Hobi

Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?

Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
Timnas Amerika Serikat. (fifa.com)

Induk organisasi sepak bola dunia atau yang lebih dikenal dengan FIFA benar-benar tak henti-hentinya menjadi sorotan dan membuat sensasi.

Dilansir dari laman Instagram @garudafansbook_ beberapa waktu yang lalu FIFA resmi menangguhkan hukuman kartu merah terhadap pemain tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, yakni Folarin Balogun.

Sebelumnya, Folarin Balogun mendapatkan hukuman kartu merah langsung di babak 32 besar saat Amerika Serikat melakoni laga melawan Bosnia & Herzegovina dan seharusnya sang pemain akan absen di laga 16 besar melawan Belgia. Namun, hal yang tak terduga terjadi di ajang Piala Dunia 2026 kali ini.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menghubungi langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino guna menangguhkan dan meninjau ulang hukuman kepadan Folarin Balogun. Alih-alih menegaskan hukuman kartu merah tersebut, FIFA justru menyetujui protes Presiden Amerika Serikat tersebut dan sang pemain pada laga babak 16 besar melawan Belgia benar-benar bermain.

“Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui bahwa ia meminta FIFA meninjau kartu merah Balogun. Pernyataan lainnya dari Donald Trump juga sungguh gila. Piala Dunia seakan permainan anak kecil yang bisa diatur seenaknya,” tulis laman instagram @garudafansbook_

Sontak, hal ini membuat banyak negara naik pitam, khususnya para negara dari benua Eropa yang tergabung dalam sub-konfederasi UEFA. Beberapa negara seperti Belgia, Prancis dan Inggris melalui federasinya masing-masing benar-benar mengecam langkah kontroversial yang dilakukan oleh FIFA di ajang sekelas Piala Dunia.

Meskipun dalam laga 16 besar Amerika Serikat harus takluk dengan skor 1-4 dari Belgia, akan tetapi langkah kontroversial FIFA tersebut dianggap menjadi sebuah blunder dan bisa menjadi bom waktu di masa depan. Mengapa demikian?

Negara Lain Bisa Ajukan Penangguhan dan Memakai Amerika Serikat Sebagai Contoh

Mengapa banyak pihak yang menganggap keputusan kontroversial FIFA usai menangguhkan hukuman kartu merah Folarin Balogun dapat menjadi blunder di masa depan? Hal ini tentunya bisa saja menjadi efek domino bagi negara-negara lain untuk melakukan langkah sejenis jika salah satu pemain tim nasionalnya terkena hukuman kartu.

Dilansir dari laman resmi FIFA, penangguhan atau peninjauan kembali hukuman kartu kuning atau merah memang bisa dilakukan oleh FIFA berdasarkan fakta-fakta yang diberikan oleh federasi negara yang bersangkutan. Namun, prosesnya juga tak semudah membalikkan tangan dan harus melalui beberapa proses.

Akan tetapi, FIFA justru seakan-akan mengabaikan prosedur tersebut terhadap Amerika Serikat. Belum lagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sendiri yang langsung turun tangan mengenai kasus ini. Di sisi lain, hal ini juga kian menyudutkan FIFA jika mereka sendiri yang melibatkan politik ke dalam dunia sepak bola yang seharusnya berpegang dalam aspek netralitas.

Tentunya keputusan kontroversial yang dilakukan oleh FIFA sendiri tersebut telah mencederai semangat sportivitas dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola yang jadi olahraga paling populer di dunia. FIFA yang sebelumnya kerap dinilai berat sebelah dan terlalu memihak kepada kubu tertentu kini akan semakin disorot oleh dunia sepak bola internasional mengenai keputusan kontroversial tersebut.

Di sisi lain, langkah kontroversial yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tersebut semakin menegaskan betapa buruknya manajemen pengelolaan di ajang Piala Dunia 2026 kali ini. Bahkan, banyak pihak menyebut ajang Piala Dunia 2026 merupakan salah satu turnamen Piala Dunia paling buruk yang pernah terjadi karena banyaknya kontroversi yang ada dalam penyelenggarannya.

Kini, sepertinya FIFA hanya tinggal menunggu bom waktu yang mereka pasang sendiri untuk meledak dan bisa membuat kekacauan atau kontroversi lainnya di kemudian hari.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda