facebook

Selain Berhijab, Out Of The Box Seputar Fenomena Balet, Coba Ditebak?

Meisyara Husni
Selain Berhijab, Out Of The Box Seputar Fenomena Balet, Coba Ditebak?
Instruktur balet Wenny Halim mempraktikkan gerakan pada muridnya di depan telepon genggam secara online di Sekolah Balet Sumber Cipta, Jakarta, Sabtu (14/8/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Elegan, kagum nan indah dipandang. Sewaktu melihat filem balet "Black Swan" yang pernah menjadi tarian nge-tren bagi kaum hawa di 2010. Mayoritas penari balet ditonton dalam alur cerita, selalunya menampilkan olah gerak tubuh yang tak biasa pada panggung opera, diiringin musik orkestra ataupun nyanyian. Karya bersolo tari, atau lebih dari itu, grup berbaris rapi. Menari keduanya harus bergaya sesuai irama, akting tanpa suara dalam teknik keseimbangan dengan pergerakan yang mirip. Terlihat luwes gemulai tapi mempraktekan itu sepertinya memang cukup sulit kan? alias geleng kepala.

Kesempurnaan dan keindahan balerina di atas pentas, patut diberikan tepuk tangan semeriah mungkin seusai pertunjukan. Adapun secara visual tersebut, tak setakjub kenyataan mengenai balet, out of the box atau berpikir di luar kejadian, kebiasaan yang dilakukan selalu dalam zona nyaman. Kini kebalikannya melihat hal-hal yang tak biasa juga bisa dilakukan orang lain dari rangkuman cerita balet  bersama-sama.

Dari Italia bukan Perancis

Siapa yang tau asal dari negara mana balet? Italia atau Perancis. Balet tersohor di Perancis, akan tetapi arahan teknis tentang menari balet, yang mengenalkan salah satu cara tarian dansa sosial, justru berasal pertama kali dari Italia. Negara yang dikenal baik atas sektor ekonomi bisnisnya yang inovatif mulai dari desain busana, peralatan, industri dan otomotif bermutu tinggi telah menjadikan central pointer. Dan yang paling utama berkembang tari balet, tidak saja hanya di Eropa tapi belahan dunia. Tidak biasa bukan cara berpikir orang Italia? Maka hasilnya juga luar biasa ditiru, hingga balet mendunia.

Kaum bangsawan

Bangsawan? Pastinya orang kaya yang punya status tinggi didalam kemasyarakatan selain berduit tebal. Wajar kan, menari balet dan menontonnya, perlu menguras pundi-pundi kekayaan agar terlihat berkelas pula. Meskipun perubahan sosial bergeser ke periode abad 19, tarian balet dari mulanya digemari kaum bangsawan, berani berpikir, keluar dari golongan berharta. Ternyata saat ini, balet sudah dapat dipelajari dan dinikmati kalangan masyarakat biasa saja.

Balerino bernama lelaki

Peran wanita sempat meresahkan penari balet lelaki, yang memakai aksesoris, topeng wajah dan gaun perempuan. Tuntutan karakter feminim tidak bisa dilakukan balerino. Otot kuat lelaki menunjukan bukan terlihat lebih lentur dengan sebenarnya bentuk proporsi tubuh perempuan. Makanya, keluar dari zona tidak nyaman begitu lah, jelas, pada 1681, hingga sekarang. Baru, sering ada pertunjukan balet bagi penari perempuan yang dibenarkan ikut dalam kelompok balerina.

Berhijab

Keragaman dalam melihat sang belerina meliuk diatas panggung, sembari menjinjit kedua kaki serta mengenakan busana khas penari balet. Memang sudah terbiasa, tetapi, berpikir melawan kecenderungan yang sama tersebut, agama dan etnis minoritas memang di uar kisah inspiratif gadis muslimah, berdarah Rusia-Australia yang tinggal di Sydney. Stephanie Kurlow, balerina berhijab pertama didunia, dengan rasa percaya dirinya untuk tampil berbeda dari yang lain, tak menghalanginya, demi melepaskan jilbab.

Kegemukan

Selama ini, balerina dikaitkan dengan perempuan cantik bertubuh langsing yang rupawan. Kuku patah disertai pengapalan pada jari kaki juga menjalani diet ketat ialah cara bertahan ibarat menelan pil pahit agar tidak kehilangan pekerjaannya. Walakin aturan potret begitu tidak berlaku bagi balerina bertubuh gemuk Lizzy Howel. Wanita asal Amerika Serikat, selalu membawa pesan positif tentang mencintai diri sendiri, mengukir prestasi dan jangan mudah menyerah dengan perkataan orang lain. Senang berasumsi untuk memimpin perbedaan dalam seni menari. Jadi, seharusnya tidak perlu, ataupun keluar dari, ada keragaman lantaran semua mesti sama.

Cacat fisik

Tubuh mempesona bak ideal terjaga merupakan aset segalanya buat menari balet. Dibalik tubuh artristik dan gerakan yang harmonis tidak akan memiliki keseimbangan bagus akibat keterbatasan fisik. Tapi, ada perjuangan yang tak mudah rontok, semangat Kate Stanforth tetap mewujudkan mimpinya sebagai balerina profesional meskipun beraktifitas di atas kursi roda, sebab mengindap penyakit langka yang memaksanya berlatih sejak kecil, sampai dibatas cacat, kedua kaki pun selamanya terhenti. Keluar dari kondisi paling terburuk, kemudian menjadikannya inspiratif seorang guru mengajar tari balet dinegara asalnya, Northumberland, England. Dengan demikian alkisah out of the box yang dimuat dalam Metro UK pada Minggu, 27 Oktober 2019.

Sepatu flat

Satu dari komponen penting untuk menunjang tumpuan tubuh balerina, tentunya bergantung pada kedua kaki, yakni sepasang sepatu. Sapa kira akan diluar desainnya yang sangat unik? Memberikan ide pun kepada para desaigner sepatu untuk menciptakan beragam flat shoes atau sepatu balet, akan tetapi, wajib out standing dimiliki setiap wanita. Sepatu flat, yang meniru gaya sepatu balerina, masa kini digemari karena membawa kesan praktis tanpa hak tinggi, sehingga berkesan seperti penari balet sungguhan.

Olahraga

Seni balet ialah salah satu jenis tarian yang lumayan populer. Mungkin hanya orang yang benar-benar meyukai balet yang bertahan dengan latihan ini bertahun-tahun. Oleh penyebab latihan balet yang begitu keras untuk mendapatkan tubuh singset dan sehat. Bahkan mengerikan jika mengalami cidera fisik sewaktu berlatih tanpa kontrol pelatih. Lalu, berpikir lagi dari kondisi tersebut, bisakah balet dikatakan olahraga?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak