poin dari tiga pertandingan yang telah mereka lalui. Kedua tim dipastikan melangkah ke babak selanjutnya dengan modal yang berbeda.
Rekor tanpa cela di fase grup ini menunjukkan bahwa Prancis memiliki modal yang sangat kuat, mulai dari stabilitas tim, kedalaman skuad yang merata, hingga efisiensi tinggi sejak awal turnamen. Dominasi yang konsisten tersebut menjadi alasan utama mengapa publik sepak bola begitu optimis melihat peluang Les Bleus di fase gugur. Start yang meyakinkan seperti ini dinilai sangat krusial untuk menjaga kepercayaan diri para pemain.
Jika berkaca pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Prancis kala itu juga tampil begitu perkasa dan melaju sangat jauh hingga mampu menembus babak final sebelum akhirnya harus puas menyandang status sebagai runner-up. Kesuksesan menyapu bersih poin di grup penyisihan tahun 2026 ini mengindikasikan bahwa potensi minimal untuk mengulangi pencapaian lolos hingga fase akhir turnamen sangat terbuka lebar.
Meskipun begitu, atmosfer di babak sistem gugur tentu akan menghadirkan tekanan yang jauh berbeda dan jauh lebih berat.
Faktor penentu utama bagi perjalanan Prancis ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi tajamnya lini serang, kokohnya organisasi pertahanan, serta kejelian pelatih dalam mengelola tekanan internal maupun eksternal. Setiap detail kecil dalam pertandingan knock-out akan sangat menentukan nasib mereka di atas lapangan.
Status sebagai tim favorit juara tetap harus mereka buktikan lewat performa nyata di laga-laga krusial berikutnya. Keberhasilan Prancis memimpin Grup I dengan poin sempurna menunjukkan bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk mengulangi atau bahkan melampaui capaian di edisi 2022 lalu.
Kemenangan telak atas Norwegia menegaskan kestabilan performa mereka, namun ujian sesungguhnya baru akan dimulai di babak gugur. Jika mampu mempertahankan level permainan dan konsistensi seperti saat ini, tidak mustahil bagi Les Bleus untuk kembali melangkah hingga ke partai puncak turnamen sepak bola terakbar di dunia ini.