Hobi
Piala Dunia 2026: Hanya Loloskan Dua Wakil, Sepak Bola Asia Masih Stagnan?
Babak fase grup ajang Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), ajang yang diikuti oleh 48 negara ini resmi memasuki babak fase gugur atau knock-out yang diikuti oleh 32 negara. Dari 32 negara yang lolos dari babak fase grup tersebut, wakil sub-konfederasi Asia atau AFC hanya mampu meloloskan dua wakilnya, yakni Jepang dan Australia dari 9 negara yang menjadi wakil benua Asia.
Melansir dari akun instagram @garudafansbook_, tujuh negara yang gagal lolos dari babak fase grup tersebut adalah Qatar, Jordania, Irak, Iran, Uzbekistan, Arab Saudi dan Korea Selatan. Sementara itu, Jepang dan Australia resmi lolos ke babak gugur dengan sama-sama menjadi runner-up di grupnya masing-masing.
“Hanya 2 negara AFC yang berhasil lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026, yaitu Jepang dan Australia. Sementara 7 negara lainnya harus gugur lebih cepat!. Hasil yang mengecewakan untuk AFC. Tiga negara baru perwakilan Asia juga gagal meraih poin! Jika semakin terpuruk, bisa saja jatah wakil Asia di kurangi untuk edisi di masa mendatang,” tulis laman instagram @garudafansbook_.
Lolosnya dua negara unggulan seperti Jepang dan Australia tentunya menjadi bukti jika kekuatan sepak bola Asia memang masih didominasi oleh dua kekuatan tradisional di ajang sekelas Piala Dunia. Jepang sendiri memang dianggap sebagai tim yang paling diprediksi mampu lolos dengan mudah ke babak gugur turnamen kali ini. Di sisi lain, timnas Australia juga digadang-gadang mampu menjadi tim underdog di ajang Piala Dunia 2026.
Namun, di sisi lain lolosnya dua wakil Asia ke babak gugur ajang Piala Dunia 2026 tentunya menjadi ironi bagi pesepakbolaan Asia. Pasalnya, banyak negara seperti Uzbekistan, Iran dan Korea Selatan yang diprediksi mampu lolos justru tak mampu berbicara banyak di turnamen kali ini. Bahkan, jawara Asia, yakni Qatar juga tak mampu berbicara banyak di turnamen Piala Dunia kedua bagi mereka.
Situasi ini tentunya menimbulkan pertanyaan yang cukup pelik mengenai kekuatan sepak bola Asia di kancah internasional.
Hanya Loloskan Dua Wakil, Kuota Negara Asia Bisa Terancam di Piala Dunia?
Gagal lolosnya tujuh wakil benua Asia atau sub-konfederasi AFC di babak 32 besar ajang Piala Dunia 2026 tentunya diprediksi bisa menjadia acuan performa bagi FIFA dan bisa berimbas ke kuota bagi negara-negara Asia di masa depan. Melansir dari laman berita suara.com (28/06/2026), negara-negara yang sebelumnya dianggap bisa memberikan performa baik seperti Uzbekistan, Iran dan Qatar ternyata tak mampu berbicara banyak di ajang kali ini.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan sub-konfederasi lainnya seperti benua Afrika atau CAF, wakil dari benua tersebut justru mampu meloloskan hampir seluruh wakilnya ke babak 32 besar. Negara-negara langganan Piala Dunia seperti Pantai Gading, Ghana, Maroko, Aljazair, Senegal dan Afrika Selatan memastikan diri lolos ke babak gugur, Bahkan, negara debutan seperti Cape Verde juga secara mengejutkan mampu lolos ke babak 32 besar.
Hal ini tentunya menjadi gambaran bagi beberapa pihak jika pesepakbolaan di benua Asia memang masih stagnan atau tak terlalu berkembang jika berbicara di kancah internasional. Bahkan, hanya Jepang saja negara tradisional di sub-konfederasi Asia yang secara stabil mampu berbicara banyak dan memiliki performa baik di kancah Piala Dunia.
Tentunya hal ini diharapkan bisa menjadi evaluasi tersendiri bagi sub-konfederasi Asia atau AFC jika ingin wakil-wakilnya bisa berbicara banyak di kancah internasional seperti ajang Piala Dunia. Jika tidak, bukan tak mungkin FIFA akan memangkas jatah benua Asia di turnamen-turnamen yang akan datang.