Kolom

Bijak Menggunakan Paylater: Kunci Kemudahan Hidup atau Jebakan Konsumtif?

Bijak Menggunakan Paylater: Kunci Kemudahan Hidup atau Jebakan Konsumtif?
Ilustrasi gambar menggunakan paylater dalam transaksi (Pexels)

Istilah paylater bukan sesuatu yang asing bagi kita. Di era transformasi digital memunculkan berbagai perubahan di berbagai aspek, salah satunya muncul ragam inovasi teknologi finansial (tekfin/fintech). Salah satu dari fintech tersebut adalah paylater.

Mungkin kita sudah tahu bahwa paylater merupakan metode pembayaran tunda atau kredit digital yang memungkinkan pengguna membeli barang/jasa sekarang dan membayarnya di kemudian hari, baik secara penuh (tempo 30 hari). Dengan adanya kecanggihan teknologi ini menjadi primadona di masyarakat dan selalu dipakai dalam berbelanja online, membeli tiket pesawat dan lain sebagainya.

Memiliki Banyak Peminat Karena Bermanfaat

Jika kita pikirkan bersama bahwa paylater itu bermanfaat ketika kita sedang tidak memiliki uang maupun tak dapat mencairkan uang secara langsung dan cepat. Selain itu, paylater sangat membantu kita bilamana ada kebutuhan mendesak namun gaji belum cair, tunjangan belum cair maupun sedang banyak pengeluaran. Dengan adanya paylater akan sangat membantu untuk "berhutang" dengan teknologi.

Tentu saja hal tersebut sangat membantu bagi orang-orang yang masih kekurangan pula. Hal tersebut tentu saja akan sangat memudahkan dan memberikan kemanfaatan yang lebih untuk setiap orang. Dengan kata lain, kita tak perlu "berhutang" dengan pihak lain, pinjol maupun beragam platform lainnya. Kita bisa menggunakan paylater untuk membeli sesuatu tanpa ada tekanan apapun dari pihak-pihak penagih. Kita bisa menyesuaikan dengan tenggat waktu yang sudah diberikan dalam membayar "hutang" tersebut.

Kemanfaatan ini tentu memberikan kemudahan sehingga banyak peminatnya. Contoh lain, kita juga dapat membeli tiket pesawat, tetapi membayar tidak di hari yang sama. Teman saya pernah melakukan hal tersebut dikarenakan sedang tidak punya uang maka memakai paylater untuk membeli tiket pesawat. Dia pun menyarankan ke teman lainnya untuk memakai paylater bila ada kebutuhan mendesak. Pada kesimpulannya paylater itu sangat membantu kita. Dunia teknologi muncul memiliki tujuan yang baik buat setiap orang, asal dipergunakan untuk hal-hal yang baik pula bukan untuk melakukan kejahatan seperti penipuan maupun penggelapan dana.

Menjadikan Seseorang Konsumtif Impulsif

Jika tadi adalah kelebihan dan kemanfaatan dari paylater, maka kita harus tahu juga kelemahan atau kekurangan dari adanya paylater dalam proses transaksi digital kita, yakni konsumtif impulsif. Dengan kata lain, masyarakat semakin rajin membeli barang tanpa sebuah perencanaan dan berdasarkan keinginan dan nafsu saja. Dalam konteks ini, ketika sudah diberi kemudahan tetapi bertindak over atau berlebihan.

Tujuan awal dari paylater adalah membantu dalam proses transaksi keuangan dengan jangka waktu 30 hari. Namun, ditemukan pula orang-orang yang menjadi ketagihan atau kecanduan berbelanja online maupun membeli kebutuhan tanpa kontrol. Akhirnya, saat jatuh tempo, kesulitan untuk membayar karena "hutang" sudah menumpuk. Segala hal dibeli hanya untuk kesenangan semata. Emosi untuk membeli sesuatu tidak ditahan, malah membiarkan ego yang berbicara. Kalau "hutang" sudah menumpuk, maka akan kesulitan untuk membayar.

Keinginan dan nafsu menguasai hati dan pikiran. Awalnya untuk membantu dalam transaksi namun akhirnya makin boncos. Kalau sudah begitu, sama saja akan merugikan kita. Ekonomi sehari-hari terkuras habis dan tak tahu lagi memakai apa untuk membutuhi kebutuhan sebulan kedepan. Kondisi ini tentu saja harus dihindari. Jangan sampai menyalahgunakan kecanggihan teknologi dengan kesalahan. Kita juga harus dapat menjaga ego dan nafsu. Kendalikan keinginan dalam diri agar tidak merusak akal kita.

Perencanaan Matang Sebelum Berbelanja

Segala teknologi yang hadir dengan tujuan untuk memudahkan maka pergunakan sebagaimana mestinya, tidak berlebihan. Sesuatu yang berlebihan tentu saja tidak baik. Oleh karena itu, paylater hadir di tengah-tengah kita hanya untuk membantu dalam proses transaksi. Kecanggihan teknologi hadir untuk memberikan kemudahan dan kemanfaatan. Tentu saja kita harus mampu mengendalikan agar perekonomian kita tidak terancam.

Kedepannya, kita bisa memahami bahwa paylater adalah kunci di tengah perekonomian keluarga sedang tidak baik-baik saja, namun harus diukur dengan kemampuan kita untuk membayar dengan tempo waktu yang sudah ditentukan. Penting sekali perencanaan matang sebelum berbelanja apapun. Pastikan kemampuan pendapatan dengan pengeluaran. Ayo gunakan paylater dengan baik dan benar.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda